KOMPAS.com — Yayasan Gerakan Generasi Digital atau GenDigital Academy bersama Skystar Capital dan Hacktiv8 Indonesia menyelenggarakan kegiatan Code the Future AI Summit 2026 di TCC Batavia Tower One, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Code the Future AI Summit 2026 merupakan puncak dari rangkaian hackathon kecerdasan buatan (AI) nasional yang telah berlangsung selama dua bulan. Program ini mengajak generasi muda Indonesia membangun solusi berbasis AI untuk menjawab berbagai permasalahan nyata di sekitar mereka.
Melalui program ini, lebih dari 120 pelajar, mahasiswa, builder, dan komunitas teknologi berkumpul untuk merayakan semangat membangun solusi AI di Indonesia. Menariknya, peserta tidak harus memiliki pengalaman coding sebelumnya.
Di tengah perkembangan teknologi AI yang semakin pesat pada 2026, Code the Future hadir dengan keyakinan bahwa jarak antara ide dan eksekusi kini semakin kecil.
Dengan berbagai tools AI yang semakin mudah diakses, generasi muda Indonesia pun berkesempatan lebih besar untuk membangun produk, solusi, dan bisnis yang berdampak.
“Jika ada waktu yang tepat untuk anak muda Indonesia mulai membangun, waktunya adalah sekarang,” ujar Founder dan Senior Advisor GenDigital Academy sekaligus Product Manager Microsoft di Amerika Serikat Isaac Winoto dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (25/5/2026).
Isaac menambahkan, teknologi AI membuat proses membangun solusi menjadi jauh lebih cepat dan mudah diakses.
“Kami percaya masa depan Indonesia akan dibentuk oleh mereka yang mulai membangun hari ini,” katanya.
Code the Future AI Summit 2026 dibuka dengan sambutan dari Senior Investment Associate Skystar Capital Herman Hermawan, serta Vice President GenDigital Academy sekaligus main PIC acara Dylan Jaya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi “Future Builders & Leaders Talks” bersama Herman Hermawan dan Co-Founder yang juga Chief Evangelist Hacktiv8 Indonesia Riza Fahmi.
Pada sesi tersebut, peserta diajak memahami cara sebuah ide dikembangkan menjadi solusi nyata, diubah menjadi produk, hingga berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan dan menarik bagi venture capital.
Para pembicara juga membahas berbagai mitos seputar AI dan startup. Selain itu, mereka turut memberikan tip kepada generasi muda agar dapat menjadi pemimpin masa depan di era AI dan lanskap Indonesia 2026.
Kolaborasi antara GenDigital Academy, Skystar Capital, dan Hacktiv8 juga menunjukkan peran penting sinergi antara komunitas dan ekosistem startup dalam mendukung kelahiran generasi builders baru di Indonesia.
Head of Communication and Partnerships Skystar Capital Christopher mengatakan, acara seperti Code the Future dapat membuka akses lebih awal terhadap talenta-talenta muda di bidang teknologi.
“Acara seperti ini memberikan kesempatan bagi kami untuk mendapatkan akses lebih awal kepada talenta-talenta muda di bidang teknologi, khususnya mahasiswa dan pelajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan ekosistem digital Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang bagi talenta muda untuk berkembang.
“Kami percaya, perkembangan ekosistem digital Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang seperti Code the Future agar talenta-talenta terbaik bangsa dapat terus berkembang dan menunjukkan potensinya,” katanya.
Finalis hackathon tampilkan berbagai solusi AI
Acara summit itu juga menampilkan demo day dari para finalis hackathon untuk kategori high school dan university.
Pada kategori high school, peserta mempresentasikan berbagai solusi kreatif di bidang produktivitas, kesehatan, public policy, hingga Internet of Things (IoT).
Beberapa solusi yang ditampilkan adalah workflow CAD 3D berbasis AI, aplikasi pencarian suster untuk pasien rawat inap, hingga sistem IoT untuk menentukan kebutuhan air tanaman secara optimal.
Pada kategori university, para finalis menghadirkan solusi AI yang lebih mendalam di sektor pendidikan dan finansial.
Beragam inovasi dipresentasikan, mulai dari intelligent procurement recommendation system untuk pabrik kelapa sawit, aplikasi komunitas untuk melestarikan bahasa dan budaya lokal Indonesia, hingga multi-agent AI system untuk membantu pengambilan keputusan pinjaman online yang lebih aman dan cerdas.
Di sela-sela demo day, peserta juga mengikuti AI Game Show interaktif yang menantang mereka untuk mereplikasi gambar menggunakan prompt model AI pilihan mereka.
Pemenang permainan mendapatkan hadiah berupa langganan Claude AI selama tiga bulan. Hadiah ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap semangat eksplorasi dan pembelajaran AI bagi generasi muda Indonesia.
Jelang penutupan acara, GenDigital Academy menayangkan video inspiratif mengenai perjalanan dan visi organisasi ke depan.
Pada sesi tersebut, Isaac menyampaikan arah baru GenDigital pada 2026. Fokusnya mencakup literasi AI dan AI agents, pembangunan volunteering ecosystem yang lebih mudah diakses, serta pengembangan komunitas learners and builders untuk memperluas akses literasi digital di Indonesia.
Melalui arah baru tersebut, GenDigital menargetkan dapat menjangkau 5.000 digital learners baru di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta dalam satu tahun ke depan.
Target tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan mahasiswa, profesional, komunitas, sekolah, lembaga non-pemerintah atau NGO, serta partner industri.
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang hackathon kategori high school dan university serta pemberian sertifikat kepada para finalis dan peserta.
Melalui Code the Future, GenDigital Academy berharap, semakin banyak anak muda Indonesia berani membangun solusi nyata dengan teknologi dan mengambil peran dalam membentuk masa depan digital Indonesia.