Advertorial

Ketua DPRD Surabaya Temui Kapolrestabes, Perkuat Sinergi Jaga Kekondusifan Kota

Kompas.com - 23/05/2026, 18:36 WIB

KOMPAS.com — Jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya memperkuat sinergi antarlembaga guna menjaga kekondusifan dan keamanan di Kota Pahlawan. Salah satu upayanya adalah dengan mengunjungi Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Surabaya tetap terjaga, damai, dan kondusif di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat.

Pertemuan audiensi antara pimpinan DPRD Kota Surabaya yang baru bersama Kepala Polrestabes Surabaya menjadi ajang koordinasi penting untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah kota (pemkot) dengan langkah penegakan hukum di lapangan.

Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis. Salah satunya adalah perlindungan terhadap anak-anak di tengah pesatnya arus digitalisasi.

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, anak-anak merupakan generasi penerus yang perlu mendapat perlindungan dari dampak negatif perkembangan teknologi ataupun ancaman kriminalitas.

“Untuk itu, kami memberikan layanan terkait penjagaan tentang anak-anak. Dengan era digitalisasi ini, isu tersebut penting menjadi sorotan kita agar anak-anak yang menjadi masa depan kota ini tidak menjadi korban,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (23/5/2026).

Selain perlindungan anak, pertemuan itu membahas persoalan keamanan di jalan raya serta peran penting menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman etnis dan ras yang ada di Surabaya.

Pria yang akrab disapa Kaji Ipuk itu menyebutkan bahwa menjaga stabilitas dan keamanan kota tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Sebaliknya, sinergi seluruh elemen diperlukan, termasuk dukungan dan arahan dari pihak kepolisian.

Kapolrestabes Surabaya Luthfie Sulistiawan menyambut baik kunjungan pimpinan DPRD Surabaya. Polrestabes Surabaya siap memperkuat koordinasi dan merumuskan langkah-langkah strategis guna menangani berbagai persoalan kota secara kolaboratif.

Salah satu isu teknis yang turut dibahas dalam pertemuan itu adalah rencana penertiban juru parkir liar di sejumlah titik di Surabaya.

Polrestabes Surabaya menyatakan siap memberikan dukungan penuh dalam upaya penataan parkir demi menciptakan ketertiban umum.

“Termasuk juga masalah penertiban parkir dan solusi-solusi ke depan nanti kita akan bicara secara teknis. Intinya, semua berkomitmen untuk lebih tertib, lebih teratur, dan masyarakatnya lebih sejahtera,” kata Luthfie.

Melalui penguatan sinergi antara DPRD dan kepolisian, Kota Surabaya diharapkan dapat terus berkembang menjadi kota yang aman, nyaman, dan toleran bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau