Advertorial

Presiden Prabowo Buka Munas HIPMI XVIII di Lampung, Dorong Pengusaha Muda Perkuat Ekonomi Nasional

Kompas.com - 11/06/2026, 13:19 WIB

KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Dalam kegiatan itu, Presiden Prabowo didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

Munas XVIII HIPMI mempertemukan ribuan delegasi pengusaha muda dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 HIPMI yang jatuh pada 10 Juni 2026.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir mendampingi Presiden dalam pembukaan tersebut.

Sebut saja, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya nasionalisme dalam menggerakkan perekonomian nasional. Menurutnya, kemajuan ekonomi sebuah negara tidak dapat dilepaskan dari komitmen kebangsaan pelaku usaha.

“Lahirnya HIPMI napasnya adalah nasionalisme. Sebenarnya tidak ada kemajuan suatu bangsa tanpa nasionalisme,” ujar Prabowo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (11/6/2026).

Presiden juga mengajak pengusaha muda merefleksikan kembali penerapan sistem ekonomi Pancasila, terutama Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Menurut Prabowo, pemerintah saat ini memberi perhatian serius terhadap penguatan struktur ekonomi di tingkat bawah.

Pemerintah juga berupaya mengoreksi berbagai persoalan dalam akses pembiayaan yang selama ini dinilai masih memberatkan pelaku usaha supermikro serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah.

Di hadapan peserta Munas, Prabowo turut menyinggung arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat industrialisasi berbasis hilirisasi komoditas serta swasembada energi dalam tiga tahun ke depan.

Langkah tersebut dinilai penting agar pasar domestik dapat dikuasai dan dinikmati oleh pelaku industri dalam negeri.

“Kami akan mengolah semua komoditas dan menjadikannya industri-industri di Indonesia. Ini kesempatan untuk pengusaha-pengusaha muda bangkit karena saya tidak mau Indonesia hanya jadi pasarnya bangsa lain. Saya mau pasar Indonesia harus dinikmati oleh putra-putri Indonesia,” kata Prabowo.

Presiden juga mengajak dunia usaha nasional untuk memperkuat kolaborasi di tengah ketidakpastian geopolitik global. Menurutnya, semangat kolaborasi kebangsaan perlu diwujudkan melalui prinsip Indonesia Incorporated.

“Kita bersaing bukan bersaing untuk saling membunuh. Kita bersaing untuk saling mengangkat dan memperkuat,” ucap Prabowo.

Kehadiran Munas HIPMI XVIII di Lampung menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.

Melalui forum tersebut, para pengusaha muda diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di daerah.

Presiden Prabowo Buka Munas HIPMI XVIII di Lampung. DOK. Biro Pers Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Presiden Prabowo Buka Munas HIPMI XVIII di Lampung.

Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, penyelenggaraan Munas HIPMI XVIII juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan potensi daerah sebagai ruang tumbuh bagi investasi, kewirausahaan, dan kolaborasi lintas sektor.

Sebelum menghadiri pembukaan Munas HIPMI XVIII, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Presiden Prabowo meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat.

Kehadiran rumah sakit tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata hingga wilayah pesisir dan daerah terpencil di Provinsi Lampung.

Pembangunan RSUD KH Muhammad Thohir merupakan bagian dari program percepatan pembangunan rumah sakit pemerintah pusat.

Program tersebut diinisiasi setelah mendapat usulan dari Gubernur Lampung agar masyarakat Pesisir Barat dan wilayah sekitarnya memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.

Dengan agenda tersebut, kunjungan Presiden Prabowo ke Lampung tidak hanya berfokus pada penguatan dunia usaha, tetapi juga pemerataan layanan dasar bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan daerah.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau