KOMPAS.com - Telkom University Jakarta untuk kali pertama menggelar Jakarta Student Leader Summit (JSLS) di Gedung Stasiun Bumi, Kampus Daan Mogot, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 450 pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) sederajat dari wilayah DKI Jakarta dan Banten.
Mengusung tema “SYNC: Synchronizing Art, Tech, and Leadership”, JSLS 2026 menjadi ruang pengembangan diri yang mempertemukan kreativitas, penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta nilai kepemimpinan masa depan.
Melalui tema tersebut, Telkom University Jakarta menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pilihan program studi.
Lebih dari itu, generasi muda juga perlu mampu menyelaraskan bakat, pemahaman teknologi, dan kapasitas kepemimpinan agar lebih siap menghadapi perubahan zaman.
Kegiatan tersebut pun disambut antusias oleh peserta. Hal ini menunjukkan bahwa pelajar membutuhkan ruang pengembangan diri yang relevan dengan karakter dan kebutuhan Gen Z.
Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan, dan Alumni Telkom University Prof Dr Ratri Wahyuningtyas mengatakan, adaptasi teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan rekan-rekan sebagai generasi penerus bangsa serta menciptakan the future leaders yang memiliki karakter kuat,” ujar Ratri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (3/6/2026).
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Telkom University Jakarta dalam membekali mahasiswa dan calon mahasiswa dengan kombinasi keahlian teknis dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai HEI, yakni Harmony, Excellence, dan Integrity.
Kepemimpinan di era AI
Pada sesi utama, JSLS 2026 menghadirkan dosen yang juga influenser Risky Danie Fahrulloh atau yang dikenal sebagai Dann Rizky.
Dalam talk show tersebut, Dann, sapaan akrab Danie, membahas konsep “The Triple Threat Leader” melalui tiga pilar utama, yakni art, tech, dan leadership.
Ia menjelaskan, seni dapat menjadi kekuatan dalam kepemimpinan karena membantu seseorang membangun empati, menyampaikan gagasan dengan lebih menarik, dan memecahkan masalah secara kreatif.
Sementara itu, teknologi, khususnya AI, perlu diposisikan sebagai asisten cerdas atau copilot, bukan sebagai pengganti manusia.
JSLS 2026 menghadirkan talkshow edukatif. Menurutnya, manusia tetap perlu menjadi pilot yang memegang kendali atas keputusan, arah berpikir, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Adapun pada aspek kepemimpinan, Dann menekankan peran penting empati, konsistensi visi, serta keberanian mengambil tindakan nyata.
“Pada era ekonomi atensi, kemampuan memahami AI, membangun kolaborasi, dan memimpin dengan kejujuran menjadi lebih penting ketimbang sekadar memperdebatkan latar belakang pendidikan,” kata Dann.
Sesi berbagi pengalaman juga diisi oleh perwakilan Forum OSIS (FOS) DKI Jakarta, Aisya dan Arsya.
Keduanya menekankan bahwa kepemimpinan perlu dimulai dari diri sendiri melalui komitmen, empati, dan kemampuan berkomunikasi.
Menurut mereka, pemimpin yang baik harus mampu menjadi sosok pelatih atau coach yang mau mendengar aspirasi anggota, mengambil keputusan dengan cepat, dan tetap menjaga sisi humanis.
Apresiasi terhadap kepemimpinan era digital juga disampaikan Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Drs Umaryadi.
Menurutnya, para pelajar harus bijak dalam memanfaatkan teknologi sebagai calon pemimpin masa depan.
“Selain menjadi pengguna, pelajar perlu berinovasi dan memperkuat karakter agar siap melanjutkan estafet kepemimpinan di masa yang akan datang,” tutur Umaryadi.
Selain mengikuti talk show, peserta JSLS 2026 juga diajak merasakan langsung simulasi perkuliahan melalui sesi trial class interaktif.
Sesi tersebut dipandu para dosen dari berbagai program studi di Telkom University Jakarta dengan pendekatan hands-on innovation.
Beberapa aktivitas yang dihadirkan antara lain adalah uji coba komponen proyek internet of things (IoT) bersama Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi dan pembuatan ilustrasi di kelas S1 Desain Komunikasi Visual (DKV).
Peserta juga mengikuti pembuatan chatbot tanpa coding dalam waktu 60 menit bersama S1 Teknologi Informasi. Terdapat juga analisis jejak media sosial untuk strategi pengambilan keputusan di kelas S1 Sistem Informasi.
Hadirkan implementasi ilmu
Di luar ruang kelas, Telkom University Jakarta turut menghadirkan Campus Innovation Expo and Market Day.
Pameran tersebut menampilkan karya inovatif dari empat program studi, yakni S1 Teknik Telekomunikasi, S1 Teknologi Informasi, S1 Sistem Informasi, dan S1 Desain Komunikasi Visual.
Melalui pameran tersebut, para pelajar dapat mengeksplorasi pilihan studi lanjut serta melihat contoh penerapan ilmu yang dekat dengan kebutuhan industri masa depan.
JSLS 2026 menghadirkan pameran inovasi. Kemeriahan JSLS 2026 ditutup sesi hiburan untuk membangun kebersamaan antarsekolah. Pada puncak acara, penampilan Adrian Khalif membuat para peserta bernyanyi bersama.
Kombinasi seminar kepemimpinan, pengalaman belajar, pameran inovasi, dan hiburan tersebut dihadirkan untuk menciptakan suasana yang kreatif, inklusif, dan dekat dengan generasi muda.
Setelah sukses menggelar JSLS untuk kali pertama, Telkom University Jakarta berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan.
Melalui gelaran tersebut, para peserta diharapkan membawa pulang perspektif baru dan kesiapan untuk menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.
Melalui ekosistem belajar yang adaptif, Telkom University Jakarta ingin mendampingi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, menguasai teknologi, dan membangun kepemimpinan masa depan.