KOMPAS.com – Angka pengangguran lulusan sekolah menengah yang tinggi masih menjadi tantangan ketenagakerjaan di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah menengah atas (SMA) menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka yang relatif tinggi jika dibandingkan beberapa jenjang pendidikan lain.
Di tengah tantangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menghadirkan solusi yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan dan pemberdayaan pengusaha ultramikro, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi generasi muda di berbagai daerah.
Melalui perluasan layanan dan pendampingan kepada jutaan nasabah, PNM turut menciptakan lapangan kerja yang memberikan ruang bagi lulusan SMA/SMK untuk bertumbuh, berkarya, dan membangun masa depan.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah melalui Danantara dalam memperkuat sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi nasional.
Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria menegaskan bahwa penguatan UMKM akan menciptakan efek berganda, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, hingga meningkatkan daya saing Indonesia.
Dony juga menegaskan pentingnya mengedepankan hak pegawai di balik transformasi dan konsolidasi BUMN.
"Transformasi BUMN harus tetap mengedepankan perlindungan pegawai dan hubungan industrial yang sehat," ujar Dony dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (6/7/2026).
Pemberdayaan yang ciptakan lapangan kerja
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, PNM membuktikan bahwa perluasan akses pembiayaan dan pemberdayaan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Pertumbuhan jumlah nasabah turut mendorong peningkatan kebutuhan tenaga pendamping di lapangan sehingga membuka peluang kerja bagi puluhan ribu lulusan SMA/SMK sederajat, khususnya dari keluarga prasejahtera.
Selain memperoleh pekerjaan formal, para tenaga pendamping juga mendapatkan kesempatan mengembangkan kompetensi, membangun jenjang karier, serta melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa yang disediakan PNM.
Hingga kini, PNM telah menyerap lebih dari 70.000 tenaga kerja di seluruh Indonesia. Sekitar 88 persen di antaranya merupakan perempuan, sementara lebih dari 43.000 merupakan lulusan SMA/SMK sederajat.
Mereka menjadi ujung tombak pendampingan bagi jutaan perempuan prasejahtera nasabah PNM Mekaar sekaligus berperan sebagai agen pemberdayaan ekonomi di tingkat komunitas.
Perluas dampak pemberdayaan hingga tingkat komunitas
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan bahwa penciptaan lapangan kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari misi pemberdayaan yang dijalankan perusahaan.
Menurutnya, sejak menjadi bagian dari Danantara, PNM secara konsisten memperkuat kontribusinya. Tidak hanya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha ultramikro, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih inklusif bagi generasi muda Indonesia.
Ketika usaha ultramikro berkembang, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat. Peluang tersebut banyak diisi oleh lulusan SMA dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya memiliki akses kerja yang terbatas.
“Oleh karena itu, pemberdayaan yang PNM lakukan tidak hanya melahirkan pengusaha yang lebih mandiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan kesejahteraan di tingkat komunitas," jelas Kindaris.
Melalui pendekatan tersebut, PNM menegaskan bahwa dampak pembiayaan tidak berhenti pada pertambahan modal usaha.
Setiap usaha yang berkembang mampu menggerakkan ekonomi keluarga, menciptakan kesempatan kerja baru serta menghadirkan manfaat yang menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Efek berganda itu diperkuat PNM bersama Danantara dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan mampu menciptakan peluang bagi lebih banyak masyarakat Indonesia.