Advertorial

BNI dan PBSI Dorong Regenerasi Atlet Lewat Indonesia Open

Kompas.com - 04/06/2026, 11:37 WIB

KOMPAS.com – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat pembinaan atlet muda bulu tangkis nasional dengan mengikutsertakan di ajang Indonesia Open 2026.

Turnamen level Badminton World Federation (BWF) Super 1000 tersebut tidak hanya menjadi ajang bulu tangkis bergengsi kelas dunia, tetapi juga menjadi momentum penting dalam regenerasi atlet nasional. 

Di ajang tersebut, atlet muda Indonesia dapat menambah pengalaman bertanding, mengasah kemampuan, serta membangun mental juara saat menghadapi para pemain terbaik dunia. Dengan begitu, mereka diharapkan bisa menjadi penerus tradisi prestasi bulu tangkis Indonesia di tingkat internasional.

Salah satu pasangan yang mendapat kesempatan tampil di Indonesia Open 2026 adalah ganda putra muda Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan. Keikutsertaan pasangan berperingkat ke-37 dunia ini menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang untuk memperkuat daya saing atlet muda Indonesia di level global.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, pengalaman bertanding di turnamen sekelas Indonesia Open merupakan modal penting dalam perjalanan seorang atlet menuju level tertinggi.

Kesempatan menghadapi pemain-pemain elite dunia akan membantu membentuk karakter, mental bertanding, serta meningkatkan kualitas permainan atlet muda Indonesia.

Sebagai bank nasional yang konsisten mendukung kemajuan olahraga Indonesia, lanjut Okky, BNI meyakini pengalaman bertanding di level tertinggi merupakan investasi penting dalam pembentukan atlet berkelas dunia. 

“Kesempatan tersebut membantu atlet muda meningkatkan kepercayaan diri, memperkaya jam terbang internasional, serta memperkuat daya saing mereka di kancah global,” ujar Okki seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (4/6/2026).

Sejak dipasangkan di Pelatnas, Devin dan Faathir menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Keduanya berhasil meraih gelar juara Toyota Thailand International Challenge 2025 dan Odisha Masters 2025 di India.

Selain itu, pasangan tersebut juga menembus babak semifinal pada turnamen wondr by BNI Indonesia International Challenge I 2025, wondr by BNI Indonesia Masters II 2025, serta Astana International Challenge 2025 di Kazakhstan.

Okki melihat, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa pembinaan atlet muda Indonesia berjalan sesuai arah yang diharapkan. Dengan dukungan yang berkelanjutan, atlet-atlet muda berpotensi menjadi kekuatan baru bulu tangkis Indonesia pada masa mendatang.

Prestasi yang diraih Devin dan Faathir menunjukkan Indonesia tidak pernah kekurangan talenta. Hal yang dibutuhkan saat ini, tutur Okki, adalah kesempatan untuk berkembang, pengalaman bertanding yang memadai, serta dukungan yang konsisten dari seluruh ekosistem olahraga. 

“Kami optimistis, semakin banyak atlet muda Indonesia yang mampu mengikuti jejak para pendahulunya dan mengharumkan nama bangsa di panggung dunia,” imbuhnya.

Sebagai mitra strategis PBSI, BNI terus mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan, mulai dari pengembangan talenta usia muda hingga penguatan ekosistem kompetisi nasional maupun internasional.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari kontribusi BNI dalam membangun sumber daya manusia unggul serta menjaga tradisi prestasi olahraga Indonesia. Perseroan meyakini investasi pada pembinaan atlet muda merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan PBSI, BNI berharap dapat turut melahirkan generasi penerus juara dunia yang akan membawa Indonesia terus berprestasi di panggung bulu tangkis internasional.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau