KOMPAS.com - Upaya meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri di industri elektronik kembali menunjukkan perkembangan.
Seri AC hunian produksi Indonesia milik Daikin, AC Nusantara Prestige, resmi mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan nilai di atas 60 persen.
Berdasarkan data di situs resmi Kementerian Perindustrian, capaian tersebut menjadikan AC Nusantara Prestige sebagai AC hunian dengan nilai TKDN tertinggi di Indonesia hingga saat ini.
Sertifikat TKDN diserahkan dalam acara yang berlangsung di fasilitas PT Daikin Industries Indonesia (DIID), Cikarang, Selasa (30/6/2026).
Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P4DN), Kris Sasono Ngudi Wibowo, menyerahkan sertifikat tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi atas konsistensi Daikin dalam meningkatkan kandungan lokal pada produk AC yang diproduksi di Indonesia.
Predikat tersebut diraih oleh seri AC hunian pertama Daikin yang diproduksi di Indonesia. AC Nusantara Prestige hadir dalam tiga model, yaitu ALPHA Inverter, BETA Inverter, dan SMS sebagai varian non-inverter.
Seluruh model tersedia dalam berbagai pilihan kapasitas pendinginan dan diproduksi di pabrik PT Daikin Industries Indonesia yang berlokasi di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat.
Pabrik tersebut merupakan fasilitas produksi AC hunian berskala penuh pertama di Indonesia. Dengan nilai investasi mencapai Rp 3,3 triliun, proses produksinya didukung teknologi dan standar kualitas Jepang, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi produk jadi.
Keberadaan fasilitas produksi tersebut menjadi salah satu penopang tingginya kandungan komponen dalam negeri pada AC Nusantara Prestige.
Presiden Direktur PT Daikin Industries Indonesia Hideki Joh mengatakan, pencapaian nilai TKDN tersebut merupakan hasil dari kemampuan perusahaan memadukan teknologi manufaktur dengan peningkatan penggunaan komponen lokal.
Ia menambahkan, kemampuan tersebut didukung oleh pengalaman Daikin sebagai spesialis tata udara yang telah berkiprah lebih dari satu abad di dunia, termasuk lebih dari 55 tahun menghadirkan solusi tata udara di Indonesia.
"Pencapaian nilai TKDN tinggi ini mewakili kemampuan Daikin dalam mengkolaborasikan kemampuan produksi dan peningkatan komponen lokal dengan tetap menjaga kualitas Jepang dimiliki perusahaan untuk terus memberikan solusi tata udara terbaik bagi masyarakat Indonesia," ujar Hideki Joh dalam siaran pers yang diterima oleh Kompas.com pada Rabu (1/7/2026).
-Tidak hanya berfokus pada peningkatan kandungan lokal, perusahaan juga melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam proses produksinya.
Direktur PT Daikin Industries Indonesia Budi Mulia mengatakan, UKM berperan sebagai pemasok bahan baku sekaligus penyedia layanan logistik sehingga turut mendukung proses produksi di dalam negeri.
Keterlibatan tersebut, lanjut Budi, membuat AC Nusantara Prestige tidak hanya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan industri nasional.
"Hal ini menjadikan keberhasilan AC Nusantara Prestige mendapatkan nilai TKDN tertinggi saat ini sekaligus menjadikannya sebagai AC hunian yang tak hanya dibuat dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat Indonesia, tetapi juga benar-benar mendukung kemajuan Indonesia melalui perkembangan industri dalam negeri," kata Budi Mulia.
Ia berharap, sertifikasi TKDN yang diraih PT Daikin Industries Indonesia dapat mendorong semakin banyak pelaku industri elektronik untuk meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.
Dengan semakin banyak industri yang meningkatkan nilai TKDN, ketahanan industri nasional diharapkan ikut tumbuh seiring perkembangan sektor manufaktur di masa mendatang.