Advertorial

Gubernur Papua Barat Resmikan Pameran Harmoni, Satukan Iman, Budaya, dan Ekonomi Kreatif di Pesparawi XIV

Kompas.com - 23/06/2026, 16:42 WIB

KOMPAS.com Pameran Harmoni dalam rangkaian Pesparawi Nasional XIV 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Plaza Kampus Universitas Papua, Senin (22/6/2026).

Pameran itu hadir bukan hanya sebagai kegiatan pendukung Pesparawi, melainkan juga menjadi wadah yang mempertemukan nilai keagamaan, kekayaan budaya, serta potensi ekonomi kreatif masyarakat.

Pameran Harmoni diikuti oleh 66 peserta dari berbagai unsur, mulai dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan pemerintah, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), perbankan, lembaga negara, organisasi perempuan, komunitas anak muda, hingga perwakilan 10 provinsi peserta.

Ketua Harian Panitia Yacob Fonataba mengatakan, beragam produk berbasis sumber daya alam dan budaya lokal ditampilkan di sejumlah lokasi penyelenggaraan lomba.

“Kegiatan itu tidak hanya mendukung pelaksanaan Pesparawi sebagai ajang seni vokal gerejawi, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah,” ujar Yacob dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (23/6/2026).

Dominggus Mandacan mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Ia menilai, Pesparawi memiliki dampak yang lebih luas, tidak hanya memperkuat aspek rohani dan persaudaraan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan produk lokal serta kekayaan budaya Papua Barat kepada masyarakat luas.

Ia menambahkan, kepercayaan yang diberikan kepada Papua Barat sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XIV merupakan kesempatan besar untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah kepada peserta yang datang dari seluruh Indonesia.

Dalam pameran itu, pengunjung dapat melihat beragam produk unggulan, seperti minuman herbal kayu akway khas Pegunungan Arfak, kerajinan tangan, kuliner tradisional, dan berbagai produk olahan khas dari daerah peserta.

Melalui Pameran Harmoni, Pesparawi Nasional XIV menunjukkan bahwa nilai iman, budaya, ekonomi kreatif, dan potensi daerah dapat berpadu dalam semangat kebersamaan serta menjadi ruang promosi bagi produk dan karya anak bangsa.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau