KOMPAS.com – Manajemen PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk atau Bank Woori Saudara (BWS) menyiapkan strategi bisnis 2026 dengan fokus pada penguatan fundamental perusahaan.
Di tengah kondisi industri perbankan yang masih dinamis, manajemen BWS akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, likuiditas, dan permodalan.
Corporate Secretary BWS Ricko Irwanto menyatakan, perseroan akan mendorong pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan lewat transformasi bisnis secara lebih terarah dan hati-hati.
Penguatan susunan manajemen baru pun, lanjutnya, diharapkan dapat memperkuat eksekusi strategi perusahaan. Ke depan, strategi BWS diarahkan pada penguatan bisnis inti melalui pertumbuhan kredit yang selektif dan berkualitas.
“Perseroan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Fokus penyaluran kredit akan diarahkan pada segmen yang memiliki prospek baik dan kualitas debitur yang solid,” ujar Irwanto saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/6/2026).
Irwanto melanjutkan, selain kredit, manajemen BWS juga akan memperkuat struktur pendanaan. Salah satu fokusnya adalah peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA).
Per Maret 2026, giro BWS tercatat sebesar Rp 3,61 triliun. Sementara itu, tabungan perseroan mencapai Rp 4,16 triliun.
Penguatan CASA menjadi salah satu agenda penting untuk mendukung efisiensi biaya dana. Strategi ini juga dilakukan demi menjaga likuiditas tetap sehat. Langkah tersebut pun sangat relevan di tengah tekanan biaya dana dan persaingan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di industri perbankan.
Dari sisi intermediasi, manajemen BWS masih memiliki ruang untuk mendorong pertumbuhan kredit secara selektif. Per Maret 2026, kredit yang disalurkan BWS tercatat sebesar Rp 40,87 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 42,28 persen merupakan kredit kepada segmen korporasi.
"Perseroan juga akan terus menjaga kualitas aset dan memperkuat manajemen risiko. Upaya itu dilakukan melalui peningkatan monitoring kredit, penguatan proses analisis kredit, serta optimalisasi penyelesaian kredit bermasalah,” ucap Irwanto.
Selain memperkuat bisnis inti, manajemen BWS juga akan mempercepat pengembangan layanan digital banking. Digitalisasi diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas akses nasabah.
Pengembangan layanan digital juga diharapkan dapat memperkuat akuisisi dana murah serta membuka peluang peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income.
Langkah tepat
Analis Panin Sekuritas Sarkia Adelia menilai, strategi manajemen BWS yang menempatkan kualitas aset dan likuiditas sebagai prioritas merupakan langkah tepat. Terlebih, kondisi ekonomi masih belum sepenuhnya stabil.
Menurut Sarkia, perbankan saat ini tidak cukup hanya mengejar ekspansi kredit. Bank juga perlu menjaga kualitas pertumbuhan agar kinerja dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Di tengah ketidakpastian ekonomi dan persaingan dana yang ketat, bank yang mampu menjaga kualitas aset, memperkuat CASA, dan disiplin dalam pengelolaan likuiditas akan memiliki posisi yang lebih baik untuk tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Sarkia.
Sarkia mengatakan, fokus manajemen BWS pada pertumbuhan kredit yang selektif dapat membantu menjaga risiko kredit tetap terkendali. Strategi ini penting karena tekanan ekonomi dapat memengaruhi aktivitas bisnis nasabah dan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban.
“Pertumbuhan kredit tetap penting, tetapi kualitas portofolio menjadi faktor yang lebih menentukan dalam jangka panjang. Jika ekspansi dilakukan secara selektif dan berbasis segmen yang sehat, profitabilitas bank dapat membaik tanpa menambah tekanan risiko secara berlebihan,” kata dia.
Soal optimalisasi layanan digital, Sarkia menilai, langkah tersebut dapat menjadi katalis bagi manajemen BWS untuk memperluas basis nasabah. Namun, pengembangan layanan digital perlu diikuti peningkatan kualitas layanan, penguatan teknologi, dan pengembangan ekosistem transaksi.
Strategi digital akan lebih berdampak apabila mampu mendorong transaksi nasabah secara lebih aktif. Dengan demikian, lanjutnya, digitalisasi tidak hanya menjadi kanal layanan, tetapi juga sumber pertumbuhan bisnis.