KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyalurkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Bantuan tersebut disalurkan melalui program corporate social responsibility (CSR) BRI Peduli sebagai bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung transisi menuju energi bersih, ketahanan energi nasional, serta pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan.
PLTS itu memiliki kapasitas 17,4 kilowatt peak (kWp) dan dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 43,2 kilowatt hour (kWh).
Kehadiran PLTS tersebut diharapkan dapat memperluas akses energi bersih serta meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat di wilayah yang masih memiliki keterbatasan pasokan listrik.
Sebagai informasi, Desa Bojong merupakan salah satu desa di Kabupaten Bandung Barat dengan karakteristik wilayah perbukitan. Sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian di sektor pertanian, peternakan, perdagangan skala kecil, serta usaha mikro.
Kondisi geografis yang relatif terpencil membuat ketersediaan infrastruktur dasar, termasuk akses listrik yang andal, berperan penting dalam menunjang aktivitas ekonomi serta kehidupan sehari-hari masyarakat.
Melalui pemanfaatan PLTS, masyarakat kini memperoleh akses listrik yang lebih berkelanjutan untuk mendukung aktivitas pada malam hari serta meningkatkan produktivitas usaha.
Selain menerangi lingkungan permukiman dan fasilitas umum, pasokan listrik dari PLTS juga dimanfaatkan untuk mendukung operasional usaha warga yang membutuhkan ketersediaan energi secara berkesinambungan.
Bawa perubahan nyata
Kepala Desa Bojong Apad Sutisna mengatakan, kehadiran PLTS membawa perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Setelah PLTS hadir, kami benar-benar merasakan perubahan yang sangat nyata. Desa menjadi lebih terang, masyarakat lebih nyaman beraktivitas pada malam hari, anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang, dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas usahanya,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (6/7/2026).
Menurut Apad, kehadiran PLTS membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, aman, dan produktif.
“Kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, lebih aman, lebih produktif, dan memberikan harapan baru bagi kemajuan desa kami,” katanya.
Ia menambahkan, manfaat PLTS tidak hanya dirasakan dari sisi penyediaan energi, tetapi juga membangkitkan optimisme masyarakat terhadap masa depan desa.
“Yang saya rasakan adalah tumbuhnya semangat dan optimisme masyarakat. Warga melihat bahwa desa kami tidak lagi tertinggal dan mendapat perhatian nyata,” ungkapnya.
Kehadiran PLTS, lanjut Apad, bukan hanya menghadirkan penerangan, melainkan juga membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka.
Apad berharap, keberadaan PLTS dapat terus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ia juga berharap, semakin banyak desa memperoleh program pemberdayaan serupa agar akses terhadap energi dan peluang peningkatan kesejahteraan dapat dirasakan lebih luas.
“Saya juga berharap program-program pemberdayaan, seperti yang dilakukan BRI, dapat terus hadir di desa-desa yang masih membutuhkan. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses energi, kesempatan untuk berkembang, dan kehidupan yang lebih sejahtera,” tuturnya.
Penyaluran bantuan PLTS tersebut turut menegaskan komitmen BRI untuk tidak hanya menghadirkan layanan keuangan hingga pelosok negeri, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur dasar.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, bantuan PLTS tersebut merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan energi terbarukan, memperluas akses listrik berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat di wilayah pedesaan.
“(Bantuan PLTS) ini adalah komitmen nyata BRI. Tidak hanya menghadirkan layanan perbankan hingga pelosok negeri, tetapi juga turut mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, memperkuat perekonomian desa, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Dhanny.