KOMPAS.com – Alfamart dan Alfamidi resmi menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penandatanganan MoU di Kantor Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata (Bispar), Depok, Jawa Barat, Kamis (21/5/2026).
Penandatanganan tersebut melibatkan tiga pihak sekaligus, yakni Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi Tri Wasono Sunu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin PhD serta Kepala BBPPMPV Bispar Dr Nana Halim.
Berfokus pada penguatan skema link and match antara dunia pendidikan vokasi dan industri ritel modern, kerja sama itu mencakup penguatan kompetensi guru kelas industri Alfamart Class dan Alfamidi Class yang kini bermitra dengan 229 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di 23 provinsi.
Sejak diluncurkan di SMK PGRI 3 Malang pada 2009, program kelas Industri juga telah meluluskan ribuan siswa menjadi karyawan Alfamart dan Alfamidi tanpa melalui seleksi tambahan.
Dengan 1.373 Guru Produktif mengajar di sekolah mitra, Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi, Tri Wasono Sunu berharap, komitmen kerja sama antara Alfamart dan BBPPMPV dapat memperkuat peran para pengajar di program Alfamart-Alfamidi Class.
“Pelatihan manajemen ritel akan diberikan langsung oleh para profesional Alfamart-Alfamidi, dan nantinya mereka mendapat sertifikasi yang dikeluarkan resmi oleh Alfamart-Alfamidi dan BBPPMPV Bispar,” jelas Sunu dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (22/5/2026).
Potret acara penandatanganan MoU Alfamart dan Kemendikdasmen.Adapun kerja sama tersebut terdiri dari beberapa agenda strategis. Agenda itu di antaranya, seperti sinkronisasi kurikulum Alfamart Alfamidi Class, penguatan kompetensi guru lewat skema Training for Trainer (TFT), pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta uji kompetensi sebagai tolok ukur kesiapan pengajar dan lulusan.
Pelatihan guru pun tidak hanya dipandang sebagai formalitas di atas kertas. Melalui kemitraan strategis dengan BBPPMPV Bispar, program dirancang secara komprehensif melalui metode Blended Learning dan Action Learning.
Dengan begitu, materi yang diajarkan selaras dengan kebutuhan industri ritel modern sehingga para guru dapat merasakan langsung proses bisnis di gerai Alfamart dan Alfamidi.
Respons positif terhadap kemitraan tersebut juga ditunjukkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin PhD.
Menurut Tatang, guru memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pola pikir serta pembentukan kompetensi peserta didik di program vokasi, khususnya Alfamart Class.
“Fleksibilitas dan keragaman materi yang didapatkan di pelatihan ini betul-betul bisa sesuai. Untuk itu, saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan penuh komitmen, dan kerja keras yang tinggi,” tutur Tatang.
Lebih lanjut, Tatang juga menyampaikan bahwa peran guru dapat dioptimalkan dengan menjadikan mereka sebagai pionir yang memiliki kedekatan serta kemampuan untuk membentuk perubahan kebiasaan peserta didik.
“Sederhananya, kebiasaan peserta didik saat ini tentu akan berbeda ketika mereka nantinya memasuki dunia industri. Karena itu, peran para pengajar menjadi sangat penting dalam membangun mentalitas serta kompetensi anak didik,” terangnya.
4 fase pelatihan guru Alfamart Class
Kepala BBPPMPV Bispar Dr Nana Halim menegaskan bahwa kemitraan didasari oleh kesamaan visi antara kedua lembaga, yakni meningkatkan kompetensi pengajar dan lulusan SMK mitra Alfamart Class.
“Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan kompetensi atau link and match antara pendidikan SMK dengan kebutuhan industri khususnya ritel modern. Secara keseluruhan materi ini dilaksanakan sebanyak 150 jam pelajaran yang difasilitasi oleh praktisi dari manajemen Alfamart,” Jelas Dr Nana.
Skema terintegrasi yang diterapkan pada pelatihan guru dalam program Alfamart Class mencakup empat tahapan. Pertama, pembelajaran daring selama dua hari. Kedua, simulasi kelas secara luring selama tiga hari di learning center Alfamart-Alfamidi.
Ketiga, magang industri langsung di gerai selama 10 hari. Terakhir, asesmen dan sertifikasi resmi yang berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.