Advertorial

MMA Marketing Talk 2026 Segera Digelar, Bahas Masa Depan Industri Pemasaran Indonesia

Kompas.com - 16/07/2026, 10:47 WIB

KOMPAS.com - Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia menggelar MMA Marketing Talk (MMT) 2026 di JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Mengusung tema "Lead with Innovation. Grow with Purpose.", konferensi sehari penuh ini akan mempertemukan para pemimpin industri pemasaran dan periklanan.

Acara tersebut diselenggarakan untuk menangkap peluang di tengah pertumbuhan pesat ekonomi digital nasional serta membahas masa depan industri pemasaran dan periklanan.

Seperti diketahui, nilai pasar transformasi digital Indonesia diperkirakan mencapai 29 miliar dollar AS pada 2026.

Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR)-nya diperkirakan 19,1 persen hingga menyentuh 69,6 miliar dolar AS pada 2031. Saat ini, sektor tersebut disebut telah berkontribusi hampir 10 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Akan tetapi, organisasi di industri pemasaran dan periklanan belum sepenuhnya menerapkan perubahan strategi untuk menangkap peluang tersebut.

Lebih dari 70 persen pemimpin industri disebut masih berfokus pada hasil jangka pendek dan mengandalkan pendekatan yang sudah dikenal ketika pasar justru menuntut strategi yang lebih adaptif.

Country Head & Board Director MMA Indonesia Shanti Tolani mengatakan, Indonesia memiliki semua prasyarat untuk menjadi tolok ukur bagi kawasan ini, yakni skala, kecepatan, basis konsumen, dan talenta yang sepadan.

Potensi tersebut, lanjutnya, baru dapat diwujudkan apabila didukung oleh kepemimpinan yang mampu mengarahkan teknologi dengan tujuan yang jelas, membangun kepercayaan secara konsisten, dan menciptakan strategi pertumbuhan jangka panjang.

“Para pemimpin pemasaran perlu memperlakukan inovasi sebagai sebuah disiplin yang menuntut agenda pertumbuhan yang jelas, kebenaran konsumen yang nyata, dan brand yang layak dipercaya,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (15/7/2026).

Terlebih, perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasitelah mengubah lanskap industri pemasaran dan periklanan di Indonesia.

Pemanfaatan AI ubah strategi pemasaran

Pemanfaatan AI sudah menunjukkan perbedaan kinerja antarpelaku industri pemasaran dan periklanan di Indonesia. Organisasi yang telah mencapai tingkat kematangan AI mengalokasikan rata-rata 21,3 persen anggaran pemasaran untuk inisiatif AI, lebih tinggi ketimbang rata-rata industri yang berada di level 15,3 persen.

Kelompok tersebut juga memiliki total anggaran pemasaran sebesar 8,9 persen dari pendapatan perusahaan. Angka ini melampaui rata-rata industri sebesar 7,8 persen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa organisasi yang bergerak lebih cepat memanfaatkan AI mulai membangun sistem pengambilan keputusan yang mampu mengubah investasi menjadi keunggulan yang terukur.

Perubahan strategi pemasaran juga tercermin dari pergeseran belanja iklan. Pasar ini diperkirakan bernilai 3,41 miliar dollar AS pada 2026 dan diproyeksikan meningkat menjadi 4,51 miliar dollar AS pada 2031 dengan CAGR 5,7 persen.

Video masih menjadi format dengan porsi belanja terbesar, sementara social commerce menjadi segmen dengan pertumbuhan paling cepat.

Karakteristik konsumen Indonesia yang semakin mobile-first juga membuat brand dituntut hadir lebih cepat tanpa mengabaikan kualitas interaksi.

Di tengah persaingan tersebut, tantangan membangun kepercayaan konsumen masih menjadi pekerjaan rumah. Pada 2026, sebanyak 82 persen eksekutif B2C menilai tingkat kepercayaan konsumen terhadap perusahaan mereka sudah tinggi. Namun, hanya 49 persen konsumen yang memiliki pandangan serupa.

Kesenjangan tersebut hanya dapat dijembatani melalui konsistensi, kejelasan arah, dan tujuan yang benar-benar dijalankan oleh sebuah brand.

MMT 2026 bahas masa depan pemasaran dan periklanan

Shanti mengatakan, di MMT 2026, para pemimpin organisasi yang memahami bahwa inovasi merupakan alat dan tujuan sebagai strategi yang akan membentuk brand pilihan konsumen Indonesia dalam satu dekade mendatang akan dipertemukan.

Lebih dari 35 pemimpin industri dijadwalkan hadir sebagai pembicara. Mereka berasal dari kalangan chief marketing officer (CMO), chief technology officer (CTO), head of brand, marketing, technology, hingga digital dari berbagai perusahaan, mulai dari brand, agensi, media, penerbit, perusahaan telekomunikasi, hingga ad-tech.

Diskusi akan terbagi ke dalam tujuh jalur utama, yakni Leadership & Growth Mindset, Generative & Agentic AI, Creativity & Storytelling, Social Marketing, Retail Media & E-Commerce, Data & Measurement, serta Transformative Innovation.

Konferensi juga akan menghadirkan Komisaris PT Ilthabi Rekatama Dr Ing Ilham Akbar Habibie sebagai tamu kehormatan. Sosok yang dikenal aktif mendorong pengembangan teknologi, inovasi, dan pembangunan nasional itu dijadwalkan membuka rangkaian acara.

Sebagai putra mendiang Presiden B J Habibie, Ilham membawa gagasan bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas ide dan keberanian untuk mewujudkannya. Kehadirannya disebut mencerminkan pentingnya pembahasan yang akan berlangsung sepanjang konferensi.

Penyelenggaraan MMT 2026 diharapkan dapat mendorong organisasi di industri pemasaran dan periklanan untuk tumbuh secara berkelanjutan dengan menangkap peluang transformasi digital dan perkembangan AI.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau