KOMPAS.com — Bagi Rizal, investasi bukanlah hal baru. Sebelum mengenal pasar modal lebih jauh, ia telah mencoba berbagai instrumen investasi, termasuk aset kripto.
Namun, saat memutuskan untuk lebih serius menekuni trading saham, ia menyadari bahwa akses transaksi saja tidak cukup. Menurutnya, edukasi menjadi bekal utama sebelum mengambil keputusan investasi.
Sejak 2020, Rizal pensiun dari pekerjaan dan mengelola bisnis yang telah dirintis sejak masih bekerja. Di sela waktu luang, ia memperdalam pengetahuan tentang investasi. Ia aktif mengikuti berbagai program edukasi yang diselenggarakan BNI Sekuritas Cabang Medan, Sumatera Utara.
Motivasinya ikut program edukasi bukan hanya untuk dirinya sendiri. Ia juga ingin membekali sang anak dengan pemahaman mengenai investasi.
"Sekarang saya punya waktu untuk belajar investasi lebih mendalam. Saya juga ingin mengajarkannya kepada anak saya. Alhamdulillah, sekarang anak saya sudah mulai ikut trading," ujar Rizal seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (14/7/2026).
Di antara berbagai program yang pernah diikuti, Live Trading dan Market Update BNI Sekuritas menjadi sesi yang paling membantunya.
Menurutnya, kedua program tersebut membantu mempercepat proses belajar karena peserta dapat memahami kondisi pasar melalui praktik dan pembahasan secara langsung.
"Kalau belajar sendiri, prosesnya lebih lama. Bersama BNI Sekuritas, saya belajar charting, belajar fundamental, dan memahami cara melihat pergerakan pasar," katanya.
Melalui Live Trading, ia dapat melihat proses transaksi secara langsung, sedangkan Market Update membantunya memahami saham-saham yang sedang bergerak di pasar.
"Live Trading sangat membantu. Market Update juga sangat membantu. Kami jadi mengetahui saham-saham yang menjadi top gainers hari itu. Saya paling sering menggunakan fitur Trading Ideas di BIONS. Selain itu, informasi dan pengetahuan di BIONS juga lengkap, jadi saya cukup melihatnya dari sana," jelas Rizal.
Ia mengaku lebih memilih mengacu pada informasi yang disampaikan tim riset BNI Sekuritas ketimbang mencari referensi dari sumber yang belum jelas kredibilitasnya. Menurutnya, analisis yang diberikan lebih spesifik dan mudah dipahami.
Tidak selalu berjalan mulus
Perjalanan investasinya pun tidak selalu berjalan mulus. Rizal pernah mengalami kesalahan saat memasukkan nominal transaksi yang nilainya jauh lebih besar ketimbang rencana awal.
"Awalnya, saya ingin memasang transaksi Rp 20 juta, tetapi tidak sengaja menjadi Rp 200 juta. Ternyata pagi itu saya memperoleh keuntungan sekitar Rp 18 juta," ujarnya sambil tertawa.
Meski berakhir menguntungkan, pengalaman tersebut menjadi pengingat baginya untuk selalu teliti saat bertransaksi. Pada kesempatan lain, ia juga pernah mengalami kesalahan saat memasukkan order sehingga hanya berhasil menjual satu lot saham.
Menurut Rizal, baik keuntungan maupun kesalahan saat berinvestasi merupakan bagian dari proses belajar. Seiring waktu berjalan, ia juga mulai memahami pendekatan trading harian yang menurutnya lebih terukur karena target keuntungan dan batas risiko dapat ditentukan sejak awal.
Menjelang akhir perbincangan, Rizal membagikan pesan bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi.
"Kalau ada satu tips yang bisa saya berikan, itu adalah pentingnya edukasi dari sumber yang tepercaya," sarannya.
Menurutnya, masih banyak masyarakat ragu berinvestasi karena belum memahami cara kerja pasar modal. Oleh karena itu, kegiatan edukasi yang diselenggarakan perusahaan sekuritas memiliki peran penting untuk memperkenalkan investasi kepada calon investor.
"Calon investor perlu diajak melihat dan merasakan proses belajar secara langsung. Ajak mereka datang, lihat, lalu rasakan sendiri prosesnya," katanya.
Meski aktif berbagi pengalaman, Rizal mengingatkan bahwa setiap keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
"Ilmunya bisa kita bagikan, tetapi keputusan trading tetap menjadi tanggung jawab masing-masing," tuturnya lagi.
Bagi Rizal, kepercayaan diri dalam berinvestasi dibangun melalui pengalaman, proses belajar yang berkelanjutan, serta akses terhadap edukasi dan informasi yang kredibel.