Advertorial

Raymond/Joaquin Tembus Final Indonesia Open, Regenerasi Atlet Badminton PBSI-BNI Tuai Hasil

Kompas.com - 07/06/2026, 11:36 WIB

KOMPAS.com – Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melaju ke final Indonesia Open 2026 setelah menyingkirkan sejumlah pasangan unggulan dunia.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi regenerasi bulu tangkis Indonesia yang dilakukan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan didukung PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, khususnya di nomor ganda putra.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, keberhasilan Raymond/Joaquin menunjukkan bahwa pembinaan atlet muda membutuhkan proses yang konsisten dan berkelanjutan.

“Keberhasilan Raymond dan Joaquin merupakan bukti bahwa prestasi dunia lahir dari pembinaan yang konsisten, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ujar Okki dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (7/6/2026).

Okki menyatakan, dukungan BNI terhadap pembinaan atlet bulutangkis merupakan bagian dari investasi jangka panjang. Dengan demikian, atlet Indonesia mampu berprestasi di level dunia.

“Kami bangga melihat atlet-atlet muda Indonesia tumbuh, berkembang, dan mampu bersaing dengan pemain terbaik dunia,” kata Okki.

Ia menambahkan, capaian Raymond/Joaquin memperkuat keyakinan bahwa ekosistem pembinaan yang tepat dapat menjaga tradisi prestasi bulu tangkis nasional.

Dalam laga final Indonesia Open 2026, Raymond-Joaquin akan menghadapi pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.

Goh/Nur memastikan tempat di final setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Perjalanan Raymond/Joaquin menuju final berlangsung impresif. Salah satu kemenangan penting mereka diraih saat menaklukkan unggulan kedua dunia asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Kemenangan tersebut menunjukkan kapasitas pasangan muda Indonesia untuk bersaing dan memberi tekanan kepada pemain elite dunia.

Momentum positif itu berlanjut di babak perempat final. Raymond/Joaquin mampu mengalahkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, melalui pertarungan tiga gim.

Dalam pertandingan tersebut, Raymond/Joaquin menunjukkan ketenangan dalam menghadapi tekanan, kematangan permainan, dan daya juang tinggi.

Meski masih berusia relatif muda ketimbang sejumlah rivalnya, keduanya mampu memperlihatkan kualitas permainan yang kompetitif serta mental bertanding yang kuat.

Keberhasilan menembus final Indonesia Open 2026 juga menjadi tanda bahwa proses regenerasi yang dijalankan PBSI berada di jalur positif.

Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan dapat menghasilkan atlet muda yang siap melanjutkan tradisi prestasi Indonesia di pentas dunia.

Apresiasi untuk Rachel/Febi

Selain Raymond/Joaquin, BNI juga mengapresiasi perjuangan pasangan ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang mampu melangkah hingga semifinal Indonesia Open 2026.

Rachel/Febi harus terhenti setelah kalah dari pasangan peringkat satu dunia asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dengan skor 17-21, 16-21.

Meski kalah, Okki menilai, Rachel/Febi telah menunjukkan semangat juang dan kualitas permainan yang patut diapresiasi.

“Rachel dan Febi telah menunjukkan semangat juang, keberanian, serta kualitas permainan yang patut diapresiasi,” ujar Okki.

Menurutnya, menghadapi pasangan nomor satu dunia bukan perkara mudah. Namun, Rachel/Febi mampu tampil kompetitif dan memberikan perlawanan terbaik.

Keberhasilan Rachel/Febi menembus semifinal turnamen level Super 1000, lanjutnya, menjadi pengalaman berharga dalam pematangan mereka sebagai atlet elite dunia.

 “Kami optimistis, pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi perkembangan mereka ke depan,” katanya.

Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa sektor ganda putri Indonesia memiliki potensi untuk terus berkembang dan bersaing di level tertinggi.

Sebagai mitra strategis PBSI, BNI menyatakan akan terus mendukung pengembangan ekosistem bulu tangkis nasional. Dukungan tersebut mencakup pembinaan usia dini, pengembangan talenta muda, hingga pendampingan atlet menuju level elite dunia.

“BNI meyakini bahwa prestasi internasional tidak lahir secara instan, tapi melalui pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendukung PBSI dalam menciptakan ekosistem yang memungkinkan atlet-atlet muda Indonesia berkembang dan mencapai potensi terbaiknya,” ucap Okki.

Ia menambahkan, dukungan terhadap pembinaan olahraga juga menjadi bagian dari upaya BNI mendorong lahirnya generasi muda yang berprestasi dan mampu membawa nama Indonesia bersaing di tingkat internasional.

Bagi BNI, capaian Raymond/Joaquin yang menembus final dan Rachel/Febi yang mencapai semifinal Indonesia Open 2026 menunjukkan signifikansi kolaborasi antara dunia olahraga dan dunia usaha dalam membangun prestasi berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau