Advertorial

Pasar Kendaraan Elektrifikasi RI Melaju Kencang, BYD Perkuat Posisi Melalui Teknologi Dual Mode

Kompas.com - 09/07/2026, 11:23 WIB

KOMPAS.com – Perkembangan kendaraan energi baru (NEV) di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Masyarakat mulai melihat kendaraan elektrifikasi tak hanya sebagai alternatif, tetapi sebagai pilihan mobilitas yang semakin relevan untuk kebutuhan sehari-hari.

Perubahan biaya mobilitas menjadi salah satu faktor yang semakin diperhatikan masyarakat dalam memilih kendaraan.

Kenaikan harga bahan bakar yang dalam beberapa waktu terakhir mencapai lebih dari 32 persen membuat konsumen mulai mempertimbangkan efisiensi penggunaan kendaraan. Tidak hanya dari sisi harga pembelian, tetapi juga biaya operasional dalam jangka panjang.

Kondisi tersebut turut mengubah cara masyarakat melihat kendaraan. Jika sebelumnya kenyamanan dan kapasitas menjadi faktor utama, kini efisiensi energi serta biaya penggunaan menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan.

Hal itu terlihat dari tingginya peran segmen multi-purpose vehicle (MPV) yang selama puluhan tahun menjadi salah satu kendaraan favorit masyarakat Indonesia.

Dengan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap total penjualan kendaraan nasional, MPV banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas keluarga, perjalanan antarkota, hingga mendukung aktivitas usaha.

Karakter penggunaan MPV yang sangat beragam membuat aspek efisiensi menjadi semakin penting. Kendaraan yang mampu memberikan keseimbangan antara kenyamanan, kapasitas, dan biaya operasional menjadi kebutuhan yang semakin relevan bagi masyarakat.

Melihat perubahan kebutuhan tersebut, PT BYD Motor Indonesia menghadirkan BYD M6 Dual Mode (DM), kendaraan MPV dengan teknologi elektrifikasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara lebih efisien tanpa mengurangi fleksibilitas penggunaan.

“Di tengah dinamika harga energi yang terus berkembang, kami melihat kebutuhan akan solusi mobilitas yang tidak hanya nyaman dan fleksibel, tetapi juga dapat membantu masyarakat mengoptimalkan biaya penggunaan kendaraan sehari-hari,” ujar Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (9/7/2026).

Berbeda dengan kendaraan konvensional, teknologi DM BYD dirancang dengan pendekatan EV-oriented yang mengutamakan penggunaan tenaga listrik dalam aktivitas berkendara.

Teknologi tersebut memungkinkan pengguna mendapatkan sensasi berkendara layaknya kendaraan listrik yang lebih responsif, halus, dan senyap, tetapi memiliki fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh dengan total biaya penggunaan yang lebih terjangkau.

Sejak diperkenalkan di Indonesia pada Mei 2026 melalui BYD M6, teknologi DM mendapatkan respons positif dari masyarakat. Lebih dari 20.000 orang tercatat menunjukkan ketertarikan terhadap kendaraan dengan teknologi tersebut.

Respons pasar tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap kendaraan elektrifikasi terus berkembang, termasuk pada segmen MPV yang selama ini menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Indonesia. Model ini tersedia dalam lima pilihan varian dengan harga mulai dari Rp 298 juta hingga Rp 390 juta (harga on the road Jakarta).

Dengan hadirnya teknologi Dual Mode, pilihan kendaraan elektrifikasi kini semakin beragam, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan keluarga dengan tingkat efisiensi dan fleksibilitas tinggi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau