Advertorial

Pecahkan rekor Muri, Kapal Api Hadirkan Tumbler Raksasa dari Campuran Daur Ulang Sachet Kopi Bekas

Kompas.com - 12/06/2026, 15:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengunjung Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 yang melintas di booth Kapal Api akan disambut oleh instalasi berukuran tak biasa. Sebuah replika tumbler raksasa berdiri menjulang dengan balutan ilustrasi penuh warna karya seniman visual Popomangun.

Karya tersebut bukan sekadar instalasi seni. Kolaborasi Kapal Api dan Popomangun itu berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk kategori "Melukis dengan Media Replika Tumbler Terbesar".

Sebagai informasi, instalasi yang dibuat dari material hasil daur ulang kemasan kopi tersebut menjadi salah satu sorotan utama yang dihadirkan Kapal Api dalam gelaran Jakarta Fair Kemayoran. Event berlangsung mulai Kamis (11/6/2026) hingga Minggu (12/6/2026).

Mengusung tema "Semangat Gaspol 100%", Kapal Api ingin menghadirkan semangat untuk terus melangkah, berkarya, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimisme.

Brand Manager Kapal Api Wahyu Timothy mengatakan tema tersebut menjadi benang merah yang diterjemahkan ke dalam berbagai aktivitas di booth, termasuk kolaborasi dengan Popomangun.

"Tahun ini, kami memecahkan rekor Muri dengan membuat giant tumbler terbesar di Indonesia, terbuat dari material daur ulang yang dilukis oleh seniman Popomangun. Instalasi ini merupakan simbol agar konsumen kami tetap berkarya dan Kapal Api selalu setia menemani di setiap perjalanan dari konsumen kami," ujar Wahyu Timothy.

Di balik tumbler raksasa tersebut, Popomangun mengaku menghadapi tantangan yang belum pernah ia temui sebelumnya.

Seluruh proses berawal dari diskusi bersama tim Kapal Api mengenai tema "Semangat Gaspol 100%" yang diangkat pada Jakarta Fair 2026. Dari tema ini, Popomangun kemudian membayangkan secangkir kopi sebagai teman yang menemani aktivitas sepanjang hari.

Popomangun saat memberi sentuhan akhir untuk lukisan pada media tumbler raksasa yang terpajang di booth Kapal Api.Dok. Kapal Api Popomangun saat memberi sentuhan akhir untuk lukisan pada media tumbler raksasa yang terpajang di booth Kapal Api.

Visual yang ia hadirkan menampilkan perjalanan seseorang dari pagi hingga malam, lengkap dengan elemen matahari dan bulan sebagai simbol rutinitas sehari-hari.

"Kalau minum kopi itu jadi seperti (punya) teman dan penyemangat di setiap harinya. Dari rumah sampai ke kantor, ke tempat dia bekerja, selalu ditemani," kata Popomangun.

Ia bercerita, proses pengerjaan ilustrasi itu memakan waktu hampir satu pekan, dimulai dari pembuatan mock-up digital, penyusunan sketsa, pewarnaan, hingga tahap penyelesaian akhir.

Sebagian sentuhan akhir bahkan masih ia kerjakan secara langsung melalui sesi live painting di area Jakarta Fair.

Seniman yang dikenal lewat gaya ilustrasinya yang khas itu juga mengaku antusias karena untuk pertama kalinya melukis di media berbentuk tumbler berukuran raksasa sekaligus menerima penghargaan Muri.

Tidak hanya berukuran besar, replika tumbler tersebut juga dibuat dari material daur ulang.

Pemilihan bahan itu menambah makna instalasi yang dihadirkan Kapal Api. Semangat berkarya yang diangkat lewat karya Popomangun sekaligus dibarengi dengan upaya memanfaatkan kembali material yang sudah tidak terpakai.

Tumbler dengan desain yang sama yang dapat dibeli melalui paket pembelian di booth Kapal Api selama gelaran Jakarta Fair Kemayoran berlangsung.Dok. Kapal Api Tumbler dengan desain yang sama yang dapat dibeli melalui paket pembelian di booth Kapal Api selama gelaran Jakarta Fair Kemayoran berlangsung.

Dari instalasi seni, merchandise eksklusif, hingga panggung musik

Karya Popomangun tidak hanya hadir pada instalasi tumbler raksasa yang terpajang di area booth.

Ilustrasi yang sama juga diaplikasikan pada sejumlah merchandise edisi khusus yang disiapkan selama Jakarta Fair berlangsung.

Pengunjung bahkan bisa memperoleh tumbler dengan desain yang sama melalui paket pembelian yang tersedia di booth Kapal Api selama Jakarta Fair berlangsung.

Area open bar yang dapat dikunjungi pengunjung booth Kapal Api untuk melihat langsung proses pembuatan kopi yang sedang dipesan.Dok. Kapal Api Area open bar yang dapat dikunjungi pengunjung booth Kapal Api untuk melihat langsung proses pembuatan kopi yang sedang dipesan.

Selain menghadirkan instalasi seni, booth Kapal Api juga menawarkan berbagai aktivitas interaktif yang bisa diikuti pengunjung.

Booth Kapal Api tidak hanya menghadirkan instalasi seni. Pengunjung juga dapat menyaksikan langsung proses penyeduhan kopi melalui area open bar yang menjadi salah satu titik keramaian.

Di sisi lain, tersedia area "Semangat Station" yang mengajak pengunjung berpartisipasi dalam permainan interaktif untuk mendapatkan kopi gratis. Program lelang yang digelar setiap Sabtu dan Minggu selama gelaran Jakarta Fair Kemayoran 2026 juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mencoba keberuntungan.

Suasana booth juga akan semakin meriah melalui panggung "100% Berkarya" yang menghadirkan sejumlah musisi nasional.

Adapun grup musik yang akan hadir di antaranya Lomba Sihir, IDGITAF, Perunggu, dan Reality Club.

Bagi Wahyu Timothy, kolaborasi bersama Popomangun dan kehadiran tumbler terbesar di Indonesia tersebut menjadi simbol bahwa semangat yang besar dapat melahirkan karya yang besar pula.

“Melalui Semangat Gaspol 100%, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk terus melangkah maju dan menjalani hari dengan optimisme. Kolaborasi bersama Popomangun dan penciptaan tumbler terbesar di Indonesia ini menjadi simbol bahwa semangat yang besar dapat melahirkan karya-karya yang besar pula,” tutur Wahyu Timothy.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau