Advertorial

Kepala BPS RI Pimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi, Gubernur Lampung Ajak Warga Berpartisipasi

Kompas.com - 27/06/2026, 20:58 WIB

KOMPAS.com - Sebanyak 8.619 petugas akan diterjunkan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap agenda nasional yang digelar setiap 10 tahun sekali tersebut.

Komitmen itu ditegaskan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Apel Siaga dan Penguatan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 yang dipimpin Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, pada Sabtu (27/6/2026).

Rahmat mengatakan pembangunan berkualitas harus diawali dengan ketersediaan data akurat. Tanpa data lengkap dan benar, pemerintah akan kesulitan mengambil keputusan maupun menyusun kebijakan tepat sasaran.

"Kita sadari bersama bahwa pembangunan yang berkualitas dan tepat sasaran berawal dari data yang akurat. Tanpa data yang lengkap dan benar, sulit bagi kita mengambil keputusan ataupun menyusun kebijakan yang tepat sasaran," ujar Rahmat dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Sabtu (27/6/2026).

Karena itu, Pemprov Lampung mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, sensus tersebut akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian daerah sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia menilai Lampung memiliki potensi ekonomi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, industri, perdagangan, hingga pariwisata. Di samping itu, jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi penggerak utama roda perekonomian daerah.

Rahmat menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi. Tak kalah penting, masyarakat dapat merasakan manfaat melalui terciptanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan, dan semakin kuatnya usaha rakyat.

Atas dasar itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 agar seluruh potensi ekonomi Lampung dapat terdata secara utuh.

Apresiasi juga disampaikan Rahmat kepada para petugas lapangan yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan sensus. Ia berharap seluruh petugas menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, serta memberikan pelayanan ramah dan humanis kepada masyarakat.

Usai mengikuti apel siaga, Gubernur Lampung turut menghadiri rangkaian kegiatan lain yang diselenggarakan BPS RI, di antaranya jalan sehat bersama dan meninjau kegiatan donor darah.

Dalam kesempatan sama, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyebut Sensus Ekonomi sebagai "medical check-up" atau rekam medis perekonomian. Melalui sensus tersebut, pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi riil perekonomian nasional maupun daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, pengembangan investasi, hingga pemberdayaan dunia usaha.

Amalia mengapresiasi komitmen Pemprov Lampung dalam mendukung penuh penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026. Ia juga mengajak masyarakat memberikan data yang benar karena setiap informasi dihimpun akan menjadi fondasi penting dalam merancang kebijakan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di hadapan 8.619 petugas yang akan bertugas di 15 kabupaten/kota di Lampung, Amalia menyebut mereka sebagai "pejuang data" yang memegang peran penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau