Advertorial

DPRD Jabar Dorong Pelestarian Sejarah dan Penguatan Sinergi untuk Kemajuan Cirebon

Kompas.com - 16/06/2026, 16:14 WIB

KOMPAS.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menilai Cirebon memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat sejarah dan kebudayaan yang hingga kini masih menjaga warisan leluhur.

Keberadaan empat kesultanan menjadi bukti nyata bahwa Cirebon memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon dalam rangka Hari Jadi ke-599 Kota Cirebon, Selasa (16/6/2026).

“Selamat Hari Jadi ke-599 Kota Cirebon kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, DPRD Kota Cirebon, dan seluruh masyarakat Kota Cirebon. Ini adalah usia yang matang dan menunjukkan betapa besar peran Cirebon dalam sejarah Jawa Barat,” ucap Daddy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa.

Menurutnya, keberadaan empat kesultanan menjadi bukti perjalanan panjang peradaban yang hingga kini masih terjaga.

Daddy juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon atas peringatan hari jadi yang ke-599.

Usia yang hampir mencapai enam abad, lanjutnya, menjadi bukti panjang perjalanan sejarah serta kontribusi besar Kota Cirebon dalam perkembangan peradaban di Jawa Barat ataupun Indonesia.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan XII Kabupaten/Kota Cirebon, Daddy menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung pembangunan dan pelestarian kawasan bersejarah di Cirebon.

Komitmen tersebut terlihat dari sejumlah program penataan yang telah dilakukan, mulai dari revitalisasi kawasan Alun-Alun Kasepuhan, penataan Alun-Alun Masjid Agung At-Taqwa, hingga renovasi Gedung Negara Cirebon.

“Pak Gubernur berkomitmen untuk menata berbagai peninggalan sejarah yang menjadi identitas Cirebon. Saya kira, berbagai penataan yang sudah dilakukan menjadi bukti nyata kehadiran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung kemajuan dan pelestarian warisan budaya di Cirebon,” katanya.

Lebih lanjut, Daddy menilai tema Hari Jadi Kota Cirebon tahun ini, yakni “Manunggal Winangun Caruban”, relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Menurutnya, kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan kesamaan visi seluruh pemangku kepentingan.

“Tema itu mengajarkan bahwa membangun Cirebon tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. (Mulai dari) pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat harus memiliki tujuan dan semangat yang sama. Ketika seluruh stakeholder bersatu, maka kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah diwujudkan,” jelasnya.

Daddy berharap, momentum Hari Jadi ke-599 Kota Cirebon dapat memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Dengan kekayaan sejarah, budaya, dan potensi yang dimiliki, ia optimistis, Cirebon dapat berkembang menjadi kota yang maju, berdaya saing, serta tetap menjaga jati dirinya sebagai salah satu pusat peradaban penting di Jawa Barat.

“Semangat kebersamaan harus terus dijaga. Saya yakin dengan sinergi yang kuat dan komitmen bersama, Cirebon akan semakin maju, sejahtera, dan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat,” imbuhnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau