Advertorial

Manulife Indonesia Catat Laba Rp 1,28 Triliun pada 2025, Manulife Syariah Indonesia Tumbuh Positif

Kompas.com - 08/06/2026, 15:06 WIB

KOMPAS.com - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025.

Kinerja tersebut didukung posisi permodalan yang kuat, pengelolaan risiko yang disiplin, serta komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada nasabah.

Pada akhir Desember 2025, total aset Manulife Indonesia mencapai Rp 66,17 triliun. Perusahaan juga mempertahankan rasio pencapaian solvabilitas atau risk based capital (RBC) sebesar 650 persen.

Angka tersebut jauh melampaui ambang batas minimum yang ditetapkan regulator, yakni 120 persen.

Dari sisi profitabilitas, Manulife Indonesia membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 1,28 triliun.

Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan jasa asuransi yang mencapai Rp 3,97 triliun serta peningkatan pendapatan investasi, termasuk produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) yang mencapai Rp 5,09 triliun.

Kinerja itu juga mencerminkan penguatan bisnis inti perusahaan. Pada 2025, hasil jasa asuransi bersih Manulife Indonesia tercatat sebesar Rp 299,77 miliar.

Secara keseluruhan, hasil asuransi dan investasi bersih perusahaan mencapai Rp 1,28 triliun. Sementara itu, laba komprehensif tercatat Rp 859,4 miliar.

Komitmen Manulife Indonesia dalam memberikan perlindungan kepada nasabah tercermin dari beban jasa asuransi sebesar Rp 3,68 triliun sepanjang 2025.

Beban tersebut mencakup klaim asuransi jiwa, kesehatan, serta biaya lain yang berkaitan dengan layanan asuransi.

Presiden Direktur & CEO Lauren Sulistiawati mengatakan, kinerja tersebut menjadi capaian penting bagi perusahaan.

“Bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia pada 2025, kami membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin, dan tingkat solvabilitas yang kuat,” ujar Lauren dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (22/5/2026).

Menurut Lauren, capaian tersebut menegaskan ketahanan bisnis, kepercayaan nasabah, serta komitmen Manulife Indonesia untuk terus melindungi keluarga Indonesia dalam jangka panjang.

MAMI kelola aset Rp 124,3 triliun

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) juga terus memperkuat posisinya di industri pengelolaan aset.

Memasuki usia 30 tahun, MAMI mempertahankan posisinya sebagai manajer investasi terbesar di Indonesia sejak 2020.

Pada 2025, MAMI mencatat pangsa pasar sebesar 11,94 persen di antara sekitar 90 perusahaan manajemen investasi yang beroperasi di Indonesia. Total aset yang dikelola MAMI mencapai Rp 124,3 triliun.

Pada periode yang sama, dana kelolaan Reksa Dana Manulife mencapai Rp 63 triliun. Jumlah tersebut menjadi dana kelolaan reksa dana terbesar di industri dengan pangsa pasar 9,33 persen.

CEO dan Presiden Direktur MAMI Afifa mengatakan, perusahaan berkomitmen untuk terus mendampingi nasabah dalam berbagai kondisi pasar.

“Kami berkomitmen untuk senantiasa mendampingi setiap nasabah, mengoptimalkan risk-return portofolio yang dipercayakan kepada kami di berbagai siklus pasar,” ujar Afifa.

Ia menambahkan, MAMI menjaga keseimbangan antara disiplin manajemen risiko dan kemampuan menghasilkan alpha secara konsisten di seluruh portofolio kelolaan.

MAMI juga terus berinovasi untuk menghadirkan berbagai solusi investasi bagi nasabah ritel dan institusi.

Manulife Syariah Indonesia tumbuh positif

Sementara itu, Manulife Syariah Indonesia mencatat pertumbuhan positif pada 2025 setelah resmi menjadi entitas independen pada Desember 2024.

Perusahaan membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp 302,1 miliar. Angka tersebut meningkat dari Rp 66,5 miliar pada 2024. Pertumbuhan ini mendorong aset Manulife Syariah Indonesia menjadi Rp 1,55 triliun.

Dari sisi permodalan, perusahaan mencatat rasio solvabilitas Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud sebesar 797 persen. Sementara itu, rasio solvabilitas Dana Perusahaan mencapai 5.433 persen. Kedua rasio tersebut berada jauh di atas persyaratan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sepanjang 2025, Manulife Syariah Indonesia menyalurkan manfaat kepada peserta melalui pembayaran klaim sebesar Rp 83,9 miliar. Jumlah ini meningkat sekitar 99 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pembayaran klaim tersebut mencerminkan peran perusahaan dalam memberikan perlindungan finansial berbasis prinsip syariah.

Di sisi lain, Manulife Syariah Indonesia juga mencatat surplus underwriting Dana Tabarru’ sebesar Rp 766 juta. Capaian ini menunjukkan pengelolaan dana peserta tetap berada dalam kondisi sehat.

Presiden Direktur dan CEO Manulife Syariah Indonesia Fauzi Arfan mengatakan, meningkatnya minat masyarakat terhadap perlindungan berbasis syariah mencerminkan kepercayaan terhadap pendekatan berbasis nilai dalam keamanan finansial.

“Pada tahun pertama operasional kami sebagai bisnis syariah yang independen, kami telah melihat respons positif dari pasar sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan pesat kami,” ujar Fauzi.

Ia mengatakan, Manulife Syariah Indonesia akan terus memperluas solusi perlindungan syariah yang relevan bagi kebutuhan keluarga Indonesia.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Salah satunya adalah program Wakaf Air yang bertujuan mendukung akses air bersih dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan.

“Program tersebut sejalan dengan nilai Berbagi, Bertumbuh, dan Berdampak yang menjadi landasan operasional Manulife Syariah Indonesia,” katanya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau