Advertorial

Kepala Daerah Komwil IV APEKSI Bahas Kolaborasi dan Isu Strategis Perkotaan di Denpasar

Kompas.com - 23/05/2026, 18:09 WIB

KOMPAS.com – Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Ke-21 sukses digelar di Wantilan Convention Center, Hotel Prama Sanur Beach, Denpasar, Bali, Jumat (22/5/2026).

Gelaran tersebut menggaungkan semangat kolaborasi antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan dinamika global.

Selain menjadi forum strategis kepala daerah, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan seminar pariwisata sebagai upaya memperkuat sektor unggulan daerah.

Forum itu menjadi ruang bertukar gagasan, memperkuat sinergi, dan merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial APEKSI yang juga Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat selaku Ketua Komwil IV APEKSI, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, jajaran pengurus Komwil IV APEKSI, para wali kota dan wakil wali kota, sekretaris daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta akademisi Universitas Udayana.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara selaku Wakil Ketua Bidang Perkotaan dan Budaya APEKSI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Denpasar sebagai tuan rumah pelaksanaan Raker Komwil IV APEKSI Ke-21.

“Atas nama pemerintah dan seluruh warga Kota Denpasar, saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Rakerwil di Kota Denpasar, kota budaya yang kami cintai,” ujar Jaya Negara dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (23/5/2026).

Raker Komwil IV APEKSI, imbuhnya, menjadi momentum penting bagi kota-kota di wilayah IV untuk memperkuat sinergi dan merumuskan langkah strategis bersama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan, tema “Kolaborasi Kota Harmoni Nusantara” relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam menghadapi kompleksitas persoalan perkotaan.

“Tidak ada satu kota pun yang mampu berkembang optimal secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi, berbagi sumber daya, dan saling menguatkan antarkota agar tujuan bersama dapat kita raih,” ujar Jaya Negara.

Bahas isu strategis daerah

Dalam sidang pleno, sejumlah isu strategis menjadi perhatian bersama. Jaya Negara, berharap forum tersebut mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tajam dan menjadi suara bersama Komwil IV dalam forum nasional APEKSI mendatang.

Jaya Negara juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan Denpasar City Expo yang digelar bersamaan selama tiga hari sebagai ajang promosi produk unggulan dan potensi daerah masing-masing.

“Kota Denpasar dengan moto ‘Sewaka Dharma’ atau ‘Melayani Adalah Kewajiban’ berkomitmen menjadi tuan rumah yang sebaik-baiknya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, nyaman, dan produktif,” ujarnya.

Wahyu Hidayat turut menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Denpasar atas sambutan dan fasilitasi selama kegiatan berlangsung. Raker Komwil IV menjadi momentum memperkuat sinergi, konsultasi, dan koordinasi antar-pemerintah kota.

“Banyak isu strategis yang perlu didiskusikan bersama, mulai dari layanan publik, fiskal daerah, infrastruktur, lingkungan hidup hingga dampak ketidakpastian global. Forum ini menjadi ruang bertukar praktik baik dan mencari solusi bersama,” katanya.

Wahyu melanjutkan, hasil pembahasan Raker Komwil IV akan dibawa dalam Musyawarah Nasional APEKSI di Kota Medan, Sumatera Utara, sebagai rekomendasi bersama pemerintah kota se-Indonesia.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial APEKSI Ika Puspitasari mengatakan, kolaborasi menjadi sebuah keniscayaan dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah saat ini.

“Komwil merupakan ujung tombak APEKSI dalam menyuarakan berbagai persoalan daerah serta merumuskan solusi yang dapat menjadi pembelajaran bagi kota lain,” ujar Puspitasari.

Dorong promosi potensi daerah

Puspitasari mencontohkan semangat solidaritas antardaerah yang ditunjukkan anggota APEKSI saat membantu daerah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.

Selain itu, APEKSI juga mendorong promosi potensi unggulan daerah secara konsisten melalui penyusunan buku potensi dari 98 kota anggota serta pengembangan city branding yang direncanakan diluncurkan pada Oktober mendatang.

“Ada banyak isu yang membutuhkan kolaborasi, mulai dari konservasi energi, kesehatan masyarakat, ketahanan iklim, hingga ketahanan lansia. Oleh karena itu, mari saling berbagi dan bahu-membahu menghadapi tantangan demi kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing,” katanya.

Rangkaian Raker Komwil IV APEKSI Ke-21 juga diisi seminar pariwisata yang menghadirkan narasumber Prof Ir Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha dari Universitas Udayana. Seminar tersebut membahas penguatan sektor pariwisata daerah di tengah perubahan tren global dan tantangan pembangunan berkelanjutan.

Di akhir kegiatan juga dilaksanakan rapat pleno yang dipimpin Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Wali Kota Kupang Christian Widodo dan Wali Kota Denpasar. Rapat ini menetapkan sejumlah rekomendasi untuk dibawa pada Rakernas APEKSI mendatang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau