Advertorial

Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Ikuti Panen Raya TNI Serentak

Kompas.com - 18/07/2026, 10:36 WIB

KOMPAS.com - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengikuti Panen Raya TNI Serentak di Desa Rejo Basuki, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

Panen raya di Lampung merupakan bagian dari pelaksanaan panen raya serentak di 43 titik di seluruh Indonesia yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto secara daring dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Secara nasional, panen raya mencakup panen padi yang didampingi TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, panen kedelai oleh TNI Angkatan Laut di empat lokasi, serta panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di delapan lokasi. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI memperkuat ketahanan pangan di berbagai daerah.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengapresiasi penyelenggaraan Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di berbagai wilayah. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, melainkan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa TNI dan Polri tidak hanya berperan menjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi berbagai persoalan, termasuk mendukung peningkatan produksi pangan.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Polri dan TNI saat menerima arahan Presiden Prabowo Subianto secara daring sebelum pelaksanaan panen raya pada Jumat (17/7/2026).Dok. Pemprov Lampung Pemerintah Provinsi Lampung bersama Polri dan TNI saat menerima arahan Presiden Prabowo Subianto secara daring sebelum pelaksanaan panen raya pada Jumat (17/7/2026).

"Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa," ujar Presiden Prabowo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Sabtu (18/7/2026).

Ia mengingatkan bahwa pada Sabtu (16/5/2027) pemerintah telah menggelar panen raya jagung bersama Polri. Adapun Panen Raya TNI kali ini mencakup komoditas padi, kedelai, dan tebu.

"Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri," tambah Prabowo.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menemui petani dan juga awak media dalam pelaksanaan panen raya yang dilaksanakan pada Jumat (17/7/2026).Dok. Pemprov Lampung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menemui petani dan juga awak media dalam pelaksanaan panen raya yang dilaksanakan pada Jumat (17/7/2026).

Gubernur Mirza mengatakan bahwa keterlibatan TNI dan Polri di sektor pertanian memperkuat pengawalan Program Kedaulatan Pangan, mulai dari tahap produksi hingga pascapanen.

Pendampingan tersebut, tambah Mirza, untuk membantu memastikan distribusi pupuk berjalan lancar, jadwal tanam lebih tepat, sekaligus menjaga stabilitas harga hasil panen.

"Selama sekitar satu setengah tahun terakhir, TNI dan Polri mengawal berbagai komoditas. Tidak ada pupuk yang diselewengkan, harga panen tetap terjaga, dan jadwal tanam berjalan lebih tepat. TNI dan Polri memang tidak ikut menanam, tetapi mendampingi agar petani tidak berjalan sendiri," ujar Mirza.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ikut mengoperasikan alat khusus panen padi dalam pelaksanaan panen raya pada Jumat (17/7/2026).Dok. Pemprov Lampung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ikut mengoperasikan alat khusus panen padi dalam pelaksanaan panen raya pada Jumat (17/7/2026).

Ia mengatakan bahwa Pemprov Lampung akan terus mendorong percepatan perbaikan jaringan irigasi yang selama puluhan tahun menjadi persoalan.

“Mudah-mudahan upaya tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi petani," ujar Mirza.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau