MAKASSAR, KOMPAS.com — Provinsi Sulawesi Selatan siap menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-54 Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kegiatan ini akan digelar di Kota Makassar pada 9-12 Juli 2026.
Penyelenggaraan HUT ke-46 Dekranas dan HKG ke-54 PKK diharapkan dapat membuka peluang bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), terutama di sektor wastra dan kriya.
Acara tersebut rencananya dibuka oleh Ketua Dekranas Selvi Ananda Gibran. Kegiatan ini juga akan dihadiri peserta dari jajaran Tim Penggerak PKK, Dekranasda provinsi dan kabupaten/kota, serta tamu undangan dari pemerintah pusat.
Ketua Panitia Harian HUT ke-46 Dekranas Sukarniaty Kondolele mengatakan, HUT ke-46 Dekranas dan HKG ke-54 PKK mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”.
“Banyak harapan dari tema ini sehingga kami pun juga mengusung pameran yang tentu saja substansinya berkaitan dengan wastra dan kriya,” ujar Ani dalam konferensi pers di Makassar, Selasa (7/7/2026).
Ani mengatakan, Kota Makassar tidak hanya berperan sebagai tuan rumah. Menurutnya, momentum tersebut juga menjadi kesempatan besar bagi UMKM wastra dan kriya untuk mempromosikan dan memperkenalkan potensi produk mereka.
Kegiatan itu juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dengan daerah lain.
Ani menilai, UMKM yang didominasi para perajin juga dapat memperkenalkan produknya di level yang lebih tinggi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
“Kami berharap bisa memberikan akses pasar yang lebih luas terhadap pemberdayaan UMKM kriya dan wastra,” katanya.
Sebagai upaya memperkenalkan karya perajin wastra dan kriya, kegiatan tersebut akan menghadirkan stan bertajuk “Pavilion Sulawesi Selatan”.
Stan tersebut akan diisi produk-produk premium dari 24 kabupaten/kota yang telah dikurasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Selain itu, penyelenggara juga menyiapkan stan lain untuk 24 kabupaten/kota tersebut.
“Jadi, produk wastra dan kriya yang masuk di Pavilion Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan itu adalah yang betul-betul kami kurasi dari daerah masing-masing di 24 kabupaten/kota,” ujar Ani.
Ani mengatakan, pameran produk wastra dan kriya tersebut akan menampilkan tren fesyen modern yang dapat dijangkau berbagai kalangan, termasuk anak muda.
Menurutnya, generasi muda kini semakin tertarik pada produk wastra dan kriya yang dikemas secara kekinian.
“Target semua usia. Kenapa saya sedikit menekankan ke anak muda? Karena anak muda sekarang lebih senang dengan produk wastra dan kriya yang kekinian. Wastra dan kriya itu tidak kalah dengan brand yang dikenakan secara luas,” katanya.
Produk wastra dan kriya juga akan ditampilkan dalam fashion show, terutama karya seni wastra berupa kain dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Ada pula
Ani menyebutkan, beberapa jenis kain khas daerah akan ditampilkan dalam acara tersebut.
“Nanti juga ada fashion show di acara puncak. Kami akan tampilkan wastra kita di Sulsel, misalnya kain roto, tunik Toraja, sutra, kain tope, bahkan kain tenun Kajang,” ujarnya.
Ani mengatakan bahwa pameran HUT Dekranas dan HKG PKK tersebut diperkirakan dapat menarik sekitar 20.000 hingga 40.000 pengunjung pada akhir pekan. Sementara itu, pada hari biasa, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 5.000 hingga 7.000 orang. (K270-25/Atri Suryatri Abbas)