Advertorial

Neraca Perdagangan Jabar Cetak Surplus 8,90 Miliar Dollar AS pada Januari-April 2026

Kompas.com - 03/06/2026, 15:14 WIB

KOMPAS.com – Neraca perdagangan Jawa Barat (Jabar) mencatatkan surplus 8,90 miliar dollar AS selama periode Januari-April 2026.

Surplus tersebut terjadi karena nilai ekspor Jabar lebih besar jika dibandingkan impor pada periode tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menjelaskan, nilai ekspor Jabar pada Januari-April 2026 mencapai 12,58 miliar dollar AS. Angka ini naik 4,15 persen dari periode sama pada 2025.

Dari jumlah tersebut, nilai ekspor non-minyak dan gas bumi (migas) Jabar mencapai 12,51 miliar dollar AS, naik 4,30 persen dari periode sama 2025. Sementara itu, ekspor migas mencapai 72,70 juta dollar AS atau turun 16,39 persen.

Ekspor nonmigas terbesar ke AS

Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Januari-April 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah golongan kendaraan dan bagiannya. Nilai ekspor komoditas ini naik 297,95 juta dollar AS atau 11,80 persen.

Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah golongan perhiasan atau permata, yakni turun 73,59 juta dollar AS atau 18,99 persen.

“Ekspor nonmigas terbesar selama Januari 2026 hingga April 2026 dilakukan ke Amerika Serikat dengan nilai 2,08 miliar dollar AS, disusul Filipina sebesar 1,19 miliar dollar AS, dan ke Jepang sebesar 922,58 juta dollar AS. Kontribusi ketiganya mencapai 33,53 persen,” kata Margaretha dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (3/6/2026).

Sementara itu, ekspor Jabar ke negara ASEAN tercatat sebesar 3,47 miliar dollar AS. Adapun ekspor ke Amerika Serikat dan Eropa mencapai 4,70 miliar dollar AS.

Kinerja ekspor sektoral Jabar pada Januari-April 2026 juga mengalami peningkatan ketimbang periode yang sama pada 2025.

Sektor pertanian naik 4,21 persen, sektor industri pengolahan naik 4,30 persen, serta sektor pertambangan dan lainnya naik 2,20 persen.

Impor Jabar turun 7,63 persen

Terkait impor Jawa Barat, nilainya pada Januari-April 2026 mencapai 3,68 miliar dollar AS. Angka ini turun 7,63 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Impor nonmigas tercatat sebesar 3,44 miliar dollar AS atau turun 0,54 persen. Sementara itu, impor migas mencapai 232,36 juta dollar AS atau turun 55,08 persen.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar pada Januari-April 2026, komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah golongan kendaraan dan bagiannya. Nilai impor komoditas ini turun 154,38 juta dollar AS atau 51,08 persen.

Sementara itu, komoditas yang mengalami peningkatan impor terbesar adalah golongan mesin dan perlengkapan elektronik, yakni naik 97,19 juta dollar AS atau 18,25 persen.

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ke Jawa Barat pada Januari-April 2026 adalah China dengan nilai 1,41 miliar dollar AS atau 41,04 persen.

Posisi berikutnya ditempati Jepang sebesar 410,06 juta dollar AS atau 11,91 persen serta Korea Selatan sebesar 407,46 juta dollar AS atau 11,83 persen.

Berdasarkan golongan penggunaan barang, nilai impor mengalami penurunan di seluruh kategori pada Januari-April 2026.

Impor barang konsumsi turun 12,63 persen, bahan baku atau penolong turun 5,63 persen, dan barang modal turun 17,20 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau