Advertorial

Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri

Kompas.com - 07/06/2026, 19:51 WIB

KOMPAS.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom menyelenggarakan Forum Kedaulatan Digital Nasional bertajuk “Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Nasional yang Berdaulat” di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Forum tersebut mempertemukan regulator, badan usaha milik negara (BUMN) strategis, pelanggan enterprise, serta global technology partners untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun fondasi cloud, kecerdasan artifisial (AI), dan keamanan siber yang aman, resilien, serta berdaulat.

Forum itu merupakan kelanjutan dari deklarasi “Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia” yang diselenggarakan pada Rabu (20/5/2026).

Adapun deklarasi tersebut menegaskan visi bersama mengenai urgensi kedaulatan teknologi nasional. Sementara itu, Forum Kedaulatan Digital Nasional menjadi langkah konkret untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam blueprint dan roadmap implementasi yang lebih terukur melalui tiga pilar utama, yaitu Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity.

Kehadiran Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemenkomdigi) dalam forum tersebut menegaskan signifikansi sinergi antara regulator dan pelaku industri dalam membangun fondasi digital nasional yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital serta menjaga kepentingan strategis Indonesia di era transformasi digital.

Forum itu juga menjadi ruang kolaborasi lintas ekosistem untuk menyelaraskan arah pembangunan cloud, AI, dan keamanan siber dengan kebutuhan nasional.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemenkomdigi Sonny Hendra Sudaryana menekankan, sinergi antara regulator, industri, serta penyedia teknologi penting dilakukan dalam memastikan transformasi digital nasional berlangsung secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.

“Penguatan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan data nasional, meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia, serta memastikan transformasi digital nasional dapat berjalan secara aman, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Sonny dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (5/6/2026).

Jajaran manajemen Telkom bersama perwakilan Komdigi, BUMN strategis, pelanggan enterprise, dan global technology partners berkolaborasi merumuskan blueprint cloud, AI, dan keamanan siber sebagai fondasi kedaulatan digital Indonesia dalam Forum Kedaulatan Digital Nasional di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Dok. Telkom Jajaran manajemen Telkom bersama perwakilan Komdigi, BUMN strategis, pelanggan enterprise, dan global technology partners berkolaborasi merumuskan blueprint cloud, AI, dan keamanan siber sebagai fondasi kedaulatan digital Indonesia dalam Forum Kedaulatan Digital Nasional di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji menambahkan, kini, kedaulatan digital telah menjadi kebutuhan strategis nasional yang memerlukan sinergi lintas sektor dan lintas ekosistem.

“Kedaulatan digital bukan lagi sekadar isu teknologi, melainkan fondasi daya saing, ketahanan, dan keberlanjutan bangsa di masa depan. Indonesia harus mampu membangun kendali atas data, AI, cloud, dan keamanan sibernya sendiri agar tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi arsitek masa depan digitalnya sendiri,” ujar Seno.

Melalui transformasi TLKM 30, lanjut dia, Telkom secara konsisten memperkuat peran sebagai penyedia konektivitas serta service enabler untuk membangun fondasi digital nasional yang lebih resilien, aman, dan mandiri.

Perkuat fondasi cloud, AI, dan keamanan siber

Forum Kedaulatan Digital Nasional mengangkat tiga fokus utama yang menjadi fondasi kedaulatan digital Indonesia, yakni Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity.

Ketiga pilar tersebut menjadi kerangka kolaborasi untuk memastikan Indonesia memiliki kapasitas komputasi, kapabilitas AI, dan sistem keamanan digital yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di dalam negeri.

Sebagai bagian dari forum tersebut, Telkom juga memperkuat inisiatif AdyaCakra, yakni sovereign digital stack yang mengintegrasikan kapabilitas nasional dengan teknologi global terbaik untuk mendukung kebutuhan pemerintah, BUMN, dan sektor industri strategis.

AdyaCakra mencakup kapabilitas Sovereign Cloud melalui NeuCentrIX, NeutraDC Hyperscale, dan edge infrastructure, kapabilitas Sovereign AI melalui AI Hub dan Agentic AI BigBox, serta kapabilitas Sovereign Cybersecurity melalui Telkom CSOC, sovereign threat intelligence, dan managed detection and response.

Pada kesempatan sama, delapan global technology partners berpartisipasi dalam diskusi strategis dan penandatanganan intentional collaboration sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendukung pengembangan ekosistem digital yang aman, resilien, dan berdaulat.

Kolaborasi itu diharapkan dapat mempercepat pengembangan kapabilitas nasional, transfer pengetahuan, serta adopsi teknologi yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

Forum Kedaulatan Digital Nasional menjadi upaya Telkom untuk membantu mewujudkan kedaulatan digital Indonesia serta pencapaian Visi Digital Indonesia 2030 dan agenda transformasi TLKM 30.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau