Advertorial

BYD M6 DM Catat Efisiensi Lebih dari 81 KM per Liter di Jalur Surabaya-Prigen, Lengkapi Uji Konsistensi Teknologi DM

Kompas.com - 20/07/2026, 20:20 WIB

KOMPAS.com – PT BYD Motor Indonesia melanjutkan rangkaian BYD M6 DM Media Test Drive di kota Surabaya dengan mencatat efisiensi konsumsi bahan bakar lebih dari 81 km per liter.

Hasil tersebut diperoleh dari pengujian secara langsung oleh media lokal yang tersebar di wilayah Jawa Timur, dengan rute Surabaya–Prigen–Surabaya yang memadukan lalu lintas perkotaan, jalan tol, hingga jalur menuju kawasan dataran tinggi.

Surabaya menjadi kota keempat dalam rangkaian pengujian teknologi Dual Mode (DM) di Indonesia setelah Jakarta, Medan, dan Semarang.

Berbeda dengan pengujian sebelumnya yang lebih menonjolkan karakter jalan tertentu, rute di Jawa Timur dirancang untuk merepresentasikan perjalanan antarkota yang umum dilakukan masyarakat, baik untuk aktivitas bisnis, mobilitas harian, maupun perjalanan keluarga.

Dalam satu perjalanan sejauh sekitar 150 km, peserta melewati berbagai kondisi berkendara, mulai dari kemacetan di pusat Kota Surabaya, perjalanan dengan kecepatan konstan di jalan tol antar kota, hingga jalur menanjak menuju kawasan Prigen. Kombinasi tersebut menjadi gambaran penggunaan kendaraan yang lebih mendekati kondisi nyata di lapangan masyarakat Jawa Timur.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan Surabaya dipilih karena memiliki karakter mobilitas yang melengkapi pengujian dari kota-kota sebelumnya.

"Surabaya menjadi lokasi yang tepat untuk memperlihatkan bagaimana teknologi Dual Mode mampu menghadirkan efisiensi, performa, dan kenyamanan secara konsisten pada perjalanan antarkota dengan karakter rute yang beragam," ujarnya.

Hasil konsumsi bahan bakar lebih dari 81 km per liter di Surabaya melengkapi rangkaian pengujian teknologi DM di berbagai wilayah Indonesia. Sebelumnya, pengujian di Jakarta mencatat efisiensi lebih dari 100 km per liter pada kombinasi jalan perkotaan dan tol dari kota Jakarta menuju Tangerang dan sekitarnya.

Sementara itu, Medan menghasilkan lebih dari 79 km per liter di jalur dengan elevasi tinggi khas tanjakan dataran tinggi di kawasan wisata Berastagi. Di Semarang, BYD M6 DM mencatat efisiensi lebih dari 92 km per liter pada kombinasi jalan perkotaan, antarkota, hingga kawasan pegunungan di kaki gunung Merbabu.

Rangkaian hasil tersebut menunjukkan bahwa efisiensi teknologi DM tetap dapat dipertahankan pada karakter perjalanan yang berbeda-beda.

BYD M6 DM. dok. BYD BYD M6 DM.

Menurut BYD, konsistensi tersebut didukung oleh pendekatan electric-first, di mana motor listrik menjadi penggerak utama kendaraan pada sebagian besar kondisi berkendara.

Saat dibutuhkan tenaga lebih besar, seperti ketika melintasi tanjakan menuju kawasan Prigen, mesin bensin akan bekerja secara otomatis untuk membantu sistem penggerak sehingga efisiensi energi tetap terjaga tanpa mengurangi performa maupun kenyamanan.

Dikembangkan lebih dari dua dekade

Secara global, teknologi DM bukan hal baru bagi BYD. Teknologi ini telah dikembangkan selama lebih dari dua dekade, dimulai dari BYD F3 DM pada 2008 hingga kini memasuki generasi terbaru DM 5.0.

Pengembangan teknologi tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi, integrasi sistem, serta pengalaman berkendara. Dalam perkembangannya, teknologi DM menjadi salah satu pilar penting dalam strategi kendaraan energi baru BYD di pasar global.

BYD mengklaim bahwa teknologi DM telah digunakan oleh lebih dari 7 juta pengguna secara global. Angka tersebut menunjukkan bahwa teknologi ini telah diterima di berbagai pasar.

Selain itu, kendaraan berteknologi DM juga disebut berkontribusi sekitar 45 persen dari total 16 juta kendaraan energi baru BYD secara global hingga kuartal I-2026. Capaian ini memperlihatkan bahwa teknologi DM memiliki peran signifikan dalam pertumbuhan kendaraan energi baru BYD.

Rekam jejak global tersebut menjadi salah satu modal BYD saat membawa teknologi DM ke Indonesia. Pasalnya, pasar otomotif nasional masih berada dalam masa transisi, ketika konsumen mulai mengenal kendaraan elektrifikasi, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas penggunaan kendaraan untuk berbagai kebutuhan mobilitas.

Mesin BYD DM. dok. BYD Mesin BYD DM.

Bagian dari strategi elektrifikasi BYD

Masuknya teknologi DM ke Indonesia menunjukkan strategi BYD yang tidak hanya bertumpu pada kendaraan listrik murni. Selain memperkuat inovasi unggulan dan lini EV, BYD juga memperluas pilihan kendaraan energi baru melalui teknologi PHEV berbasis Dual Mode (DM).

Pendekatan itu sejalan dengan kondisi pasar Indonesia yang masih berada dalam masa transisi menuju elektrifikasi.

Sebagian konsumen sudah siap menggunakan kendaraan listrik murni, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan kendaraan yang efisien, tetapi tetap fleksibel untuk mobilitas harian dan perjalanan jarak jauh.

Dengan rekam jejak global yang panjang dan basis pengguna yang besar, teknologi DM menjadi salah satu langkah BYD dalam memperluas elektrifikasi di Indonesia. Kehadirannya menandai fase baru strategi BYD di pasar nasional, dari kendaraan listrik murni menuju ekosistem kendaraan energi baru yang lebih beragam.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau