Advertorial

Dari Jakarta, GSDC 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Masa Depan Berkelanjutan

Kompas.com - 23/06/2026, 11:13 WIB

KOMPAS.com - Indonesia menjadi tuan rumah Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Senin (22/6/2026) hingga Kamis (25/6/2026).

Forum berskala internasional tersebut diselenggarakan oleh Times Higher Education (THE) sebagai tuan rumah pendiri.

Penyelenggaraan GSDC 2026 juga mendapat dukungan dari sejumlah tuan rumah bersama di tingkat nasional dan regional, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Southeast Asian Ministers of Education Organisation (SEAMEO), dan Sinar Mas Land.

Kongres ini akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari empat sektor utama, yakni pendidikan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat sipil.

Lebih dari 5.000 pemimpin pemikiran global, pembuat kebijakan, akademisi, dan eksekutif perusahaan dijadwalkan hadir dalam forum tersebut.

Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat kolaborasi global untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.

Dorong kolaborasi pendidikan tinggi

GSDC 2026 tidak hanya dihadirkan sebagai forum diskusi. Kongres ini juga menjadi ruang untuk memperkuat peran pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan keberlanjutan.

Salah satu agenda penting yang dibahas adalah pengembangan jaringan global universitas yang berfokus pada kemajuan pembangunan berkelanjutan. Inisiatif tersebut dirancang untuk mendorong kolaborasi internasional jangka panjang antarinstitusi pendidikan tinggi.

Melalui jaringan itu, berbagai universitas diharapkan dapat berbagi data secara lebih cepat, menyelaraskan metodologi riset, serta menghasilkan masukan yang lebih kuat bagi kebijakan iklim dan sosial pada masa mendatang.

Selain itu, GSDC 2026 juga menjadi ruang peluncuran publik perdana sistem peringkat global yang secara khusus memetakan dampak universitas terhadap solusi pembangunan berkelanjutan.

Kerangka berbasis data tersebut tidak hanya menilai perguruan tinggi dari reputasi akademik atau volume riset. Sistem ini akan melihat kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab krisis ekologis dan sosial yang dihadapi masyarakat dunia.

Laboratorium adaptasi iklim

Pemilihan Jakarta sebagai sorotan utama penyelenggaraan GSDC 2026 memiliki makna strategis. Sebagai salah satu kawasan metropolitan terbesar di dunia, Jakarta dan wilayah sekitarnya menghadapi berbagai tantangan keberlanjutan yang kompleks.

Beberapa tantangan tersebut antara lain adalah penurunan muka tanah, kenaikan permukaan laut, tekanan terhadap sumber daya perkotaan, serta kebutuhan pembangunan kota yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.

Jakarta pun menjadi contoh nyata bahwa kawasan perkotaan harus beradaptasi dengan tantangan lingkungan yang bergerak cepat.

Oleh karena itu, GSDC 2026 akan menyoroti berbagai inovasi dalam perencanaan kota, infrastruktur, dan teknologi iklim yang lahir dari kolaborasi lintas sektor.

Forum ini diharapkan dapat memperlihatkan bahwa persoalan ekologis yang berat tetap dapat dihadapi melalui inovasi, kebijakan yang tepat, dan kerja sama multipihak.

Hadirkan forum lintas sektor

Pada penyelenggaraan tahun kelima ini, GSDC 2026 akan menghadirkan sejumlah forum khusus, seperti Sustainable Trade and Economic Development Summit, Skills Summit, serta peluncuran perdana Asia-Pacific Sustainable Business Summit.

Rangkaian forum tersebut dirancang untuk mempertemukan kebijakan, pendidikan, lembaga internasional, dan sektor korporasi.

Melalui forum tersebut, pembahasan pembangunan berkelanjutan tidak hanya berhenti pada gagasan, tetapi juga diarahkan pada dampak jangka panjang yang terukur dan dapat didukung pendanaan nyata.

Indonesia menjadi tuan rumah GSDC 2026. DOK. GSDC Indonesia menjadi tuan rumah GSDC 2026.

Sejumlah tokoh dari dalam dan luar negeri dijadwalkan hadir sebagai pembicara, antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Selain itu, hadir pula Direktur Sekretariat SEAMEO Datuk Dr Habibah Abdul Rahim serta pendiri dan Chairman Sunway Group Tan Sri Dr Jeffrey Cheah KBE AO.

Austrade juga akan hadir untuk memimpin sejumlah kegiatan strategis di bidang perdagangan bilateral dan pembangunan sepanjang acara.

Dorong kerja sama hijau

Di luar sesi pidato utama dan diskusi tingkat tinggi, GSDC 2026 juga menjadi ruang pertemuan bagi kerja sama komersial, penerapan teknologi hijau, serta perencanaan kota berkelanjutan.

Agenda tahun ini akan menghadirkan sejumlah penandatanganan kerja sama pembangunan hijau dan nota kesepahaman penting di bidang perkotaan maupun korporasi.

Salah satu sorotan kerja sama tersebut adalah kerangka urbanisasi berkelanjutan yang menghubungkan C40 Cities, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan mitra internasional.

Selain forum kebijakan dan bisnis, peserta juga dapat mengikuti Interactive One Health & Wellbeing Zone yang diselenggarakan oleh Hong Kong Baptist University.

Area khusus ini menghadirkan berbagai kegiatan yang berfokus pada kesehatan, kesejahteraan, dan ketahanan mental.

Beberapa aktivitas yang dihadirkan antara lain adalah mindful karate, terapi pijat khusus, serta jalan refleksi terjadwal #MindfulMoments sebagai bagian dari paviliun kesehatan dan kebugaran di lokasi acara.

Momentum perkuat optimisme global

GSDC 2026 diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat optimisme global di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks.

Forum ini tidak hanya menjadi tempat bertukar gagasan, tetapi juga landasan untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret.

Saat Jakarta menyambut para delegasi global, GSDC 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa agenda pembangunan berkelanjutan tetap dapat dijalankan melalui kerja sama lintas negara, lintas sektor, dan lintas disiplin ilmu.

Dengan mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sipil, kongres ini diharapkan dapat membantu mengubah kekhawatiran kolektif menjadi langkah nyata.

Pada akhirnya, pembangunan masa depan yang lebih adil dan layak huni tidak hanya bergantung pada teknologi. Diperlukan pula keputusan politik, kemauan berkolaborasi, serta komitmen bersama untuk menjalankan solusi secara konsisten.

Melalui GSDC 2026, Jakarta menjadi salah satu titik penting bagi percakapan global tentang masa depan pembangunan berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau