Advertorial

Isyana Sarasvati Hidupkan Semangat Mimpi Putra di Video Musik “Garuda di Dadaku”

Kompas.com - 19/05/2026, 10:41 WIB

KOMPAS.com - Isyana Sarasvati mencuri perhatian lewat video musik “Garuda di Dadaku” yang resmi dirilis BASE Entertainment dan KAWI Animation pada Senin (18/5/2026).

Video musik tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju penayangan film Garuda di Dadaku yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 11 Juni 2026.

Setelah lebih dulu muncul dalam trailer film pada April, lagu ikonis “Garuda di Dadaku” kini hadir dalam interpretasi baru yang megah dan emosional lewat sentuhan aransemen orkestra khas Isyana.

Melalui video musik ini, penonton diajak mengikuti perjalanan Putra, anak laki-laki yang memiliki mimpi besar untuk bermain di lapangan sepak bola terbesar. Namun, di tengah perjuangannya, Putra kerap diremehkan dan dianggap tidak cukup kuat untuk mewujudkan mimpinya.

Visual video musik menampilkan perjalanan Putra dari gang kecil tempat anak-anak bermain bola hingga atmosfer stadion dan pertandingan penuh tensi. Nuansa tersebut memperkuat pesan tentang keberanian untuk terus percaya pada mimpi meski dihadapkan pada keraguan dan tantangan.

Selain menghadirkan visual emosional, video musik ini juga memuat bocoran adegan terbaru dari film animasi keluarga tersebut. Salah satunya aksi pertandingan Putra bersama teman-temannya yang menjadi salah satu daya tarik utama film.

“Buat aku, lagu ini bukan cuma tentang sepak bola. Lagu ini tentang mimpi anak-anak yang sering kali terlihat sederhana, tetapi punya makna besar di hati mereka,” ujar Isyana dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (18/5/2026).

Menurut Isyana, video musik tersebut terasa dekat dengan pengalaman banyak orang yang memulai mimpi dari tempat sederhana.

“Aku rasa banyak dari kita juga pernah memulai mimpi dari tempat-tempat kecil seperti itu,” lanjutnya.

Sutradara Garuda di Dadaku, Ronny Gani, mengatakan bahwa video musik tersebut dirancang untuk memperlihatkan semangat utama film, yakni keberanian anak-anak untuk terus percaya pada diri sendiri.

Menurutnya, Putra adalah anak yang sering merasa dirinya tidak cukup kuat untuk mengejar mimpinya. Namun, perjalanan itulah yang membuat ceritanya terasa dekat dengan banyak orang.

“Kami ingin video musik ini mengingatkan bahwa mimpi besar tidak selalu dimulai dari tempat besar. Kadang semuanya dimulai dari langkah kecil, keberanian sederhana untuk terus mencoba, dan dari orang-orang di sekitar yang memilih untuk percaya dan mendukung kita,” ujar Ronny.

Sebagai informasi, film animasi keluarga ini mengisahkan Putra (Keanu Azka), bocah berusia 13 tahun yang perlahan kehilangan rasa percaya diri. Kehadiran Gaga (Kristo Immanuel), sosok Garuda kecil magis, kemudian membawanya pada perjalanan menemukan kembali keberanian dan keyakinan diri.

Film tersebut diproduseri Shanty Harmayn bersama Aoura Lovenson Chandra dan Tanya Yuson. Sementara itu, naskah film ditulis oleh Sofia Lo dan Makbul Mubarak.

Garuda di Dadaku merupakan interpretasi animasi baru dari intellectual property legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah dikenal luas keluarga Indonesia.

Film ini menjadi hasil kolaborasi BASE Entertainment, KAWI Animation, Robot Playground Media, serta sejumlah rumah produksi dan mitra kreatif lainnya. Selain itu, film juga didukung Singapore Film Commission serta sejumlah brand partner.

Video musik “Garuda di Dadaku” dapat disaksikan melalui kanal YouTube BASE Entertainment dan Isyana Sarasvati. Anda dapat menyaksikan filmnya mulai 11 Juni 2026 di bioskop seluruh Indonesia sebagai pilihan tontonan keluarga saat libur sekolah.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau