Advertorial

Raymond/Joaquin Tembus Final Indonesia Open 2026, Sinyal Positif Regenerasi Ganda Putra Indonesia

Kompas.com - 08/06/2026, 09:41 WIB

KOMPAS.com – Penampilan pasangan ganda putra muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Indonesia Open 2026 menjadi salah satu sorotan dalam turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut.

Meski harus puas finis sebagai runner-up, keberhasilan Raymond/Joaquin menembus partai final menjadi sinyal positif bagi proses regenerasi bulu tangkis Indonesia.

Pasangan muda tersebut mencatatkan pencapaian penting dalam karier mereka dengan melaju ke final turnamen level Super 1000 untuk pertama kali. Level Super 1000 merupakan kasta tertinggi dalam rangkaian turnamen reguler Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Corporate Secretary PT Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Okki Rushartomo mengatakan, pencapaian Raymond/Joaquin menunjukkan bahwa pembinaan atlet muda yang dijalankan secara berkelanjutan mampu menghasilkan pemain yang siap bersaing di level tertinggi.

“Keberhasilan Raymond dan Joaquin menembus final perdana mereka di level Super 1000 merupakan pencapaian yang membanggakan. Ini menunjukkan bahwa regenerasi atlet Indonesia terus berjalan dan mampu melahirkan talenta-talenta muda yang siap mengambil peran penting di panggung internasional,” ujar Okki dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (7/6/2026).

Perjalanan Raymond/Joaquin menuju final Indonesia Open 2026 juga menunjukkan potensi besar generasi baru ganda putra Indonesia. Sepanjang turnamen, keduanya mampu melewati sejumlah pasangan unggulan dunia dan menampilkan permainan yang kompetitif.

Pada partai final, Raymond/Joaquin menghadapi pasangan Malaysia sekaligus unggulan ketujuh turnamen, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Meski gagal meraih gelar juara, pasangan Indonesia tersebut dinilai mampu menunjukkan daya saing dan mental bertanding yang menjanjikan.

Pencapaian tersebut turut menegaskan potensi Raymond/Joaquin sebagai bagian dari generasi baru ganda putra Indonesia yang diproyeksikan mampu bersaing dengan pasangan-pasangan elite dunia.

Goh/Nur sendiri bukanlah lawan yang asing bagi Raymond/Joaquin. Sebelum pertemuan di final Indonesia Open 2026, kedua pasangan telah dua kali berhadapan dengan catatan kemenangan yang berimbang.

Pada pertemuan terakhir di Indonesia Masters 2026 yang berlangsung di Istora Senayan pada Januari 2026, Raymond/Joaquin juga harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia tersebut.

Menurut Okki, keberhasilan menembus final turnamen level Super 1000 menjadi modal berharga bagi perkembangan karier kedua pemain muda itu.

“Menembus final turnamen Super 1000 pada usia yang masih muda merupakan pencapaian yang sangat positif. Pengalaman bertanding di partai puncak turnamen level tertinggi akan menjadi bekal berharga bagi Raymond dan Joaquin untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang,” kata dia.

BNI selama ini menjadi salah satu mitra Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dalam mendukung program pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi bulu tangkis nasional. 

Capaian yang diraih Raymond/Joaquin, lanjutnya, menjadi bagian dari hasil pembinaan jangka panjang yang diharapkan dapat memperkuat regenerasi atlet Indonesia dan menjaga daya saing bulu tangkis nasional di tingkat dunia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau