Advertorial

Kenapa Teknologi Dual Mode BYD Berbeda dari Hybrid Biasa? Ini Penjelasannya

Kompas.com - 17/07/2026, 17:08 WIB

KOMPAS.com - BYD memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) secara resmi untuk pasar Indonesia di Spike PIK 2, Jakarta, Senin (18/5/2026). 

Teknologi tersebut merupakan bagian dari ekosistem new energy vehicle (NEV) BYD yang menggabungkan sistem kendaraan listrik dan hybrid dengan pendekatan electric-first, dengan motor listrik sebagai sumber tenaga utama saat berkendara.

Sistem Dual Mode telah dikembangkan BYD selama lebih dari dua dekade sebelum akhirnya diperkenalkan secara resmi di Indonesia. 

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan bahwa BYD M6 DM menjadi model pertama yang mengadopsi teknologi Dual Mode di Indonesia.

“BYD M6 DM adalah MPV 7-seater yang dirancang untuk Indonesia dan menjadi model pertama BYD yang menggunakan teknologi DM di Indonesia,” ujar Eagle seperti dikutip Kompas.com, Senin (18/5/2026).

-KOMPAS.com/Ruly Kurniawan -

Perbedaan Dual Mode BYD dengan hybrid konvensional

Banyak konsumen mengenal kendaraan hybrid sebagai mobil yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Namun, BYD menghadirkan pendekatan yang berbeda lewat teknologi Dual Mode.

Pada kendaraan hybrid konvensional, mesin bensin umumnya masih menjadi sumber tenaga utama saat kendaraan digunakan. Motor listrik berperan membantu mesin bekerja sehingga efisiensi bahan bakar meningkat.

Sementara itu, BYD mengusung filosofi electric-first. Artinya, motor listrik menjadi sumber penggerak utama kendaraan, sedangkan mesin berfungsi sebagai pendukung yang menghasilkan energi listrik dan membantu meningkatkan efisiensi ketika dibutuhkan.

Pendekatan tersebut membuat pengalaman berkendara yang dihasilkan lebih dekat dengan kendaraan listrik murni. Pengemudi dapat merasakan respons akselerasi yang lebih instan, kabin yang lebih senyap, serta karakter berkendara yang halus dalam penggunaan sehari-hari.

Cara kerjanya pun dirancang agar tetap praktis. Dalam penggunaan harian di area perkotaan, kendaraan dapat beroperasi menggunakan tenaga listrik. Ketika daya baterai berkurang, sistem akan mengaktifkan mesin untuk menghasilkan listrik sehingga motor listrik tetap menjadi penggerak utama kendaraan.

Saat membutuhkan tenaga lebih besar, misalnya ketika melaju di jalan tol atau melakukan manuver menyalip, sistem dapat mengkombinasikan tenaga mesin dan motor listrik untuk memberikan performa yang responsif tanpa mengorbankan efisiensi energi.

Seluruh perpindahan mode berlangsung secara otomatis sehingga kenyamanan berkendara tetap terjaga.

Tak hanya berdampak pada konsumsi bahan bakar, pendekatan electric-first juga berkontribusi terhadap biaya operasional kendaraan. BYD DM melalui model pertamanya di segmen MPV yaitu BYD M6 DM memungkinkan penggunaan harian yang dapat memangkas biaya operasional hingga sekitar 60-70 persen dibandingkan kendaraan konvensional.

Tidak berhenti disana, penghematan tersebut turut tercermin pada biaya kepemilikan jangka panjang. Berdasarkan simulasi selama tiga tahun, biaya perawatan BYD M6 DM diperkirakan sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional di kelas yang sama. Hal ini didukung oleh sistem Dual Mode yang mengoptimalkan penggunaan motor listrik dan mesin bensin secara otomatis sesuai kebutuhan berkendara.

-KOMPAS.com/Ruly Kurniawan -

Menjawab kebutuhan mobilitas yang beragam

Bagi BYD, teknologi Dual Mode tidak hanya hadir sebagai alternatif teknologi kendaraan, tetapi juga sebagai solusi yang menjawab kondisi mobilitas Indonesia saat ini.

BYD menilai bahwa masih banyak konsumen yang mempertimbangkan faktor jarak tempuh, akses pengisian daya, serta kebutuhan perjalanan antarkota.

Dual Mode dirancang untuk menjembatani kebutuhan tersebut dengan menggabungkan pengalaman berkendara berbasis listrik dan fleksibilitas penggunaan bahan bakar.

Eagle menjelaskan bahwa perjalanan menuju mobilitas berkelanjutan membutuhkan lebih dari satu pendekatan teknologi.

“Perjalanan menuju mobilitas berkelanjutan membutuhkan lebih dari satu jalan. Tidak semua pasar dapat bertransisi dalam waktu yang sama. Karena itu, BYD DM hadir sebagai solusi mobilitas rendah emisi yang praktis dan dapat membantu mempercepat transisi menuju elektrifikasi,” ujarnya.

Secara global, teknologi tersebut telah digunakan oleh jutaan pengguna dan menjadi salah satu pilar penting dalam portofolio kendaraan energi baru BYD. 

Kendaraan berbasis Dual Mode bahkan berkontribusi hampir setengah dari total lebih dari 16 juta kendaraan energi baru yang telah diproduksi BYD di berbagai negara.

Selain menawarkan pengalaman berkendara yang menyerupai kendaraan listrik, teknologi tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang masih memiliki mobilitas tinggi di berbagai wilayah dengan kesiapan infrastruktur yang berbeda-beda.

BYD menilai, pendekatan Dual Mode menjadi salah satu alternatif dalam proses transisi menuju kendaraan listrik bagi pasar Indonesia yang kebutuhan mobilitasnya sangat beragam.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau