Advertorial

Pemprov Jabar Pastikan Stok Hewan Kurban untuk Idul Adha 2026 Mencukupi

Kompas.com - 24/05/2026, 10:42 WIB

KOMPAS.com – Ketersediaan hewan kurban di Jawa Barat untuk Idul Adha 2026 dipastikan mencukupi.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS), stok domba pada Idul Adha tahun ini diperkirakan mencapai 223.812 ekor, meningkat dibandingkan tahun lalu sebanyak 187.395 ekor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Linda Al Amin, mengatakan bahwa ketersediaan sapi juga mengalami peningkatan pada tahun ini, yakni menjadi 120.916 ekor. Pada Idul Adha tahun lalu, jumlah sapi tercatat sebanyak 99.565 ekor.

Sementara itu, jumlah kambing tahun ini diperkirakan mencapai 61.578 ekor, sedikit menurun dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 63.319 ekor. Adapun untuk kerbau, tersedia sekitar 700 ekor, meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang berjumlah 336 ekor.

Linda mengatakan, peningkatan pasokan tahun ini dipengaruhi oleh masih adanya stok hewan kurban tahun lalu yang belum terjual.

Kesehatan dan kondisi hewan kurban terus dipantau

Selain memastikan ketersediaan hewan kurban, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus melakukan pengawasan terhadap kesehatan dan kelayakan ternak menjelang Idul Adha 2026.

Linda mengatakan, pengawasan lalu lintas hewan kurban telah dilakukan sejak Januari 2026 melalui aplikasi iSIKHNAS. Pihaknya juga memeriksa kelengkapan dokumen ternak, seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner (SV).

Selain itu, hewan kurban juga dipastikan telah mendapatkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Saat ini, pemeriksaan hewan kurban masih dilakukan dengan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi lapak penjualan hewan kurban dan kandang-kandang peternak. Melihat langsung kondisi kesehatan ternak, kemudian diberi stiker tanda sehat kurban sebagai tanda telah diperiksa,” kata Linda berdasarkan siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (24/5/2026).

Beberapa penyakit hewan kurban yang diantisipasi antara lain penyakit mulut dan kuku, penyakit kulit berbenjol atau lumpy skin disease (LSD), serta cacingan.

Selanjutnya, pada H-1 Idul Adha, akan dilakukan pemeriksaan antemortem yang meliputi kondisi fisik, umur, serta pemeriksaan gejala penyakit tertentu, seperti pada cuping hidung serta lubang kulmas (lubang hidung, mulut, telinga, kelamin, dan anus).

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak disembelih. Setelah proses penyembelihan saat Idul Adha, pemeriksaan kembali dilakukan secara pascamortem terhadap daging dan organ dalam, seperti hati, ginjal, limpa, dan paru-paru.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau