Advertorial

Dari Jualan Online hingga Serap 33 Tenaga Kerja, Ini Perjalanan Inspiratif UMKM Biru Tsabita

Kompas.com - 15/07/2026, 16:02 WIB

KOMPAS.com – Berawal dari keterbatasan ekonomi keluarga, Mutoharoh tak pernah menyangka usaha sampingan yang dirintisnya kini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan orang.

Melalui merek Biru Tsabita, ia berhasil mengembangkan bisnis tas dan dompet wanita yang menjangkau pasar di berbagai daerah di Indonesia.

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) asal Pemalang, Jawa Tengah, itu mengisahkan bahwa Biru Tsabita lahir dari kebutuhan untuk mencari tambahan penghasilan di tengah kondisi keuangan keluarga yang tidak mudah.

"Saat itu, kami terjebak dalam utang yang cukup besar sehingga penghasilan yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kami pun mencoba mencari pekerjaan sampingan, dan pilihan kami jatuh pada jualan online yang bisa dijalankan di sela-sela rutinitas kerja. Alhamdulillah, usaha itu berkembang hingga sekarang," ujar Mutoharoh dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (15/7/2026).

Didirikan pada 2019, Biru Tsabita menghadirkan berbagai pilihan tas dan dompet wanita yang mengedepankan desain menarik dan fungsional. Salah satu produk unggulannya adalah dompet wanita yang menjadi favorit pelanggan.

Penjualan dilakukan melalui berbagai lokapasar dan jaringan kemitraan sehingga produknya telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, Biru Tsabita sempat menembus pasar Malaysia.

Tak hanya menyediakan produk siap pakai, Biru Tsabita juga menerima pesanan tas dan dompet secara custom sesuai kebutuhan konsumen. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu nilai tambah yang membantu usaha ini berkembang.

Dalam pengembangan bisnis, Mutoharoh mengaku memperoleh banyak manfaat dari pendampingan yang diberikan melalui Rumah BUMN BRI

Menurutnya, berbagai pelatihan yang diikuti tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan memperluas jaringan usaha.

“Seluruh pelatihan yang dihadirkan Rumah BUMN BRI membantu kami, khususnya Program BRIncubator BRI 2025 yang sejauh ini paling terasa manfaatnya bagi pengembangan usaha," katanya.

Seiring pertumbuhan bisnis, Biru Tsabita kini telah melibatkan 33 tenaga kerja dalam proses produksi. 

Ke depan, Mutoharoh menargetkan perluasan pasar dengan memperkuat pemasaran melalui marketplace serta menjalin lebih banyak kemitraan.

Untuk mendukung aktivitas usaha sehari-hari, ia juga memanfaatkan layanan digital BRI, seperti BRImo serta QRIS BRI, agar transaksi bersama pelanggan dapat berlangsung lebih praktis dan efisien.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, perjalanan Biru Tsabita menjadi salah satu contoh bahwa UMKM dapat berkembang ketika memiliki semangat berinovasi dan terus meningkatkan kapasitas usahanya.

Menurutnya, melalui Rumah BUMN, BRI secara konsisten menghadirkan berbagai program pendampingan yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kompetensi, memperluas akses pasar, hingga memperkuat daya saing bisnis.

Biru Tsabita menunjukkan bahwa dari keterbatasan bisa lahir usaha yang berkembang dan memberi penghidupan. 

“Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pelaku UMKM agar punya ruang untuk belajar, memperluas pasar, dan melangkah lebih jauh dengan usaha yang semakin kuat," ujar Dhanny.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau