Advertorial

JEFF 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Warga dan Pemprov DKI Wujudkan Jakarta Lebih Bersih dan Berkelanjutan

Kompas.com - 18/06/2026, 17:13 WIB

KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat langkah nyata menghadapi berbagai tantangan lingkungan perkotaan, mulai dari persoalan sampah hingga kualitas udara. Tidak hanya melalui kebijakan dan pembangunan infrastruktur, Pemprov DKI juga aktif membuka ruang kolaborasi agar masyarakat dapat terlibat langsung dalam menciptakan perubahan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 yang akan digelar pada 3–4 Juli 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat. Mengusung tema “Aksi Nyata, Dampak Terasa”, festival ini menjadi ajang kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, NGO, hingga masyarakat dalam satu gerakan bersama menuju Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin mengatakan, persoalan lingkungan perkotaan saat ini membutuhkan keterlibatan semua pihak agar solusi yang dihasilkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perubahan akan lebih terasa ketika masyarakat ikut mengambil peran dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, menggunakan transportasi publik, hingga melakukan uji emisi kendaraan secara berkala,” ujarnya.

Menurut Dudi, pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan terbesar Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat edukasi dan mendorong perubahan perilaku masyarakat agar budaya memilah sampah dari sumber dapat menjadi kebiasaan bersama, baik di rumah tangga, perkantoran, maupun kawasan usaha.

Selain itu, pengendalian pencemaran udara juga menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Melalui berbagai program dan kampanye, Pemprov DKI Jakarta terus mengajak warga mengambil langkah sederhana yang dapat membantu memperbaiki kualitas udara kota.

“Menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Justru kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi masa depan Jakarta,” tambahnya.

Semangat itulah yang dihadirkan dalam JEFF 2026. Festival ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga pengalaman interaktif yang menghubungkan pengetahuan, inspirasi, dan aksi nyata yang dapat langsung diikuti masyarakat.

Sebelum festival berlangsung, DLH DKI Jakarta juga telah menggelar gerakan #SatuLangkahDulu sebagai pre-event JEFF 2026. Kampanye ini mengajak masyarakat, komunitas, akademisi, dunia usaha, hingga berbagai organisasi untuk mengambil satu langkah nyata demi udara Jakarta yang lebih bersih. Gerakan tersebut sekaligus menjadi bentuk pendekatan proaktif Pemprov DKI Jakarta dalam membangun kesadaran publik dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Selama dua hari penyelenggaraan JEFF 2026, pengunjung akan disuguhkan berbagai forum diskusi, workshop interaktif, pameran inovasi, hingga aktivitas komunitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pada hari pertama, sejumlah forum diskusi akan membahas berbagai isu lingkungan perkotaan, termasuk pengelolaan sampah Jakarta, ekonomi sirkular, green jobs, hingga kualitas udara dan masa depan kota berkelanjutan.

Salah satu sesi menarik bertajuk “Waste, Work, and Worth” akan menghadirkan berbagai tokoh dan praktisi yang membahas peluang ekonomi dari pengelolaan sampah serta pentingnya green skills dalam menghadapi industri masa depan.

-Dok. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta -

Selain forum diskusi, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai workshop interaktif seperti Zero Waste Kitchen, Kebun Mini: Panen dari Rumah Sendiri, Craft from Trash, Membuat Sabun Mandi Alami Ramah Alam, hingga Tumbler Painting. Berbagai kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat dapat langsung mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

JEFF 2026 juga menghadirkan area komunitas, volunteer corner, pameran inovasi berkelanjutan, instalasi seni bertema lingkungan, serta berbagai booth yang menampilkan solusi dan inisiatif hijau dari berbagai mitra.

Generasi muda menjadi salah satu fokus utama dalam festival ini. Pemprov DKI Jakarta menilai anak muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu mendorong lahirnya gerakan lingkungan dari komunitas dan ruang-ruang kreatif.

“Anak muda memiliki energi, kreativitas, dan kepedulian yang besar terhadap masa depan kota. Kami ingin JEFF 2026 menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berjejaring, berbagi ide, sekaligus menghadirkan aksi nyata untuk Jakarta yang lebih baik,” tutur Dudi.

-Dok. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta -

Melalui penyelenggaraan JEFF 2026, Pemprov DKI Jakarta berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Festival ini sekaligus menjadi momentum memperkuat gerakan bersama menuju Jakarta yang lebih bersih, sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh warga Jakarta untuk hadir dan menjadi bagian dari perubahan. Karena masa depan lingkungan Jakarta bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau