Advertorial

Resmikan Community Gateway Wamena, TelkomGroup Perkuat Tulang Punggung Digital Papua Pegunungan

Kompas.com - 18/05/2026, 13:29 WIB

KOMPAS.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama anak usahanya, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Jumat (8/5/2026).

Inisiatif tersebut merupakan langkah strategis TelkomGroup dalam memperkuat dan memperluas pemerataan infrastruktur digital di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang di Indonesia bagian timur. Langkah ini sekaligus memperkuat konektivitas nasional melalui pemanfaatan teknologi satelit.

Infrastruktur tersebut diresmikan secara langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo didampingi Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Pelaksana Tugas (Plt) Chief Executive Officer (CEO) Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi, dan Direktur Wholesale and International Service Telkomsat Budi Satria Dharma Purba.

Acara tersebut juga dihadiri secara virtual dari Wamena oleh Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr Velix Wanggai, SIP, MPA; Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr Ones Pahabol, SE, MM; Direktur Network Telkom Nanang Hendarno, dan Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro Kurnianto Widiawan.

Angga Raka menyampaikan, pembangunan Community Gateway di Wamena merupakan bagian dari program kerja prioritas nasional dalam upaya membangun infrastruktur digital yang inklusif hingga wilayah paling timur Indonesia.

Menurutnya, konektivitas adalah prasyarat utama kemajuan. Community Gateway Wamena berperan penting mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis. Infrastruktur ini juga diharapkan dapat mengubah wilayah untuk siap tumbuh dan siap mengambil bagian dalam ekonomi digital nasional.

Selain membangun infrastruktur, Community Gateway Wamena juga menguatkan fondasi masa depan Indonesia yang benar-benar terhubung, dari Sabang sampai Merauke.

“Tugas berikutnya adalah memastikan infrastruktur ini benar-benar hidup dan dimanfaatkan masyarakat, terutama di wilayah Papua Pegunungan,” ujar Angga dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (12/5/2026).

Sebagai informasi, Community Gateway Wamena merupakan infrastruktur gateway satelit yang berfungsi sebagai titik distribusi utama konektivitas di wilayah Papua Pegunungan.

Kehadiran infrastruktur tersebut dinilai menjadi solusi atas keterbatasan jaringan terestrial dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan sekaligus pondasi bagi pengembangan ekonomi digital dan layanan publik di wilayah tersebut.

Fasilitas kedua

Community Gateway Wamena merupakan fasilitas kedua yang dibangun TelkomGroup. Infrastruktur ini dibangun melalui Telkomsat sebagai anak usaha TelkomGroup yang bergerak dalam penyedia teknologi dan layanan satelit berstandar internasional. Sebelumnya, Telkom membangun Community Gateway di Merauke dengan fungsi berbeda.

Community Gateway Merauke dibangun sebagai backup link untuk memastikan layanan tetap berjalan saat terjadi gangguan jaringan terestrial. Sementara itu, Community Gateway Wamena dibangun sebagai main link atau tulang punggung utama konektivitas di wilayah Papua Pegunungan.

Dengan demikian, pendekatan yang dilakukan tidak lagi sekadar mitigasi risiko, tetapi telah memasuki tahap penguatan kapasitas inti dan peningkatan kualitas layanan.

Dian Siswarini menyampaikan, wilayah Wamena dan sekitarnya memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Papua Pegunungan.

Menurutnya, konektivitas merupakan hak seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Dari pusat hingga ke wilayah pegunungan Papua, Telkom ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus transformasi digital.

Namun, di sisi lain, wilayah ini juga menghadapi tantangan besar dalam hal konektivitas, baik karena keterbatasan jaringan terestrial maupun kondisi geografis yang tidak mudah.

“Menjawab tantangan tersebut, TelkomGroup menghadirkan Community Gateway Wamena sebagai solusi strategis,” ungkap Dian.

Dengan teknologi satelit, inisiatif tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kualitas konektivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan jaringan nasional melalui jalur komunikasi yang lebih andal dan adaptif.

Sejalan dengan mandat TelkomGroup sebagai agen pembangunan, penguatan konektivitas itu diharapkan membuka akses digital yang lebih inklusif, mendorong aktivitas ekonomi, serta mempercepat pertumbuhan di wilayah timur Indonesia secara berkelanjutan.

Velix Wanggai menyampaikan, kehadiran Community Gateway Wamena menjadi tonggak pembangunan besar di wilayah pegunungan Papua.

Kehadiran Telkom dan Telkomsat melalui solusi konektivitas satelit dinilai menjadi langkah nyata untuk menyentuh masyarakat di wilayah pegunungan Papua dalam menciptakan kemajuan dan masa depan yang cemerlang.

Saat ini, kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran tujuh Gigabit per second (Gbps) dengan tingkat utilisasi yang sudah tinggi.

Kehadiran Community Gateway Wamena memperkuat pemerataan akses digital dan mendukung pengembangan ekonomi digital di wilayah Indonesia timur. DOK. Telkom Kehadiran Community Gateway Wamena memperkuat pemerataan akses digital dan mendukung pengembangan ekonomi digital di wilayah Indonesia timur.

Melalui Community Gateway Wamena ini, kapasitas bandwidth dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 40 Gbps. Peningkatan kapasitas ini menjadi lompatan dalam kualitas konektivitas dengan performa lebih stabil, latensi lebih terkendali, serta kemampuan mendukung kebutuhan trafik yang terus tumbuh.

Lebih jauh lagi, Community Gateway Wamena didesain sebagai open access platform. Dengan demikian, infrastruktur ini dapat digunakan berbagai pihak operator, ISP lokal, serta institusi lain selain Telkom. Hal ini dapat menciptakan ekosistem konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui inisiatif tersebut, TelkomGroup menegaskan perannya sebagai penyedia konektivitas nasional berbasis sovereign infrastructure yang tidak hanya berfokus pada kapasitas, tetapi juga pada kontrol, keandalan, dan ketahanan jaringan nasional.

Dian percaya, kehadiran Community Gateway Wamena sebagai main link akan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas layanan komunikasi di wilayah Papua Pegunungan.

“Community Gateway Wamena diharapkan dapat membuka akses ekonomi digital bagi masyarakat, mendukung layanan publik, pendidikan, dan kesehatan, serta memperkuat fondasi transformasi digital Indonesia secara menyeluruh,” tutur Dian.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau