KOMPAS.com – Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari menjadi bagian dari rangkaian city tour dalam Ladies Program Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Ke-21 di Kota Denpasar, Bali, Jumat (22/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, belasan istri kepala daerah anggota APEKSI Komisariat Wilayah (Komwil) IV dikenalkan dengan seni dan tradisi budaya Bali melalui pelatihan Tari Pendet dan pembuatan Gebogan, sarana upacara khas Bali.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar Ny Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pengenalan budaya Bali menjadi salah satu fokus dalam Ladies Program Rakerkomwil IV APEKSI pada tahun ini.
Selain sebagai promosi wisata budaya Kota Denpasar, kegiatan itu juga diharapkan dapat memperluas pengenalan seni dan budaya Bali kepada masyarakat.
“Kami ingin mengenalkan lebih mendalam tentang Tari Pendet dan Gebogan yang selama ini mungkin hanya disaksikan wisatawan saat berkunjung ke Bali. Lewat kegiatan ini, kami berharap, ibu-ibu kepala daerah dapat memahami seluk-beluk kesenian Bali sebagai warisan leluhur,” ujar Sagung Antari lewat siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (23/5/2026).
Usai berkegiatan di Puri Jero Kuta, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pasar Kumbasari untuk melihat berbagai produk unggulan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Dekranasda dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar.
Sagung Antari kembali mengatakan, Pasar Kumbasari dipilih sebagai lokasi city tour karena menjadi pusat berbagai produk kerajinan khas Denpasar yang memiliki potensi pasar luas.
“Ada berbagai produk kerajinan khas Kota Denpasar, seperti kain endek, sandal, dan produk lainnya,” katanya.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar I Wayan Hendaryana mengatakan, Ladies Program menjadi agenda rutin dalam setiap pelaksanaan Rakerkomwil IV APEKSI.
Kegiatan tersebut, lanjutnya, tidak hanya mempererat komunikasi dan kolaborasi antarkota, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai program pendukung pembangunan daerah.
“Salah satunya adalah program kerajinan, kesenian, dan ekonomi kreatif yang biasanya dikomandoi oleh istri kepala daerah. Semangat sinergi dan kolaborasi antarkota ini yang terus kami dorong,” ujar Hendaryana.