KOMPAS.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Telkom Solution menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi digital badan usaha milik negara (BUMN).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan solusi digital terintegrasi berbasis cloud, artificial intelligence (AI), dan cybersecurity.
Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan Transformasi Digital BUMN yang diselenggarakan oleh Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (5/5/2026). Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 chief technology officer (CTO) dari berbagai sektor BUMN.
Forum itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi serta mempercepat transformasi digital nasional. Agenda itu berfokus mendorong integrasi sistem organisasi, aplikasi, serta platform data agar operasional BUMN semakin efektif dan mampu bersaing di era ekonomi digital.
Melalui Telkom Solution, Telkom menghadirkan ekosistem solusi digital end-to-end, mulai dari konektivitas digital, layanan cloud, keamanan siber, hingga inovasi berbasis AI.
Solusi tersebut telah diterapkan di berbagai sektor industri guna mendukung peningkatan efisiensi, produktivitas, serta kualitas layanan perusahaan.
Direktur Enterprise and Business Service Telkom Veranita Yosephine mengatakan bahwa Telkom siap memperkuat sinergi antar-BUMN melalui solusi digital yang relevan dan berkelanjutan.
“Sebagai perusahaan digital nasional dengan kapabilitas dan ekosistem yang terintegrasi, Telkom mendukung transformasi digital BUMN melalui Telkom Solution untuk menghadirkan solusi sesuai kebutuhan bisnis, termasuk pemanfaatan otomasi dan AI, guna meningkatkan produktivitas serta kinerja operasional perusahaan,” ujar Veranita dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, operasional BUMN di era digital tidak hanya membutuhkan sistem yang terhubung secara real-time, tetapi juga perlindungan data dan keamanan siber yang andal.
Oleh karena itu, Telkom Solution menghadirkan solusi berbasis AI serta cybersecurity yang didukung mitra global dengan kemampuan perlindungan menyeluruh, deteksi proaktif, dan respons keamanan selama 24 jam.
Perkuat kedaulatan digital nasional
Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan bahwa Telkom memiliki tiga fondasi utama dalam mendukung transformasi digital nasional, yakni story, capability, dan sovereignty.
Menurut Faizal, kolaborasi antar-BUMN menjadi momentum penting untuk membangun shared digital capability yang mampu menciptakan nilai tambah serta dampak ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia.
Telkom, lanjut Faizal, memiliki pengalaman dalam membangun dan mengelola transformasi digital berskala nasional dengan kapabilitas end-to-end, mulai dari AI, IoT, cloud, hingga cybersecurity.
“Pembangunan Indonesia perlu didukung oleh kedaulatan digital nasional dengan data, platform, serta inovasi strategis yang dapat dikelola secara mandiri, aman, dan berkelanjutan di dalam negeri,” jelas Faizal.
Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji menilai, pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi menjadi fondasi utama transformasi digital BUMN.
Menurut Seno, integrasi teknologi cloud, AI, dan konektivitas merupakan faktor strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang dan memperkuat kedaulatan digital nasional.
Apalagi, saat ini, ketergantungan terhadap platform digital global sangat tinggi di tengah peningkatan kebutuhan pengolahan data berbasis AI, dinamika regulasi, dan tantangan geopolitik global.
Telkom, lanjutnya, mengambil peran sebagai tulang pulang digital nasional dengan memperkuat kapabilitas sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity.
“Langkah tersebut tidak hanya bertujuan menjaga keamanan serta kontrol data strategis nasional, tetapi juga membuka peluang monetisasi data, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi BUMN,” ujar Seno.
Dengan dukungan kapabilitas digital dan ICT yang dimiliki, Telkom optimistis, transformasi digital BUMN dapat berjalan lebih terintegrasi, mulai dari pengelolaan data, aplikasi, infrastruktur, hingga proses bisnis perusahaan. Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam membangun kedaulatan digital nasional.