KOMPAS.com — Di tengah perkembangan kendaraan energi baru, definisi mobil premium kini tidak lagi hanya berbicara tentang desain mewah, kabin nyaman, atau fitur yang berlimpah. Lebih dari itu, konsumen semakin melihat bagaimana teknologi dapat menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman, stabil, tangguh, dan relevan dengan kebutuhan mobilitas modern.
DENZA, merek premium dari BYD, membuktikan ini dengan menghadirkan model DENZA B5 pada ajang BYD Tech Culture Fest 2026 yang telah dilaksanakan di Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya. DENZA B5 menjadi wajah keunggulan teknologi DENZA menunjukkan bahwa identitasnya sebagai brand premium tidak hanya dibangun melalui kemewahan, tetapi juga melalui kapabilitas teknologi. Salah satu teknologi utama yang diperlihatkan adalah Dual-Mode Off-road atau DMO, sistem penggerak yang dirancang untuk menghadirkan performa optimal di berbagai kondisi medan.
Sensasi taklukkan tanjakan ekstrem
Dalam kesempatan tersebut, Kompas.com turut mencoba langsung kemampuan DENZA B5 di lintasan Monster Track.
Tantangan pertama dimulai dari tanjakan curam dengan sudut kemiringan lebih dari 40 derajat. Dari dalam kabin, posisi duduk terasa hampir tegak lurus ketika mobil mulai bergerak perlahan menanjak.
Menariknya, SUV itu tidak membutuhkan ancang-ancang atau momentum besar seperti mobil konvensional pada umumnya. Pengemudi cukup mengaktifkan fitur Crawl Mode, lalu kendaraan merayap naik secara perlahan dengan stabil.
DENZA B5 didukung teknologi Dual-Mode Off-road (DMO).
Distribusi tenaga terasa halus, sementara traksi tetap terjaga meski sudut tanjakan cukup ekstrem. Kendaraan juga tidak menunjukkan gejala kehilangan tenaga ataupun roda selip ketika berada di tengah tanjakan.
Kemampuan tersebut didukung teknologi Dual-Mode Off-road (DMO), sistem penggerak yang dirancang untuk menghadirkan performa optimal di berbagai kondisi medan.
Teknologi itu memungkinkan kendaraan mengatur distribusi tenaga secara adaptif sehingga pengendalian tetap stabil saat melintasi jalur berat.
Suspensi pintar bikin kabin tetap nyaman
Setelah melewati tanjakan pertama, tantangan berikutnya adalah lintasan berbentuk setengah lingkaran dengan kombinasi tanjakan dan turunan tajam.
Pada sesi itu, kendaraan menggunakan mode berkendara mountain. Saat berada di puncak lintasan, posisi mobil sempat terasa menggantung beberapa detik sebelum turun perlahan.
Meski demikian, bodi kendaraan tetap stabil tanpa gejala limbung berlebihan. Pengendalian juga terasa presisi meski kondisi lintasan cukup ekstrem.
Kemampuan tersebut tidak lepas dari penggunaan sistem suspensi pintar DiSus-P Intelligent Hydraulic Body Control System yang menjadi salah satu fitur andalan DENZA B5.
Teknologi suspensi tersebut memungkinkan kendaraan menyesuaikan karakter redaman secara otomatis sesuai kondisi jalan. Hasilnya, kenyamanan kabin tetap terjaga meski kendaraan melintasi permukaan tidak rata.
Sistem DiSus-P juga memungkinkan pengaturan ground clearance secara fleksibel. Pada kondisi normal, kendaraan tetap nyaman digunakan di jalan perkotaan. Namun, ketika menghadapi jalur off-road, tinggi kendaraan dapat dinaikkan untuk meningkatkan kemampuan melibas medan berat.
Ground clearance DENZA B5 bahkan dapat disesuaikan hingga total 140 mm dengan posisi maksimum mencapai sekitar 310 mm.
Differential lock hingga crawl mode
Rintangan terakhir menjadi salah satu bagian paling menarik sekaligus menegangkan dalam sesi Monster Track. Pada lintasan ini, DENZA B5 harus melewati tangga bertingkat berbahan besi yang memaksa sistem suspensi bekerja ekstra keras.
Sebelum memasuki lintasan, pengemudi mengaktifkan mode crawl sekaligus mengunci front dan rear differential lock. Dalam hitungan detik, suspensi udara kendaraan langsung naik hingga posisi maksimum.
Hasilnya, SUV besar tersebut mampu melewati tangga bertingkat dengan cukup mulus tanpa suara benturan keras dari bagian kolong kendaraan.
Suspensi bekerja aktif meredam guncangan satu per satu sambil menjaga kabin tetap nyaman bagi penumpang.
Selain itu, tersedia pula turunan curam yang dirancang untuk menguji kemampuan kontrol traksi dan sistem pengereman otomatis kendaraan. Mobil dapat turun perlahan tanpa perlu banyak intervensi dari pengemudi.
Fitur-fitur tersebut menjadi gambaran bahwa kendaraan energi baru kini tidak hanya berfokus pada efisiensi dan teknologi ramah lingkungan, tetapi juga menghadirkan performa dan kemampuan berkendara yang semakin lengkap.
Secara spesifikasi off-road, DENZA B5 juga dibekali approach angle 35 derajat dan departure angle 32 derajat untuk membantu kendaraan melewati berbagai kontur jalan ekstrem.
Gabungkan teknologi dan lifestyle
Kehadiran DENZA B5 di BYD Tech Culture Fest 2026 menjadi salah satu strategi BYD untuk memperlihatkan kemampuan teknologi kendaraan mereka secara langsung kepada masyarakat.
Pengunjung tidak hanya melihat kendaraan dipajang, tetapi juga dapat merasakan pengalaman berkendara melalui berbagai simulasi dan aktivitas interaktif.
Denza B5 unjuk gigi dalam ajang BYD Tech-Culture Fest di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan kendaraan energi baru kepada konsumen Indonesia yang kini semakin terbuka terhadap teknologi elektrifikasi.
Di sisi lain, DENZA B5 juga menunjukkan bahwa SUV elektrifikasi modern tetap mampu menghadirkan karakter tangguh khas kendaraan adventure.
Hal itu terlihat dari desain eksteriornya yang mengusung tampilan boxy khas SUV off-road premium, tetapi tetap dipadukan nuansa modern dan futuristis.
Menariknya, hingga saat ini, DENZA B5 sebenarnya masih belum resmi dipasarkan di Indonesia. Meski demikian, unit setir kanan kendaraan tersebut sudah beberapa kali muncul dalam berbagai kegiatan BYD di Tanah Air.
Jika benar meluncur nantinya, DENZA B5 diperkirakan akan menjadi salah satu pilihan baru di segmen SUV premium elektrifikasi dengan kemampuan off-road yang cukup mumpuni.
Teknologi elektrifikasi kini juga mampu menghadirkan performa tangguh, kenyamanan premium, serta pengalaman berkendara yang lebih lengkap untuk berbagai kebutuhan pengguna modern.