KOMPAS.com — Jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya memperkuat sinergi antarlembaga guna menjaga kekondusifan dan keamanan di Kota Pahlawan. Salah satu upayanya adalah dengan mengunjungi Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Surabaya tetap terjaga, damai, dan kondusif di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat.
Pertemuan audiensi antara pimpinan DPRD Kota Surabaya yang baru bersama Kepala Polrestabes Surabaya menjadi ajang koordinasi penting untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah kota (pemkot) dengan langkah penegakan hukum di lapangan.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis. Salah satunya adalah perlindungan terhadap anak-anak di tengah pesatnya arus digitalisasi.
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, anak-anak merupakan generasi penerus yang perlu mendapat perlindungan dari dampak negatif perkembangan teknologi ataupun ancaman kriminalitas.
“Untuk itu, kami memberikan layanan terkait penjagaan tentang anak-anak. Dengan era digitalisasi ini, isu tersebut penting menjadi sorotan kita agar anak-anak yang menjadi masa depan kota ini tidak menjadi korban,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (23/5/2026).
Selain perlindungan anak, pertemuan itu membahas persoalan keamanan di jalan raya serta peran penting menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman etnis dan ras yang ada di Surabaya.
Pria yang akrab disapa Kaji Ipuk itu menyebutkan bahwa menjaga stabilitas dan keamanan kota tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Sebaliknya, sinergi seluruh elemen diperlukan, termasuk dukungan dan arahan dari pihak kepolisian.
Kapolrestabes Surabaya Luthfie Sulistiawan menyambut baik kunjungan pimpinan DPRD Surabaya. Polrestabes Surabaya siap memperkuat koordinasi dan merumuskan langkah-langkah strategis guna menangani berbagai persoalan kota secara kolaboratif.
Salah satu isu teknis yang turut dibahas dalam pertemuan itu adalah rencana penertiban juru parkir liar di sejumlah titik di Surabaya.
Polrestabes Surabaya menyatakan siap memberikan dukungan penuh dalam upaya penataan parkir demi menciptakan ketertiban umum.
“Termasuk juga masalah penertiban parkir dan solusi-solusi ke depan nanti kita akan bicara secara teknis. Intinya, semua berkomitmen untuk lebih tertib, lebih teratur, dan masyarakatnya lebih sejahtera,” kata Luthfie.
Melalui penguatan sinergi antara DPRD dan kepolisian, Kota Surabaya diharapkan dapat terus berkembang menjadi kota yang aman, nyaman, dan toleran bagi seluruh lapisan masyarakat.