KOMPAS.com – Persiapan pensiun tidak cukup dilakukan menjelang berakhirnya masa kerja. Perencanaan perlu dilakukan sejak dini agar pekerja memiliki kesiapan finansial, mental, serta sosial saat memasuki masa purnabakti.
Sebagai bentuk dukungan dalam mendampingi nasabah di setiap fase kehidupan, bank bjb kembali menyelenggarakan Workshop Kewirausahaan melalui Program BJB Pra-Purnapreneurship pada Kamis (2/7/2026).
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang H Ta’yinul Biri Bagus Nugroho dan Pemimpin bank bjb Kantor Cabang Semarang Risto Livian Surbakti.
Kegiatan itu diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang akan memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun mendatang.
Lokakarya tersebut diselenggarakan bank bjb Kantor Cabang Semarang yang bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang. Kolaborasi ini dilakukan sebagai bentuk sinergi dalam mempersiapkan ASN menghadapi masa pensiun secara lebih matang.
Berdasarkan rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (7/7/2026), program tersebut menjadi bentuk kepedulian bank bjb terhadap ASN.
bank bjb menyatakan bahwa masa pensiun bukan akhir dari produktivitas, melainkan awal babak kehidupan baru yang tetap dapat dijalani secara aktif, mandiri, dan sejahtera.
Melalui kegiatan itu, bank bjb bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang ingin memperkuat kesiapan ASN menghadapi masa pensiun melalui peningkatan kompetensi kewirausahaan dan pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Peserta kegiatan tersebut tidak hanya memperoleh materi teoretis, tetapi juga inspirasi langsung dari pelaku usaha yang telah berhasil membangun bisnis secara berkelanjutan.
Hadirkan pelaku usaha lokal
Kegiatan tersebut menghadirkan pelaku usaha lokal Kabupaten Semarang, Muhammad Rizki Kurniawan dari Bangkir Farm, sebagai narasumber.
Pada kesempatan itu, Rizki membagikan pengalaman membangun usaha peternakan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) hingga berkembang.
Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan dari Trainer Program BJB Pra-Purnapreneurship Ivan Rida Pratama mengenai pentingnya literasi dan perencanaan keuangan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi setelah pensiun.
Pada kesempatan sama, bank bjb turut memperkenalkan solusi pembiayaan Kredit Pra Purna Bhakti (KPPB) yang dirancang untuk membantu calon pensiunan mempersiapkan masa transisi menuju purnabakti.
Produk tersebut terdiri atas BJB KPPB Grace Period dan BJB KPPB Manfaat Ganda. Keduanya memberikan fleksibilitas pembiayaan sesuai kebutuhan nasabah, baik untuk pengembangan usaha maupun pemenuhan berbagai kebutuhan menjelang pensiun.
Siapkan rencana usaha setelah pensiun
Melalui Program BJB Pra-Purnapreneurship, peserta memperoleh pembekalan mengenai penyusunan rencana usaha, pengelolaan risiko, strategi keuangan, hingga identifikasi peluang bisnis yang dapat dijalankan setelah pensiun.
Program itu turut memperkuat pemahaman bahwa masa pensiun yang sejahtera berawal dari perencanaan yang matang.
Sebab, perencanaan tersebut perlu didukung kemampuan mengelola keuangan serta menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bank bjb dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan edukasi, literasi keuangan, inspirasi kewirausahaan, serta solusi pembiayaan yang tepat, bank bjb berharap semakin banyak calon pensiunan mampu menjalani masa purnabakti dengan percaya diri, tetap produktif, dan memiliki kondisi keuangan yang sehat.
Program BJB Pra-Purnapreneurship menjadi salah satu upaya bank bjb dalam mendorong kemunculan pensiunan yang mandiri, kreatif, berdaya saing, serta mampu menikmati masa pensiun dengan lebih tenang, bahagia, dan sejahtera.
Ke depan, bank bjb akan terus menghadirkan layanan perbankan yang berorientasi pada pemberdayaan, keberlanjutan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan nasabah di setiap fase kehidupan, termasuk dalam mempersiapkan masa pensiun yang lebih produktif dan berkualitas.
Informasi lebih lanjut mengenai bank bjb dapat diakses melalui situs resmi bank bjb, kanal media sosial resmi bank bjb, serta layanan BJB Call 14049.
bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).