Advertorial

BNI Perkenalkan Logo HUT Ke-80, Simbol Pengabdian Delapan Dekade untuk Negeri

Kompas.com - 05/07/2026, 10:34 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkenalkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 sebagai simbol perjalanan panjang perseroan dalam melayani masyarakat Indonesia.

Logo tersebut merepresentasikan semangat pengabdian, kolaborasi, dan komitmen BNI untuk terus hadir mendampingi kebutuhan finansial masyarakat lintas generasi.

Memasuki usia delapan dekade pada 2026, BNI menegaskan perannya sebagai bank nasional pertama milik negara yang tumbuh bersama perjalanan bangsa. Selama 80 tahun, BNI tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam berbagai fase kehidupan, mulai dari menabung, membangun usaha, mengembangkan bisnis, hingga mencapai tujuan finansial.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, peringatan HUT Ke-80 menjadi momentum bagi perseroan untuk merefleksikan perjalanan panjang pengabdian kepada negeri serta memperkuat komitmen menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Usia 80 tahun bukan sekadar pencapaian, melainkan amanah untuk terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui logo HUT Ke-80, kami ingin menghadirkan interpretasi yang lebih humanis mengenai bagaimana nilai pengabdian BNI hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia," ujar Putrama dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (5/7/2026).

Putrama menambahkan, perjalanan BNI tidak dapat dilepaskan dari sejarah pendiriannya pada 5 Juli 1946. Saat itu, Indonesia tengah membangun fondasi pemerintahan dan kedaulatan ekonomi pasca-kemerdekaan.

R. Margono Djojohadikusumo kala itu menggagas pembentukan bank milik bangsa sendiri sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

"BNI lahir dari semangat perjuangan dan keyakinan bahwa bangsa ini membutuhkan bank sendiri. Sejak awal, BNI tidak hanya hadir untuk menjalankan fungsi perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyusun harga diri ekonomi Indonesia," kata Putrama.

Sebagai bank pertama milik Republik Indonesia, BNI turut berperan dalam penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI) yang menjadi simbol kedaulatan ekonomi bangsa. Sejak saat itu, BNI terus berkembang mengikuti perjalanan Indonesia dengan tetap membawa semangat pengabdian dalam setiap layanannya.

Makna logo HUT Ke-80 BNI

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam identitas visual HUT Ke-80. BNI memaknai angka 80 bukan hanya sebagai penanda usia, melainkan juga simbol perjalanan panjang dan komitmen pelayanan yang dijalankan secara konsisten selama delapan dekade.

Angka 8 menjadi elemen utama karena memiliki kemiripan dengan simbol tak terhingga (infinity) saat dilihat secara horizontal. Bentuk itu menggambarkan semangat pelayanan yang terus bergerak tanpa henti.

Sementara itu, angka 0 yang melambangkan keutuhan dan kesinambungan mencerminkan ruang pelayanan yang selalu terbuka untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Perpaduan kedua angka tersebut menegaskan usia 80 tahun sebagai tonggak penting perjalanan BNI serta awal untuk melanjutkan pelayanan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Makna pengabdian juga tecermin dalam elemen visual berupa jalur yang mengalir dan bergerak dinamis. Elemen tersebut merepresentasikan semboyan BNI, “Swadharma Bhakti Nagara”, yang bermakna mengabdi dan melayani negeri melalui karya serta pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Selain menggambarkan nilai pelayanan, logo HUT Ke-80 juga mencerminkan kolaborasi berkelanjutan antara BNI, nasabah, mitra usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Hubungan tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dari sisi visual, gradasi kuning-oranye pada logo melambangkan energi, optimisme, dan kehangatan yang menyertai pelayanan BNI. Adapun warna biru toska merepresentasikan kepercayaan, stabilitas, dan profesionalisme sebagai dasar hubungan jangka panjang dengan nasabah.

Logo HUT Ke-80 akan menjadi identitas visual utama dalam berbagai kegiatan komunikasi, promosi, publikasi, dan aktivasi BNI bersama para mitra.

"Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa selama delapan dekade, BNI tidak hanya tumbuh sebagai institusi perbankan, tetapi juga terus menghidupkan nilai pengabdian melalui semangat Melayani Sepenuh Hati untuk kemajuan masyarakat, perekonomian, dan Indonesia," ujar Putrama.

Melalui momentum HUT Ke-80, BNI menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan Swadharma Bhakti Nagara dengan menghadirkan solusi keuangan yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau