KOMPAS.com – Lebih dari 500 profesional dari berbagai latar belakang mengikuti Teman Kreativ Online Conference 2026 yang digelar secara daring pada Sabtu (2/5/2026).
Di tengah momentum libur panjang Hari Raya Idul Adha, peserta yang terdiri dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), freelancer, hingga ibu rumah tangga memilih memanfaatkan waktu untuk belajar dan mencari peluang baru di bidang remote work.
Fenomena ini tidak lepas dari kegelisahan yang dirasakan banyak pekerja saat ini. Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pasar kerja yang semakin kompetitif, muncul pertanyaan “apakah masih ada ruang untuk berkembang?”.
Konferensi yang berlangsung hampir tiga jam melalui Zoom tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai perspektif, mulai dari pemerintah, praktisi, hingga pelaku usaha.
Chief Executive Officer (CEO) SMESCO Indonesia Doddy Akhmadsyah Matondang menegaskan bahwa freelancer merupakan bagian dari pelaku UMKM yang perlu mendapat perhatian. Pengelompokan tersebut tidak semata dilihat dari jenis usaha, tetapi juga dari skala pendapatan.
“Freelancer adalah bagian dari UMKM. Kami memiliki tanggung jawab untuk mendampingi mereka,” ujar Doddy dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (27/5/2026).
Menurut Doddy, terdapat sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para freelancer dan pelaku usaha, seperti afiliasi lebih dari 20.000 produk UMKM melalui Galeri Nusantara, keterlibatan komunitas sebagai penyelenggara kegiatan di daerah, hingga program digitalisasi berbasis kecerdasan buatan yang dapat diakses secara gratis.
“Kolaborasi bukan pilihan, ini keharusan,” ucap Doddy.
Pada kesempatan itu, Remote Workers Strategist sekaligus Founder Portolabs.id, Della Miranti membagikan pengalamannya saat memulai karier di bidang remote work.
Ia mengaku pernah kehilangan pekerjaan setelah empat bulan bekerja dan tidak memiliki portofolio yang kuat. Kondisi tersebut mendorongnya untuk mulai membuat konten di media sosial pribadi.
Meski dibuat tanpa persiapan matang, konten tersebut justru menarik perhatian luas dan ditonton lebih dari 8 juta kali. Pengalaman itu membuka jalan baru dalam karier Della sekaligus memperluas pemahaman bahwa peluang dapat datang dari berbagai arah.
Della menekankan pentingnya memahami kemampuan yang dimiliki serta menyesuaikannya dengan kebutuhan pasar.
“Kenali skill yang bisa dijual, pahami medan yang dihadapi, dan fokus pada satu arah,” ujar Della.
Sementara itu, Senior Business Coach dan investor Ferly F Raya menyoroti pentingnya membangun kepercayaan dalam hubungan kerja antara klien dan remote worker.
Menurut Ferly, keraguan pelaku usaha terhadap remote worker kerap dipengaruhi pengalaman negatif di masa lalu. Kepercayaan dapat dibangun melalui komunikasi yang konsisten dan proaktif.
“Lebih baik memberikan pembaruan secara berkala daripada tidak memberi kabar sama sekali,” kata Ferly.
Masih dalam acara yang sama, Founder Teman Kreativ Diah Kusuma Dewi memaparkan capaian program magang yang diselenggarakan pada Oktober hingga Desember 2025.
Program yang melibatkan 37 virtual assistant, 10 mentor, dan 27 sesi mentoring ini telah mampu menumbuhkan performa media sosial hingga 309 persen, peningkatan engagement rate mencapai 11.000 persen, serta total 5 juta tayangan.
Dari 37 peserta, sebanyak 15 orang melanjutkan kerja sama dalam bentuk kontrak berbayar hingga akhir 2026.
Menurut Diah, Teman Kreativ tidak hanya menjadi wadah pembelajaran, tetapi juga ekosistem yang mendukung perkembangan anggotanya.
“Teman Kreativ bukan hanya kelas belajar. Ini ekosistem yang menjadi support system bagi para anggotanya,” ujar Diah.
Acara tersebut ditutup dengan pelantikan pengurus Teman Kreativ masa bakti 2026 hingga 2027 sebagai bagian dari penguatan komunitas.