KOMPAS.com - Usaha bisa dimulai dari langkah kecil. Jufriyah, misalnya. Ibu rumah tangga asal Serang, Banten, tersebut mengawali usaha lantaran ingin menambah penghasilan keluarga.
Awalnya, ia hanya memproduksi peyek secara musiman untuk memenuhi pesanan menjelang hari raya Idul Fitri sembari menerima jasa jahit.
Usahanya pun berkembang seiring waktu berjalan. Dari peyek, ia mulai mengembangkan berbagai produk kuliner lain, seperti tepung ayam goreng, kulit ayam krispi, hingga paket nasi kotak ayam goreng dengan harga terjangkau di bawah payung usaha Ria Barokah.
Salah satu produk unggulannya adalah Tepung Fried Chicken Ria Barokah. Tepung serbaguna ini memiliki cita rasa gurih dan dapat digunakan untuk berbagai olahan, mulai dari ayam goreng, kulit ayam krispi, jamur, tempe, hingga aneka gorengan lain.
Gabung Rumah BUMN BRI Serang
Dalam pengembangan usaha, Jufriyah memanfaatkan LinkUMKM. Ia mengetahui LinkUMKM melalui Rumah BUMN BRI Serang.
Sejak saat itu, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan yang tersedia di platform tersebut, baik melalui media sosial maupun pelatihan daring.
“Saya memutuskan untuk selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan LinkUMKM, mulai dari media sosial hingga pelatihan daring. Dari kegiatan tersebut, saya mendapatkan banyak pengalaman dan kesempatan yang bermanfaat bagi usaha yang saya jalankan,” ujar Jufriyah dalam siaran pers yang diterima Kompas pada Kamis (19/6/2026).
Dari situ, ia pun bisa memperoleh fasilitas sertifikasi halal gratis dan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB). Ia juga mendapatkan dukungan kemasan full printing untuk produk Tepung Fried Chicken Ria Barokah.
Perubahan kemasan tersebut turut berdampak pada perkembangan usaha yang dijalankannya.
“Alhamdulillah, dengan kemasan yang mendukung, penjualan ikut meningkat dan produk menjadi lebih mudah dikenali. Saya sebagai pemilik usaha juga menjadi lebih percaya diri dalam memasarkan produk karena kemasannya lebih baik,” kata Jufriyah.
Ia juga memanfaatkan fitur scoring yang tersedia di LinkUMKM untuk mengetahui tingkat perkembangan dan kelas usahanya. Melalui fitur tersebut, ia bisa melihat tingkat perkembangan usahanya serta memahami aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
-Produk-produk Ria Barokah juga dipasarkan melalui Etalase LinkUMKM, fitur yang membantu UMKM memperluas akses pasar secara digital. Selain di etalase digital tersebut, penjualan juga dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari penjualan langsung, reseller, pameran, hingga media sosial.
Jangkauan pemasaran yang semula berfokus di Kota Serang kini telah meluas ke berbagai wilayah di Provinsi Banten dan sejumlah daerah di luar provinsi.
Untuk mendukung transaksi usaha sehari-hari, Jufriyah juga menggunakan QRIS BRI. Ia menilai, metode pembayaran digital tersebut memudahkan proses transaksi serta membantu mengurangi risiko menerima uang palsu.
16,46 juta UMKM manfaatkan LinkUMKM
Selain Jufriyah, ada belasan juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang telah memanfaatkan LinkUMKM untuk mengembangkan usaha. Hingga April 2026, platform tersebut telah digunakan oleh 16,46 juta UMKM di berbagai daerah.
Melalui platform tersebut, pelaku UMKM dapat mengakses berbagai layanan pengembangan usaha, mulai dari pembelajaran, pendampingan, penguatan jejaring, hingga perluasan akses pasar melalui enam fitur utama yang tersedia.
Keenam fitur tersebut adalah UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta layanan pendaftaran NIB.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa pengalaman Jufriyah menjadi contoh bahwa UMKM dapat berkembang melalui konsistensi dan kemampuan beradaptasi.
Menurutnya, banyak pelaku usaha mikro memiliki peluang untuk berkembang ketika memperoleh akses terhadap pembelajaran dan penguatan kapasitas usaha yang memadai.
“Langkah kecil yang dimulai dari usaha rumahan dapat berkembang menjadi peluang usaha yang lebih besar ketika dijalankan dengan konsisten,” tutur Akhmad.
Selain itu, lanjutnya, kemampuan menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar serta memanfaatkan berbagai peluang pengembangan usaha menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM.
“Oleh karena itu, BRI akan terus menghadirkan berbagai program yang dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha, memperkuat kualitas produk, serta membuka peluang pasar yang lebih luas,” ujar Akhmad.