KOMPAS.com - Kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang mudah dijangkau terus meningkat, termasuk di wilayah Indonesia bagian timur.
Di tengah kebutuhan tersebut, kehadiran BRILink Agen menjadi salah satu cara untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. Selain memudahkan transaksi, BRILink Agen juga membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Hal itu dirasakan pengusaha lokal di Jayapura, Papua, yang mengembangkan Kios Hari-Hari menjadi jaringan BRILink Agen, Darwin Chandra.
Darwin memulai usahanya dari sebuah kios kecil di Distrik Abepura, Jayapura, Papua, pada 14 Februari 2011.
Saat itu, kios yang ia kelola hanya menjual kebutuhan pokok dengan jumlah dan jenis barang yang masih terbatas.
“Saat itu, kios saya hanya menjual kebutuhan sehari-hari dengan jumlah barang yang masih terbatas. Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana usaha ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Darwin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, (18/6/2026).
Dengan modal sederhana, Darwin membangun usahanya secara bertahap. Ia menjaga hubungan dengan pelanggan dan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar kiosnya.
Seiring waktu berjalan, kebutuhan pelanggan terus berkembang. Masyarakat yang datang ke kiosnya tidak hanya mencari barang kebutuhan pokok, tetapi juga membutuhkan akses layanan keuangan tanpa harus ke kantor bank.
Darwin pun melihat kesempatan itu sebagai peluang. Pada 2017, BRI menawarkan kerja sama kepada Kios Hari-Hari untuk menjadi BRILink Agen. Tawaran itu menjadi kesempatan untuk mengembangkan usaha serta membantu masyarakat memperoleh layanan perbankan dengan lebih mudah.
Ia kemudian bergabung sebagai BRILink Agen dan mulai melayani berbagai transaksi, mulai dari tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, hingga kebutuhan transaksi perbankan lainnya.
Keputusan tersebut menjadi titik balik bagi usahanya. Hanya dalam tiga bulan, Darwin berhasil mencapai target transaksi dalam program reward yang diselenggarakan BRI. Ia pun memperoleh smartphone dalam program itu.
Capaian serupa kembali diraih pada periode berikutnya. Penghargaan itu semakin memotivasi Darwin untuk memperluas layanan.
“Penghargaan itu menjadi penyemangat bagi saya. Apalagi, banyak masyarakat membutuhkan layanan transaksi yang cepat, dekat, dan mudah dijangkau. Dari sana, saya semakin yakin untuk mulai memperluas jaringan layanan,” ceritanya.
Memasuki 2023, Darwin mulai mengembangkan usahanya secara lebih agresif. Dalam dua tahun terakhir, Kios Hari-Hari kian berkembang hingga punya lima titik layanan BRILink Agen.
BRILink Agen dari Kios Hari-Hari tersebar di sejumlah lokasi, seperti Abepura, Kotaraja, dan Waena. Darwin juga tidak hanya menambah lokasi layanan. Ia menghadirkan inovasi berupa dua unit layanan bergerak menggunakan mobil.
Menurut Darwin, ide tersebut terinspirasi dari konsep layanan jemput bola yang pernah ia lihat di Pulau Jawa. Ia mengaku mendesain sendiri mobil itu. Mobil itu ia tempatkan di beberapa titik di sekitar Universitas Cenderawasih.
“Tujuannya agar mahasiswa dan masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi keuangan dengan lebih mudah,” kata Darwin.
Respons positif
Kehadiran layanan bergerak tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Dengan konsep itu, layanan BRILink Agen dapat hadir lebih dekat dengan titik aktivitas warga.
Mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar dapat melakukan transaksi tanpa harus menempuh jarak jauh.
Kerja keras Darwin kembali membuahkan hasil. Pada 2024 dan 2025, ia meraih penghargaan umrah dari BRI.
Penghargaan tersebut diberikan setelah Darwin menempati peringkat ketujuh nasional serta menjadi BRILink Agen terbaik di Papua berdasarkan pencapaian target transaksi.
Prestasi yang kembali diraih pada 2025 itu menjadi penanda bahwa usaha yang ia bangun terus bertumbuh dan semakin dipercaya masyarakat.
Darwin Chandra mengembangkan Kios Hari-Hari menjadi jaringan BRILink Agen. “Saya bersyukur atas pencapaian ini. Namun, yang paling penting adalah bagaimana usaha yang kami jalankan bisa terus memberikan manfaat, membantu masyarakat bertransaksi dengan mudah, serta membuka peluang ekonomi bagi lingkungan sekitar,” tutur Darwin.
Saat ini, jaringan BRILink Agen yang dikelola Darwin melayani sekitar 400 hingga 500 transaksi setiap hari. Beberapa titik layanan bahkan beroperasi selama 24 jam.
Di balik pertumbuhan tersebut, BRILink Agen yang dikelola Darwin juga membuka kesempatan kerja bagi warga lokal. Saat ini, Darwin mempekerjakan 15 karyawan yang tersebar di berbagai titik layanan. Sekitar 70 persen dari total pekerja tersebut merupakan orang asli Papua (OAP).
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa BRILink Agen tidak hanya berperan sebagai perpanjangan layanan perbankan. Keberadaan BRILink Agen juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Melalui semangat kewirausahaan, inovasi, dan kedekatan dengan masyarakat, BRILink Agen turut mendukung pemerataan akses layanan keuangan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja di berbagai wilayah,” ucap Akhmad.
Hingga Maret 2026, jumlah BRILink Agen telah mencapai 1,18 juta agen. Jaringan tersebut menjangkau lebih dari 80 persen desa di Indonesia atau sekitar 66.450 desa.
Capaian tersebut menegaskan posisi BRILink Agen sebagai tulang punggung layanan keuangan berbasis kemitraan di tingkat desa.
Melalui BRILink Agen, akses masyarakat terhadap transaksi perbankan dapat semakin luas. Pada saat yang sama, model kemitraan ini juga memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh bersama kebutuhan masyarakat di sekitarnya.