KOMPAS.com – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Maybank Indonesia Tbk menyetujui rencana perseroan untuk menjadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional atas Konglomerasi Keuangan Maybank.
Persetujuan tersebut diberikan dalam RUPSLB yang digelar di Jakarta, Minggu (29/6/2026).
Melalui keputusan itu, Maybank Indonesia akan melakukan pengambilalihan saham pada PT Maybank Asset Management, PT Maybank Sekuritas Indonesia, dan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia.
Pengambilalihan saham tersebut dilakukan dalam rangka pembentukan Maybank Indonesia sebagai PIKK Operasional atas Konglomerasi Keuangan Maybank.
Aksi korporasi tersebut dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari regulator sektoral masing-masing anggota Konglomerasi Keuangan Maybank Group.
Perseroan menyatakan, persetujuan itu menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem layanan keuangan Maybank Indonesia. Langkah tersebut juga sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.
Sebagai PIKK, Maybank Indonesia akan mengintegrasikan bisnis perbankan, manajemen aset, sekuritas, asuransi, dan pembiayaan dalam satu kerangka tata kelola, pengawasan, serta operasional terpadu di dalam struktur Konglomerasi Keuangan Maybank.
Direksi dan Dewan Komisaris Maybank Indonesia berfoto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026. Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham menyetujui pengunduran diri Effendi sebagai Direktur Maybank Indonesia. Setelah transaksi pengambilalihan saham diselesaikan, struktur Konglomerasi Keuangan Maybank akan terdiri atas susunan berikut.
Untuk mendukung struktur baru tersebut sekaligus memastikan kepatuhan terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 30 Tahun 2024, pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
Presiden Komisaris Maybank Indonesia Dato’ Sri Khairussaleh Ramli mengatakan, penetapan Maybank Indonesia sebagai PIKK menjadi tonggak penting dalam mendukung strategi ROAR30 Maybank Group.
Menurutnya, langkah tersebut juga turut memperkuat posisi Maybank sebagai salah satu grup jasa keuangan terkemuka di ASEAN.
“Dengan mengintegrasikan ekosistem bisnis perbankan, wealth management, sekuritas, dan asuransi, akan meningkatkan kapabilitas kami dalam menghadirkan solusi keuangan yang seamless dan berorientasi pada kebutuhan nasabah, baik bagi individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang di Indonesia,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (29/6/2026).
(Kiri-kanan) Direktur Risk Management Maybank Indonesia, Effendi; Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan; Presiden Komisaris Maybank Indonesia,Dato? Sri Khairussaleh Ramli, dan Komisaris Independen Maybank Indonesia Marina Tusin, berfoto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026. Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham menyetujui pengambilalihan saham PT Maybank Asset Management, PT Maybank Sekuritas Indonesia, dan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia sebagai bagian sehubungan dengan Maybank Indonesia menjadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional. Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, struktur baru tersebut bukan sekadar reorganisasi korporasi. Ia pun mengapresiasi peran OJK atas arahan dan dukungan sepanjang proses transisi.
“Struktur Konglomerasi Keuangan Maybank ini akan semakin memperkuat sinergi antarsesama entitas untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan selaras dengan misi Humanising Financial Services,” ujar Steffano.
Selain menyetujui pengambilalihan saham dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan, RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Effendi dari jabatannya sebagai Direktur Manajemen Risiko Maybank Indonesia.
Steffano menyampaikan apresiasi kepada Effendi atas kontribusinya selama menjabat di Maybank Indonesia.
“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Effendi atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi berharga yang telah diberikan selama masa pengabdiannya kepada Maybank Indonesia,” tutur Steffano.
Sebagai informasi, Maybank Indonesia merupakan bagian dari Grup Maybank yang memiliki jaringan regional dan internasional. Perseroan menyediakan produk dan jasa keuangan bagi nasabah individu ataupun korporasi melalui layanan Community Financial Services, Perbankan Global, serta pembiayaan otomotif melalui WOM Finance dan Maybank Finance.
Pada Maret 2026, Maybank Indonesia memiliki 267 cabang, termasuk 20 cabang syariah dan satu cabang di Mumbai, India. Perseroan juga memiliki 20 KCP Mobile dan 605 ATM, termasuk 26 cash recycle machine (CRM), yang terkoneksi dengan berbagai jaringan ATM.
Pada periode yang sama, Maybank Indonesia mengelola simpanan nasabah sebesar Rp 118,35 triliun dan memiliki total aset senilai Rp 192,17 triliun.