Advertorial

Dari Kota Semarang hingga Kaki Gunung Merbabu, Uji Jalan BYD M6 DM Buktikan Efisiensi dan Performa Lintas Kota

Kompas.com - 17/07/2026, 16:07 WIB

KOMPAS.com – PT BYD Motor Indonesia melanjutkan rangkaian pengenalan teknologi Dual Mode (DM) di Indonesia dengan menggelar uji coba BYD M6 DM di Jawa Tengah. 

Berbeda dengan pengujian sebelumnya yang berfokus pada karakter perkotaan dan jalur elevasi tertentu, kali ini BYD memilih rute Semarang menuju Salatiga hingga kawasan kaki Gunung Merbabu untuk menunjukkan kemampuan teknologi DM menghadapi beragam kondisi jalan dalam satu perjalanan.

Tidak semua kendaraan hemat bahan bakar mampu mempertahankan efisiensinya ketika harus melewati jalur menanjak, jalan berkelok, hingga lalu lintas perkotaan dalam satu perjalanan. Kondisi itulah yang menjadi tantangan dalam uji coba BYD M6 DM di Semarang.

Rute yang dimulai dari pusat kota hingga menuju kawasan Gunung Merbabu dipilih untuk merepresentasikan karakter perjalanan masyarakat Jawa Tengah. Dalam satu lintasan, kendaraan harus menghadapi kemacetan perkotaan, jalan antar wilayah, serta tanjakan dengan elevasi yang terus meningkat.

Melalui pengujian tersebut, BYD membuktikan bahwa teknologi DM tidak hanya mengutamakan efisiensi bahan bakar, tetapi juga mampu menjaga performa saat kondisi jalan berubah-ubah.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan bahwa karakter geografis Semarang menjadi lokasi yang tepat untuk menguji kemampuan sistem DM dalam kondisi nyata.

"Melalui rute ini kami ingin menunjukkan bagaimana teknologi DM mampu beradaptasi secara cerdas terhadap berbagai kondisi perjalanan, mulai dari penggunaan di dalam kota hingga jalur dengan kontur antar kota yang lebih menantang," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas, Jumat (17/7/2026).

Sepanjang perjalanan, BYD M6 DM mengandalkan pendekatan electric-first yang menempatkan motor listrik sebagai sumber tenaga utama. Saat kendaraan menghadapi tanjakan atau membutuhkan tenaga lebih besar, mesin bensin akan bekerja secara otomatis untuk mendukung performa tanpa mengurangi efisiensi sistem secara keseluruhan.

Pendekatan tersebut berbeda dengan hybrid konvensional yang menjadikan mesin sebagai penggerak utama.

Pada ruas perkotaan Semarang, karakter berkendara terasa senyap dengan respons akselerasi yang instan layaknya mobil listrik

Sementara itu, ketika memasuki jalur menuju Salatiga hingga kawasan Merbabu dengan elevasi yang semakin tinggi, sistem Dual Mode secara otomatis mengombinasikan kerja motor listrik dan mesin agar tenaga tetap optimal.

Dengan perpindahan tenaga yang berlangsung mulus, kendaraan tetap mempertahankan kenyamanan tanpa hentakan meski karakter jalan terus berubah

Secara teknis, BYD mengklaim teknologi DM mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar hingga 65 km per liter dengan tetap mempertahankan karakter berkendara yang responsif, senyap, dan nyaman.

Melalui rangkaian pengujian di berbagai daerah, termasuk Semarang, BYD berupaya menunjukkan bahwa kendaraan DM tidak hanya menjadi solusi untuk mobilitas di perkotaan, tetapi juga mampu mengakomodasi kebutuhan perjalanan jarak jauh serta lintas kontur jalan yang umum ditemui di Indonesia.

Menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna

Teknologi DM diklaim mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar hingga 65 km per liter dengan tetap mempertahankan karakter berkendara yang responsif, senyap, dan nyaman.Dok. BYD Teknologi DM diklaim mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar hingga 65 km per liter dengan tetap mempertahankan karakter berkendara yang responsif, senyap, dan nyaman.

Pada awal peluncuran teknologi DM di Tanah Air, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhou mengatakan bahwa teknologi DM dikembangkan untuk menjawab karakteristik pasar Indonesia yang memiliki pola penggunaan kendaraan sangat beragam.

"Teknologi itu menjadi relevan untuk pasar Indonesia yang memiliki pola penggunaan kendaraan beragam, mulai dari mobilitas harian di perkotaan dan perjalanan antar kota dengan infrastruktur charging station yang belum merata," ujar Eagle sebagaimana diberitakan Kompas.com, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, keberagaman kebutuhan tersebut membuat proses elektrifikasi membutuhkan berbagai pendekatan agar dapat menjangkau lebih banyak pengguna.

BYD melihat keduanya sebagai pendekatan yang saling melengkapi dalam mempercepat transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia.

Solusi transisi yang lebih inklusif

BYD menilai bahwa elektrifikasi yang inklusif merupakan kunci untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan secara lebih luas.

Semakin banyak pilihan teknologi yang tersedia, semakin besar pula peluang masyarakat untuk menemukan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Melalui kehadiran EV murni dan teknologi DM, BYD berupaya memberikan alternatif yang dapat dipilih sesuai preferensi masing-masing pengguna.

Konsumen yang telah siap beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik dapat memilih EV murni. Sementara itu, pengguna yang masih membutuhkan fleksibilitas lebih dapat mulai merasakan manfaat elektrifikasi melalui teknologi DM.

Kehadiran BYD M6 DM juga menunjukkan bahwa proses menuju elektrifikasi tidak harus berlangsung secara instan.

Melalui pendekatan tersebut, BYD berupaya menghadirkan solusi mobilitas yang lebih realistis bagi pasar Indonesia dengan menggabungkan efisiensi kendaraan listrik dan fleksibilitas mesin bensin dalam satu ekosistem kendaraan rendah emisi.

Pada akhirnya, semakin mudah masyarakat mengakses teknologi elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhannya, semakin cepat pula transisi menuju masa depan transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan dapat terwujud.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau