Advertorial

BTN Jakim 2026 Sukses Digelar, Hadirkan Ribuan Pelari Mancanegara

Kompas.com - 26/06/2026, 18:47 WIB

KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menuntaskan penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026 yang berlangsung selama dua hari, 13-14 Juni 2026.

Memasuki hari kedua sekaligus penutupan, kategori Marathon (42K) dan Half Marathon (21K) diikuti puluhan ribu pelari, baik dari dalam maupun luar negeri.

Seremoni pelepasan kategori Marathon dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu, serta Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Danny Oskaria.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi dukungan masyarakat Jakarta yang berperan besar dalam kelancaran penyelenggaraan BTN Jakim 2026.

"Kami, Jakarta, sangat bangga dan bahagia BTN Jakim bisa terlaksana dengan baik. Saya sangat berterima kasih. Pak Gubernur juga sangat berterima kasih kepada masyarakat Jakarta. Kejadian kemarin jujur membuat kita juga agak waswas, tetapi alhamdulillah semuanya sadar bahwa Jakarta milik bersama. Hari ini, BTN Jakim berjalan dengan 45.000 pelari yang luar biasa. Mudah-mudahan, (agenda) ini menjadi kalender kegiatan setiap tahun," ujar Rano dalam siaran pers yang diterima oleh Kompas.com pada Jumat (26/6/2026).

Sementara itu, Erick Thohir menilai BTN Jakim menjadi bukti bahwa olahraga tidak hanya mendorong masyarakat menjalani gaya hidup yang lebih sehat, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan sport tourism dan industri olahraga nasional.

"(Agenda) ini hal yang sangat positif, bagian dari upaya kita membuka jalan bagi masyarakat Indonesia yang lebih sehat, khususnya masyarakat Jakarta. Ini juga membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi karena sport tourism dan sport industry bisa berkembang. Dengan peserta mencapai 45.000 orang, dampak ekonominya tentu sangat luar biasa dan mudah-mudahan terus berlanjut," kata Erick.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia bersama sejumlah negara di Asia Tenggara tengah menjajaki pembentukan sirkuit maraton regional. Inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing olahraga lari di kawasan.

"Kalau di dunia ada Boston Marathon dan Tokyo Marathon, kenapa Asia Tenggara tidak punya event bersama? Mudah-mudahan pada 2027 atau 2028, Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina bisa memiliki sirkuit maraton Asia Tenggara yang menjadi ajang bersama bagi para pelari terbaik di kawasan," ujarnya.

Berdasarkan data panitia, BTN Jakim 2026 diikuti lebih dari 45.000 peserta. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 5.500 pelari kategori 5K, 10.000 pelari kategori 10K, 21.300 pelari Half Marathon (21K), dan 8.200 pelari Marathon (42K).

Pelari internasional pada momen menjelang flag off BTN Jakrata International Marathon (Jakim) 2026.Dok. BTN Pelari internasional pada momen menjelang flag off BTN Jakrata International Marathon (Jakim) 2026.

Ajang tersebut juga diikuti 1.012 pelari internasional, menjadikannya salah satu agenda maraton dengan partisipasi pelari mancanegara terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah peserta turut mendorong tingkat hunian hotel di kawasan Sudirman, Senayan, dan Thamrin selama penyelenggaraan acara.

Danny Oskaria pun menegaskan komitmen Danantara untuk terus mendukung penyelenggaraan kegiatan olahraga yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Danantara selalu mendukung setiap kegiatan yang positif. Jakarta International Marathon merupakan salah satu event maraton yang sangat baik. Dampak ekonominya juga besar dan kami berharap Jakarta International Marathon dapat berkembang menjadi salah satu maraton mayor di masa depan. Insyaallah, mudah-mudahan. Karena itu, kita harus terus mendukung penyelenggaraannya," ujar Danny.

Momen flag off yang menandai dimulainya ajang BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026.Dok. BTN Momen flag off yang menandai dimulainya ajang BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026.

Pada nomor Open Marathon Putra, pelari Kenya Kennedy Njogu Muhia keluar sebagai juara pertama dengan catatan waktu 2 jam 16 menit 23 detik.

Posisi kedua ditempati rekan senegaranya, Ezekiel Kemboi Omullo, yang membukukan waktu 2 jam 16 menit 43 detik, sedangkan peringkat ketiga diraih Abdi Asefa Kebede dari Ethiopia dengan waktu 2 jam 20 menit 4 detik.

Dominasi pelari Afrika juga terlihat di nomor putri. Alemnesh Herpha Guta dari Kenya menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 2 jam 36 menit 54 detik.

Meseret Dinke Meleka dari Ethiopia finis di posisi kedua dengan waktu 2 jam 37 menit 50 detik, sementara peringkat ketiga ditempati Eunice Nyawira Muchiri yang juga berasal dari Kenya dengan catatan waktu 2 jam 39 menit 17 detik.

Di kelompok nasional, Robi Syanturi menjadi yang tercepat di kategori Marathon Nasional Putra dengan waktu 2 jam 27 menit 58 detik. Ia mengungguli Nofeldi Petingko yang mencatatkan waktu 2 jam 28 menit 20 detik dan Sedilta Pilon Nubatonis dengan waktu 2 jam 33 menit 20 detik.

Pada kategori Marathon Nasional Putri, Isania Tarigan finis pertama dengan catatan waktu 3 jam 8 menit 47 detik. Posisi berikutnya ditempati Cilpia Manalu dengan catatan waktu 3 jam 16 menit 20 detik, disusul Sharfina Sheila Rosada yang membukukan waktu 3 jam 27 menit 29 detik.

Kennedy Njogu Muhia mengaku cuaca menjadi tantangan terbesar selama berlomba di Jakarta. Meski demikian, persiapan yang telah dijalani sejak awal tahun membantunya meraih kemenangan.

"Saya bangga bisa menjadi juara BTN Jakarta International Marathon 2026. Tantangan terbesar hari ini adalah cuaca yang panas dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Namun, saya sudah mempersiapkan diri sejak Januari (2026) setelah mengikuti Hong Kong Marathon. Berkat latihan yang disiplin bersama pelatih dan rekan satu tim, saya akhirnya bisa meraih kemenangan di Jakarta," ujarnya.

Robi Syanturi pun mengaku kemenangan yang diraihnya terasa semakin bermakna karena tetap dapat menjalankan ibadah di tengah perlombaan.

"Di kilometer 14 saya berhenti sekitar tiga menit untuk melaksanakan shalat Subuh, kemudian kembali melanjutkan lomba. Meski harus mengejar ketertinggalan, alhamdulillah saya bisa finis sebagai juara pertama. BTN sangat mendukung para pelari sehingga semuanya berjalan dengan baik," kata Robi.

Ia mengatakan konsistensi latihan menjadi kunci keberhasilannya menjuarai BTN Jakim 2026.

"Rahasianya latihan, istirahat, dan ibadah. Saya sudah berlatih sekitar sepuluh tahun. Rute BTN Jakim cukup menantang, tetapi justru menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi para pelari. Saya juga senang melihat penyelenggaraannya berjalan aman dan lancar," tuturnya.

Dengan partisipasi lebih dari 45.000 pelari dari dalam dan luar negeri, BTN Jakarta International Marathon 2026 menjadi salah satu ajang lari terbesar di Indonesia.

Kolaborasi BTN bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Danantara Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat pengembangan sport tourism dan industri olahraga nasional.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau