Advertorial

Koperasi Jadi Kekuatan Baru Transformasi Ekonomi Pancasila

Kompas.com - 01/06/2026, 15:51 WIB

KOMPAS.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Pancasila merupakan pegangan kokoh bangsa Indonesia dalam menyatukan keberagaman, memperkuat semangat gotong royong, mewujudkan keadilan sosial, serta menjaga persatuan dan perdamaian nasional.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan transformasi besar dalam sistem ekonomi nasional.

Prabowo menekankan pentingnya membumikan Ekonomi Pancasila dan menghidupkan kembali peran koperasi sebagai salah satu pilar utama pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, seluruh elemen bangsa perlu jujur melihat realitas bahwa pertumbuhan ekonomi selama beberapa dekade terakhir belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dalam kegiatan itu, Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin, Ketua MPR Ahmad Muzani, para menteri Kabinet Merah Putih, serta Ketua DPD Sultan B Najamudin turut hadir.

Prabowo menegaskan bahwa cita-cita para pendiri bangsa yang tertuang dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 harus diwujudkan melalui penguatan koperasi sebagai usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan.

Koperasi dinilai memiliki peran strategis dalam mengangkat masyarakat dari kemiskinan dan ketidakberdayaan.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah terus menjalankan transformasi pembangunan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, menempatkan rakyat sebagai pelaku utama pembangunan, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui koperasi dan ekonomi desa.

"Sangat jelas diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan," tegas Prabowo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (1/6/2026).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penguatan koperasi dan ekonomi desa serta penerapan kebijakan yang lebih ketat dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Menutup amanatnya, Prabowo mengingatkan kembali pesan Proklamator RI Soekarno agar bangsa Indonesia berani berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari.

Ia optimistis Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang kuat, disegani, dan mampu berkontribusi bagi perdamaian dunia apabila nilai-nilai Pancasila dijalankan secara konsisten, terutama dalam bidang ekonomi.

"Mari kita jaga Pancasila, mari kita amalkan Pancasila, mari kita wujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat," ujar Prabowo.

Menanggapi arahan tersebut, Menkop Ferry Juliantono menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mewujudkan cita-cita Ekonomi Pancasila.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan mengakselerasi penguatan sektor ekonomi kerakyatan, salah satunya melalui optimalisasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Apa yang disampaikan Presiden Prabowo merupakan mandat ideologis sekaligus operasional bagi kami. Kementerian Koperasi siap menerjemahkan arahan tersebut di lapangan," ujar Ferry.

Ia menjelaskan, Kemenkop akan memperkuat fondasi ekonomi dari akar rumput melalui program KDKMP.

Program tersebut diharapkan mampu menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai benteng utama ketahanan ekonomi masyarakat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau