Advertorial

Selisihnya Bisa Dua Kali Lipat, Begini Cara Hybrid Menekan Biaya BBM

Kompas.com - 10/07/2026, 10:07 WIB

KOMPAS.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) selalu menjadi kabar yang membuat banyak orang mengernyitkan dahi. Sebab, dampaknya tidak hanya terasa saat mengisi tangki kendaraan. Hal ini juga memengaruhi pengeluaran bulanan secara keseluruhan.

Per Rabu (10/6/2026), harga Pertamax tercatat naik menjadi Rp 16.250 per liter atau meningkat Rp 3.950 ketimbang harga sebelumnya. Kenaikan ini membuat banyak pemilik kendaraan mulai menghitung ulang biaya mobilitas mereka sehari-hari.

Di tengah situasi tersebut, efisiensi bahan bakar bukan lagi satu-satunya faktor yang dipertimbangkan. Banyak konsumen mulai mencari kendaraan yang mampu menghadirkan ketenangan jangka panjang di tengah ketidakpastian biaya energi.

Sebab, selain harga beli, biaya operasional harian kini juga menjadi salah satu faktor yang semakin diperhitungkan sebelum mengambil keputusan.

Dalam konteks tersebut, kendaraan hybrid menjadi salah satu pilihan yang mulai banyak dilirik.

Beberapa tahun terakhir, pilihan kendaraan hybrid semakin beragam. Konsumen kini dapat menemukan model hybrid di berbagai segmen, mulai dari sport utility vehicle (SUV), multi-purpose vehicle (MPV) hingga sedan.

Pada praktiknya, tidak semua teknologi hybrid bekerja dengan cara yang sama. Masing-masing pabrikan memiliki pendekatan berbeda dalam mengoptimalkan penggunaan energi untuk mencapai efisiensi yang diinginkan.

Honda menjadi salah satu produsen yang mengembangkan pendekatan tersebut melalui teknologi e:HEV. Sistem ini mengusung filosofi Electric First. Artinya, motor listrik menjadi sumber penggerak utama kendaraan pada sebagian besar kondisi berkendara.

 Honda HR-V Hybrid memiliki konsumsi bahan bakar hingga 25,5 kilometer per liter (kpl). Dok. KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Honda HR-V Hybrid memiliki konsumsi bahan bakar hingga 25,5 kilometer per liter (kpl).

Dalam sistem tersebut, mesin bensin lebih banyak berfungsi sebagai generator yang menghasilkan energi listrik. Mesin juga hanya terhubung langsung ke roda pada kondisi tertentu yang lebih efisien menggunakan tenaga mesin. Misalnya, saat kendaraan melaju pada kecepatan tinggi.

Berbeda dengan sistem hybrid konvensional yang menempatkan motor listrik sebagai pendamping mesin bensin, teknologi Honda Hybrid menjadikan motor listrik sebagai penggerak utama dalam banyak kondisi berkendara, terutama di kawasan perkotaan yang identik dengan kemacetan, kondisi berhenti-jalan (stop and go), serta kecepatan rendah hingga menengah.

Pada kondisi seperti itu, kendaraan konvensional cenderung mengonsumsi lebih banyak BBM karena mesin harus terus bekerja meski kendaraan sering melambat atau berhenti.

Sebaliknya, Honda Hybrid dapat memaksimalkan peran motor listrik yang lebih efisien dalam penggunaan energi.

Oleh karena itu, ketika harga BBM meningkat, teknologi Honda Hybrid, dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional kendaraan.

Menghitung efisiensi saat Pertamax naik

Karakteristik tersebut membuat efisiensi Honda Hybrid tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi juga berpotensi dirasakan dalam penggunaan sehari-hari. Dampaknya menjadi semakin relevan ketika harga bahan bakar mengalami kenaikan seperti saat ini.

Berdasarkan test drive yang dilakukan tim Kompas.com, salah satu lini unggulan Honda Hybrid, yakni Honda HR-V Hybrid, memiliki konsumsi bahan bakar hingga 26,2 kilometer per liter (kpl).

Dengan harga Pertamax Rp 16.250 per liter, biaya operasional kendaraan tersebut berada di kisaran Rp 620 per kilometer.

Sebagai perbandingan, kendaraan bensin konvensional dengan konsumsi rata-rata 12 kilometer per liter memerlukan biaya sekitar Rp 1.354 per kilometer. Artinya, terdapat selisih biaya lebih dari dua kali lipat.

Perbedaan tersebut mungkin tidak terlalu terasa dalam perjalanan singkat. Namun, bagi pengguna yang rutin berkendara puluhan hingga ratusan kilometer setiap minggu, selisih tersebut dapat terakumulasi menjadi penghematan yang signifikan dalam jangka panjang.

“Dengan tangki penuh 40 liter, jarak tempuhnya bisa mencapai sekitar 1.000 km. Cukup untuk perjalanan jauh tanpa harus khawatir mengenai charging station atau pom bensin," kata Sales and Marketing Director PT HPM Yusak Billy saat peluncuran HR-V di Jakarta, Selasa (10/6/2025).

Tetap tenang dan aman di tengah transisi

Saat ini, daya tarik kendaraan hybrid tidak lagi semata-mata soal angka efisiensi. Banyak konsumen mulai mencari kendaraan yang mampu memberikan rasa aman terhadap perubahan kondisi di masa depan, termasuk fluktuasi harga BBM.

Dengan kata lain, mereka mencari kendaraan yang dapat diandalkan tanpa harus terus-menerus khawatir terhadap kenaikan biaya operasional.

Di sisi lain, sebagian masyarakat masih memiliki keraguan untuk beralih ke kendaraan listrik murni. Pertimbangan mengenai ketersediaan infrastruktur pengisian daya, jarak tempuh, serta harga kendaraan masih menjadi faktor yang membuat sebagian konsumen memilih menunggu.

Dalam situasi seperti ini, kendaraan hybrid dilirik sebagai jalan tengah yang menarik.

Dengan kendaraan hybrid, seperti Honda HR-V Hybrid, pengguna tetap dapat menikmati efisiensi yang lebih baik ketimbang kendaraan bensin konvensional. Mereka juga tidak perlu mengubah kebiasaan berkendara atau bergantung pada infrastruktur baru.

Pengisian bahan bakar tetap dilakukan seperti biasa, sementara sistem hybrid bekerja secara otomatis untuk mengoptimalkan penggunaan energi.

Rasa tenang juga dihadirkan lewat program garansi Honda yang mencapai 8 tahun atau 160.000 kilometer tergantung mana yang tercapai lebih dulu.

Kenaikan harga Pertamax mungkin menjadi pemicu banyak orang untuk mulai mempertimbangkan ulang pilihan kendaraan mereka. Namun, pada akhirnya, saat BBM naik, hal yang paling dicari bukan hanya penghematan di SPBU, melainkan rasa tenang setiap kali berada di balik kemudi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau