KOMPAS.com - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau lokasi pembangunan Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (15/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran dan Jihan bersama jajaran pemerintah daerah menerima paparan mengenai perkembangan pembangunan jembatan.
Paparan tersebut mencakup kondisi existing, tantangan teknis di lapangan, hingga rancangan pembangunan jembatan baru yang diproyeksikan menjadi akses utama masyarakat di wilayah pesisir Kecamatan Way Bungur.
Dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (16/7/2026), Jembatan Way Bungur akan menghubungkan Desa Tanjung Tirto dan Desa Kali Pasir dengan panjang trase sekitar 764 meter. Pembangunannya direncanakan berlangsung selama 18 bulan dengan nilai investasi mencapai Rp 96,8 miliar.
-Jembatan tersebut dirancang menggunakan bentang utama rangka baja sepanjang 80 meter yang didukung konstruksi pile slab sepanjang 550 meter, mechanically stabilized earth (MSE) wall sepanjang 114 meter, PC-I Girder sepanjang 20 meter, serta pembatas jalan (RBI) sepanjang 80 meter.
Saat ini, proyek masih berada pada tahap penyelesaian administrasi yang meliputi proses pembebasan lahan dan perizinan lingkungan.
Paparan teknis juga menjelaskan bahwa pembangunan jembatan baru menjadi solusi atas berbagai persoalan pada jembatan lama.
Kondisi existing menunjukkan adanya kerusakan pada timbunan oprit, struktur yang sudah tidak lagi simetris, serta kapasitas yang terbatas sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
-Usai menerima paparan, Gibran bersama rombongan meninjau langsung lokasi pembangunan. Tidak hanya mengamati dari darat, Wakil Presiden juga menaiki perahu menyusuri aliran Way Bungur untuk melihat posisi trase jembatan, kondisi sungai, serta kesiapan lokasi pembangunan dari sisi perairan.
Dalam peninjauan tersebut, Gibran didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta jajaran pemerintah pusat, pemerintah provinsi (pemprov), dan pemerintah kabupaten.
Bagi Pemprov Lampung, pembangunan Jembatan Way Bungur memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga membuka akses ekonomi bagi masyarakat.
Keberadaan jembatan itu diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, memangkas waktu tempuh antarwilayah, mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, sekaligus meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, serta aktivitas perdagangan.
Pembangunan infrastruktur yang terintegrasi juga menjadi salah satu fokus Pemprov Lampung dalam mendukung visi pembangunan daerah. Melalui konektivitas yang semakin baik antarwilayah, potensi ekonomi lokal diharapkan dapat berkembang lebih optimal dan merata.
Dengan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan Jembatan Way Bungur, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis konektivitas di kawasan timur Lampung akan semakin kuat.
Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan daya saing daerah, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Lampung secara berkelanjutan.