Advertorial

PNM Mekaar Bantu Perempuan Pengusaha Ultramikro Lepas dari Jerat Rentenir

Kompas.com - 22/05/2026, 17:22 WIB

KOMPAS.com - Pemberdayaan usaha ultramikro tidak hanya berkaitan dengan penambahan modal usaha.

Bagi banyak perempuan pelaku usaha mikro, pemberdayaan juga berarti turut menumbuhkan keberanian untuk mengambil peran, memperkuat ekonomi keluarga, dan membangun daya tahan di tengah berbagai tantangan.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Melalui PNM Mekaar, perempuan prasejahtera didorong untuk memiliki akses pembiayaan yang lebih aman dan terarah. Dengan demikian, mereka tidak lagi bergantung pada pinjaman informal yang kerap memberatkan.

Kehadiran PNM Mekaar juga menjadi ruang bagi para ibu agar perlahan terbebas dari jerat rentenir melalui pembiayaan, pendampingan, dan kebersamaan dalam kelompok.

Dalam ekosistem usaha ultramikro, perempuan berperan sebagai penggerak ekonomi rumah tangga selain penerima manfaat.

Dari usaha kecil yang dijalankan di dapur, teras rumah, serta pasar lokal, para perempuan pengusaha ultramikro ikut menopang pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan kesejahteraan lingkungan sekitarnya.

PNM Mekaar melakukan pemberdayaan melalui tiga modal utama selain pemberdayaan.

Pertama, modal finansial berupa akses pembiayaan untuk mendukung keberlangsungan usaha. Kedua, modal intelektual melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha. Ketiga, modal sosial yang tumbuh dari kebersamaan dan solidaritas dalam kelompok.

Melalui pendampingan berbasis kelompok, para ibu dapat belajar mengelola usaha, membangun kepercayaan diri, serta saling mendukung satu sama lain.

Kepemimpinan informal ketua kelompok turut menjadi kekuatan penting dalam pemberdayaan tersebut.

Selain mengoordinasikan pertemuan, ketua kelompok juga menjadi penggerak semangat, tempat berbagi pengalaman, serta jembatan bagi anggota lain untuk terus bertumbuh.

Modal sosial yang terbentuk dari kebersamaan ini kemudian memperkuat ketahanan ekonomi perempuan. Sebab, setiap anggota tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan usahanya.

Salah satu perempuan pengusaha ultramikro yang telah merasakan manfaat langsung dari pemberdayaan PNM Mekaar adalah Eko Purwanti.

Nasabah PNM Cabang Pati, Jawa Tengah (Jateng) tersebut mengembangkan usaha rengginang berbahan hasil olahan laut serta katering. Bermula dari usaha sederhana, ia mampu mengembangkan usahanya hingga membuka peluang penghasilan bagi ibu-ibu di sekitarnya.

Ia berharap, usaha dapat terus berjalan. Selain menghidupi keluarganya, usaha rengginang miliknya juga membantu ibu-ibu di lingkungannya mendapatkan penghasilan. Menurutnya, kebersamaan menjadi salah satu kekuatan dalam mengembangkan usaha.

“Pelan-pelan, kami saling menguatkan. Lewat klasterisasi hasil olahan laut, kami ingin bergerak dan maju bersama,” ujar Eko dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (21/5/2026).

Kisah Eko menjadi gambaran bahwa ketika perempuan diberi ruang, pendampingan, dan kesempatan untuk bertumbuh, dampaknya dapat melampaui satu usaha dan satu keluarga.

Dari kelompok kecil yang saling percaya, lahir keberanian untuk membangun usaha yang lebih kuat dan menghadirkan perubahan bagi komunitas di sekitarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau