KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmennya sebagai bank global asal Indonesia yang aktif mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejumlah upaya telah dijalankan untuk hal tersebut, mulai dari penguatan konektivitas global, pengembangan ekosistem digital, kolaborasi strategis, hingga dukungan pembiayaan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Treasury and International Banking BNI Abu Santosa Sudradjat dalam sesi diskusi Business Talk bertajuk “The Bankers” pada rangkaian Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center dan GIK UGM, Yogyakarta, Jumat (22/5/2026) hingga Minggu (24/5/2026).
Abu menegaskan bahwa peran bank saat ini tidak lagi hanya sebagai lembaga intermediasi, tetapi juga menjadi strategic partner yang membantu pelaku usaha nasional terhubung dengan pasar global.
“Sebagai salah satu bank di Indonesia yang memiliki jaringan internasional, BNI berperan sebagai jembatan yang menghubungkan pelaku usaha nasional dengan pasar global. Selain menyediakan pembiayaan, BNI juga mendukung transaksi internasional, trade finance, business matching, dan akses informasi pasar bagi pelaku usaha Indonesia,” ujar Abu dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (23/5/2026).
Sejalan dengan komitmen tersebut, Abu mengatakan bahwa BNI secara konsisten memperkuat dukungan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui program BNI Xpora.
Program itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha, mempercepat digitalisasi, serta membuka peluang ekspor dan kemitraan bisnis internasional melalui jaringan global BNI.
BNI juga telah membangun open banking ecosystem melalui penguatan solusi transaksi digital dan cash management serta menghadirkan layanan digital, seperti wondr by BNI dan BNIdirect, untuk mendukung kebutuhan nasabah ritel ataupun korporasi.
“BNI akan secara konsisten memperkuat perannya sebagai penghubung ekosistem ekonomi nasional dan global melalui inovasi digital, penguatan jaringan internasional, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan terhadap sektor-sektor produktif dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing global,” tegas Abu.