KOMPAS.com – Pameran Harmoni dalam rangkaian Pesparawi Nasional XIV 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Plaza Kampus Universitas Papua, Senin (22/6/2026).
Pameran itu hadir bukan hanya sebagai kegiatan pendukung Pesparawi, melainkan juga menjadi wadah yang mempertemukan nilai keagamaan, kekayaan budaya, serta potensi ekonomi kreatif masyarakat.
Pameran Harmoni diikuti oleh 66 peserta dari berbagai unsur, mulai dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan pemerintah, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), perbankan, lembaga negara, organisasi perempuan, komunitas anak muda, hingga perwakilan 10 provinsi peserta.
Ketua Harian Panitia Yacob Fonataba mengatakan, beragam produk berbasis sumber daya alam dan budaya lokal ditampilkan di sejumlah lokasi penyelenggaraan lomba.
“Kegiatan itu tidak hanya mendukung pelaksanaan Pesparawi sebagai ajang seni vokal gerejawi, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah,” ujar Yacob dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (23/6/2026).
Dominggus Mandacan mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Ia menilai, Pesparawi memiliki dampak yang lebih luas, tidak hanya memperkuat aspek rohani dan persaudaraan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan produk lokal serta kekayaan budaya Papua Barat kepada masyarakat luas.
Ia menambahkan, kepercayaan yang diberikan kepada Papua Barat sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XIV merupakan kesempatan besar untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah kepada peserta yang datang dari seluruh Indonesia.
Dalam pameran itu, pengunjung dapat melihat beragam produk unggulan, seperti minuman herbal kayu akway khas Pegunungan Arfak, kerajinan tangan, kuliner tradisional, dan berbagai produk olahan khas dari daerah peserta.
Melalui Pameran Harmoni, Pesparawi Nasional XIV menunjukkan bahwa nilai iman, budaya, ekonomi kreatif, dan potensi daerah dapat berpadu dalam semangat kebersamaan serta menjadi ruang promosi bagi produk dan karya anak bangsa.