Advertorial

Wali Kota Denpasar Jaya Negara Dorong Penguatan Kolaborasi untuk Atasi Berbagai Permasalahan Perkotaan

Kompas.com - 07/07/2026, 14:35 WIB

KOMPAS.com - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVIII di Grand City Hall, Medan, Kamis (2/7/2026).

Agenda tersebut membahas berbagai isu strategis yang dihadapi pemerintah kota, mulai dari pengelolaan sampah hingga pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sidang tersebut menjadi forum pembahasan program kerja dan rekomendasi dari pengurus Komisariat Wilayah I hingga VI Apeksi.

Rapat dipimpin Ketua Dewan Pengurus Pusat Apeksi yang juga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, didampingi Direktur Eksekutif Apeksi Alwis Rustam, serta Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Berbagai rekomendasi yang dibahas mencakup pengelolaan sampah, mitigasi bencana, penguatan fiskal dan keuangan daerah, penyederhanaan tata kelola pemerintahan, hingga sumber pembiayaan PPPK.

Pada kesempatan itu, Jaya Negara menegaskan bahwa Rakernas Apeksi menjadi momentum untuk membahas berbagai isu strategis perkotaan sekaligus memperkuat komunikasi antardaerah dalam mencari solusi atas isu yang dihadapi masing-masing kota.

"Apeksi merupakan wadah strategis untuk memperkuat posisi pemerintah kota dalam pengambilan kebijakan nasional. Dengan semangat kolaborasi, kita dapat merumuskan solusi atas persoalan perkotaan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inovatif dan berkelanjutan," ujar Jaya Negara dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Selasa (7/7/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama Wali Kota Medan beserta jajaran, yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan sidang pleno Rakernas XVIII Apeksi 2026 sekaligus menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan.

Sementara itu, Eri Cahyadi mengatakan bahwa pemerintah kota saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan inovasi dan kolaborasi yang lebih kuat.

"Kita diciptakan bukan untuk berkeluh kesah, tapi kita diciptakan untuk terus berinovasi, membangun kekuatan kita dengan bersinergi antara satu kota dengan kota yang lainnya," kata Eri.

Ia menegaskan bahwa Apeksi tidak boleh hanya menjadi forum penyampaian persoalan daerah, tetapi juga harus mampu menghasilkan solusi dan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat.

Eri menambahkan, tantangan yang dihadapi pemerintah daerah tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri. Karena itu, Apeksi perlu menjadi wadah kolaborasi agar setiap kota dapat saling belajar, berbagi inovasi, dan memperkuat kapasitas satu sama lain.

Sementara itu, Alwis Rustam menjelaskan bahwa Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang mengusung tema "Kota Tangguh Bangsa Berdaulat" tidak hanya diisi rapat pleno, tetapi juga diramaikan dengan sejumlah kegiatan.

Rangkaian kegiatan meliputi Ladies Program, city tour ke kawasan budaya Kota Medan, kunjungan ke Mal Pelayanan Publik dan Galeri Dekranasda, serta sejumlah forum tematik yang mempertemukan perangkat daerah dari berbagai kota di Indonesia.

Seluruh wali kota juga mengikuti olahraga bersama, penanaman pohon, serta peresmian Tugu Kota Tangguh di Taman Cadika sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

"Sebanyak 88 wali kota, 4 wakil wali kota, 2 sekretaris daerah, dan 1 kepala Bappeda ikut hadir dalam Rakernas XVIII Apeksi mewakili 98 kota anggota Apeksi kali ini," ujar Alwis.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau